Sunday, November 21, 2010

Messerschmitt Me-262

Messerschmitt Me-262

Apakah yang akan dihasilkan dari perang di Eropa pada 1940 jika potensi Proyek 1065 milik Messerschmitt di perhatikan oleh otoritas tinggi? Jika program pesawat turbo-jet ini menghasilkan pesawat yang dapat beroperasi lebih cepat, apakah Luftwaffe akan memenangkan PD II?

Sayangnya jawabannya tidak jelas dan tidak ada ruang diskusi lagi. Tetapi dapat pasti dikatakan bahwa Me 262 (P.1065) adalah pesawat turbojet pertama di dunia yang beroperasi dan diresmikan, di Juvincourt, Perancis 10 Juli 1944. Akan tetapi karena kurang matangnya perencanaan peluncuran pesawat ini dan taktik yang kurang memadai untuk memanfaatkan keuntungan kecepatan pesawat, ditambah kekacauan di Jerman dan kurangnya suplay bahan bakar, membuat pesawat ini tidak memberikan peran yang maksimal di PD II.

Desain P.1065 dimulai pada awal 1938 ketika Reichsluftfahrtministerium meminta Messerschmitt untuk mendesain pesawat tempur mesin ganda yang dapat menggunakan mesin turbojet baru yang dikembangkan oleh Jerman. Setelah inspeksi, tiga purwarupa dipesan pada 1 Juni 1940. Tetapi karena mesin yang akan digunakan Me 262 belum dikembangkan secara cukup, purwarupa pertama terbang dengan mesin piston. Pada 18 Juli 1942, penerbangan pertama dengan menggunakan mesin turbo jet (keseluruhan) dilakukan. Heinkel 280 yang tidak jadi diproduksi terbang sebelum Me-262 pada 2 April 1941, sehingga penjadi penerbangan pertama di dunia yang menggunakan mesin jet ganda (kembar).

Pada konstruksi kulit besi (full) konvensional, sayapnya tertekuk ke belakang. Mesinnya terpasang di antara sayap yang menghasilkan struktur bodi pesawat yang kompleks dan roda pendaratannya dapat dimasukkan. Pada Purwarupa kelima, roda pendaratan hidungnya tidak dapat dimasukkan, da purwarupa keenam menjadi pesawat yang mempunyai roda pendaratan “tricycle” pertama yang dapat dimasukkan (ketika terbang).

Versi utama pertama pesawat ini adalah interseptor Me 262A-1a Schwalbe (Swallow), yang dipersenjatai dengan empat meriam 30mm MK 108 yang terpasang di hidung pesawat. Versi ini mempunyai dua mesin turbo jet 8-stage axial-flow 8.825kN Junkers Jumo 109-004B-1. Beberapa pesawat versi ini diproduksi dengan persenjataan yang berbeda.

Versi utama yang lain adalah bomber Me 262A-2a Sturmvogel (Stormbird). Versi ini diproduksi karena keputusan Adolf Hitler yang akhirnya justru menghambat produksi secara keseluruhan. Persenjataan versi ini dipersenjatai dengan MK 108 standar, satu bom 1.000 kg dan dua bom 500kg atau 250 kg. Selain kedua versi ini ada beberapa versi lain, terutama untuk fungsi pengintaian bersenjata atau tidak bersenjata.

Specification:
MODEL: Me-262A-1a
CREW: 1
ENGINE: 2 x Junkers Jumo 004B-1/-2/-3, 8.82kN
WEIGHTS:
Take-off weight: 6400 kg or 14110 lb
Empty weight: 3800 kg or 8378 lb
DIMENSIONS:
Wingspan: 12.48 m or 40 ft 11 in
Length: 10.6 m or 34 ft 9 in
Height: 3.84 m or 12 ft 7 in
Wing area: 21.7 m[sup]2[/sup] or 233.58 sq ft
PERFORMANCE:
Max. speed: 870 km/h or 541 mph
Ceiling: 11450 m or 37550 ft
Range: 1050 km or 652 miles
ARMAMENT: 4 x 30mm cannons

Thursday, November 18, 2010

KRI Teluk Gilimanuk (531)

KRI TELUK GILIMANUK 531

KRI Teluk Gilimanuk (531) merupakan kapal pertama dari kapal perang jenis kapal pendarat kelas Teluk Gilimanuk milik TNI AL. Dinamai menurut nama sebuah teluk di pulau Bali.

KRI Teluk Gilimanuk dibangun oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur pada tahun 1976 untuk Angkatan Laut Jerman Timur dengan nomor lambung 611. Kapal berjenis Frosch-I/Type 108 ini kemudian dibeli pemerintah untuk TNI Angkatan Laut pada tahun 1994. KRI ini termasuk dalam paket pembelian sejumlah kapal perang eks Jerman Timur pada masa pemerintahan Presiden Suharto

KRI Teluk Gilimanuk bertugas sebagai armada pendarat bagi pasukan Marinir TNI AL dan juga sebagai kapal pengangkut logistik.
SPESIFIKASI
KRI Teluk Gilimanuk memiliki berat 1,900 ton. Dengan dimensi 90,70 meter x 11,12 meter x 3,4 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel, 2 shaft menghasilkan 12,000 bhp yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 18 knot. Diawaki oleh maksimal 42 pelaut. Mampu mengangkut kargo hingga seberat 600 ton.
PERSENJATAAN
1. 1 kanon laras ganda kaliber 37mm Model 1939
2. 1 Meriam Bofors 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 120-160 rpm, jangkauan 10 Km untuk target permukaan terbatas dan target udara.
3. 2 kanon laras ganda kaliber 25mm
SENSOR
KRI Teluk Gilimanuk diperlengkapi radar MR-302/Strut Curve Air/Surface Search.

KRI Boa (807)

KRI BOA 807
(KRI PANANA 813...sama)

KRI Boa (807) merupakan kapal pertama dari kapal perang jenis Kapal Cepat kelas Boa milik TNI AL. Dinamai menurut nama ular, Boa.

KRI Boa merupakan kapal PC 36M, sebuah produk Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (fasharkan) TNI AL, Mentigi. Diluncurkan pada tahun 2004. Kapal ini bertugas sebagai armada patroli cepat yang beroperasi laut dangkal, dan sebagai kapal perang terbatas anti kapal permukaan. Dibuatnya kapal ini merupakan jawaban atas semakin menurunnya tingkat kesiapan kapal-kapal perang besar TNI AL akibat embargo dan kurangnya anggaran pertahanan sedangkan tingkat perompakan, illegal logging, pencurian ikan dan kejahatan perairan lainnya semakin meningkat.
PERSENJATAAN
1. 1 kanon Oerlikon 20/70 kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 250-320 rpm, jangkauan 4,3 Km untuk target udara dan permukaan terbatas.
2. 1-2 senapan mesin kaliber 12,7mm.
SPESIFIKASI
KRI Boa memiliki berat 90 ton. Dengan dimensi 36 meter x 7 meter. Ditenagai oleh 3 mesin MAN 1100HP D2842 LE 410 yang sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 33,8 knot. Diawaki oleh maksimal 20 pelaut. Kapal ini dibuat dari bahanfiberglass.

KRI Pandrong (801)

KRI Pandrong (801)

KRI Pandrong (801) adalah kapal patroli milik TNI AL. KRI Pandrong adalah kapal FPB-57 generasi pertama bikinan PT.PAL yang disebut FPB57 Nav I, generasi terbaru dinamakan FPB57 Nav V yang diperkenalkan pada tahun 2000 (KRI Todak). KRI Pandrong sendiri diresmikan pada tahun 1992 bersama saudaranya KRI Sura (802) setahun kemudian.

Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki).Kecepatan maksimum 28.1 knot dan berbobot penuh 425 ton.

Senjata

Meriam utama kapal perang KRI Pandrong ini adalah meriam Bofors SAK 57 mm/70 berpemandu tembakan Signaal LIROD Mk.2, Meriam SAK 40mm/70 serta dua Kanon Tenaga

Penggerak

Kapal KRI Pandrong mempunyai dua mesin disel yang menghasilkan 8,260 bhp secara bersamaan dan dengan dibantu dua buah "shaft", kapal ini mampu melaju sampai kecepatan 28.1 mil nautikal.

Rencana pengembangan

Beberapa rencana pengembangan atas kelas Pandrong dan kelas Todak adalah akan dilengkapinya dengan rudal anti kapal C 802 buatan Tiongkok yang berjangkauan maksimal 130 km. Ada pula rencana untuk tahun 2008 dimana akan dilakukan penggantian mesin dengan menggunakan mesin pendorong bertenaga lebih tinggi dan pemakaian bahan bakar lebih irit.

KRI Dewa Kembar (932)

KRI Dewa Kembar (932)

KRI Dewa Kembar (932) merupakan kapal survei hidrografi milik TNI Angkatan Laut yang dibeli dari Angkatan Laut Inggris pada 1986 dengan nama HMS Hydra (A144). Pasang lunas pada tanggal 14 Mei 1964, diluncurkan pada 14 Juli 1965 dan mulai bertugas di Angkatan Laut Inggris pada 4 Mei 1966. Pada tahun 1986 dibebastugaskan dan kemudian dibeli oleh Indonesia.

Pembuat: Yarrow & Co., Blythswood, Skotlandia, UK
Mulai dibuat: 14 Mei 1964
Diluncurkan: 14 Juli 1965
Dibeli: 1986 ke-TNI-AL
Nama sebelumnya: HMS Hydra (A144)
Status: Masih bertugas
Karakteristik umum
Berat benanam: 2.000 ton standard
2.945 ton beban penuh
Panjang: 79 m (259,19 kaki)
Lebar: 15.4 m (50,52 kaki)
Draft: 4.9 m (16,08 kaki)
Tenaga penggerak: Diesel-electric drive
3 × Paxman 12 YJCZ diesels producing 2,434 hp
1 electric motor producing 2,000 shp, driving a single shaft
Bow thruster
Kecepatan: berlayar 11 knot
maksimum 14 knot
Jarak tempuh: 1.200 mil laut pada 11 knot
Perahu & LCT yang dibawa: 2 × 35 kaki (11 m) surveying motor boats
Awak kapal: 12 perwira dan 116 awak
Sensor dan Radar: Kelvin Hughes Type 1006 radar
Hydroplot Satellite navigation system
computerised data logging
gravimeter
magnetometers
sonars
echo-sounders
Pesawat: 1 × Helikopter Westland Wasp