Showing posts with label Ammo. Show all posts
Showing posts with label Ammo. Show all posts

Wednesday, November 16, 2011

METIS-M

METIS-M

Predikat yang melekat pada Metis-M Cuma satu. Ia adalah saingan milan. Toh hasil rancangan bangun pabrikan senjata asal rusia, KBP ini tak malu bertarung memperebutkan nama. Apalagi dengan sejumlah opsi yang di sodorkan. Mulai dari sistem teropong pengendus panas hingga pilihan tipe hulu ledak. Baik berupa hulu ledak ganda seperti pada milan 2T atau FAE (Fuel Air Explosive) itulah modalrudal berkode asli 9M131 buat meraih nama

Spesifikasi
Bobot : Rudal 13,8 Kg; sistem 24,5 kg
Jarak hantam : max 1,5 km; minimal 80 m

Thursday, September 8, 2011

RPG-7

RPG-7

RPG yang merupakan singkatan dari Rocket Propellaned Grenade (granat ber-propelasi roket) sebenarnya masuk ke dalam kategori granat (bukan misil). Hal ini dikarenakan warhead (hulu ledak) di depannya hanya sebuah granat yang diluncurkan oleh sebuah pendorong dengan sistem roket. RPG-7 adalah versi lama sebenarnya namun masih banyak dipakai hingga sekarang dikarenakan biaya rawat nya yang sangat murah. RPG-7 adalah senjata buatan Rusia yang sudah digunakan sejak lama. Kelemahan RPG-7 adalah masih mengusung sistem lama, sehingga roket tidak dibekali "kepintaran" untuk mengunci dan mengejar target.

Data teknis:
Peluru : 40 mm launcher (peluncur) ; 70 - 105mm warheads (hulu ledak).
Tipe : roket tanpa hentakan balik.
Panjang keseluruhan : 650 mm
Berat : 6.3 kg tanpa roket
Jarak tembak : 200 - 500 meter (tergantung jenis roket)

Friday, June 17, 2011

Roket anti-kapal selam

Roket anti-kapal selam

Roket anti-kapal selam (bahasa Inggris:Anti-Submarine ROCket disingkat ASROC) adalah sebuah sistem peluru kendali anti-kapal selam yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan dipasang pada lebih dari 200 kapal permukaan umumnya tipe kapal jelajah dan kapal penghancur. Ketika sebuah kapal selam musuh dideteksi oleh sebuah kapal permukaan, pesawat patroli atau helikopter anti-kapalselam dengan menggunakan sonar, informasi tersebut akan diteruskan kepada kapal pembawa ASROC yang kemudian akan menembakkan ASROC yang memiliki torpedo atau peledak kedalaman ke target. Ketika roket rudal berhenti, torpedo akan dilepaskan, parasut akan dikembangkan untuk memperlambat laju jatuhnya torpedo sampai memasuki air. Motor torpedo kemudian akan diaktifkan, dan torpedo yang dikendalikan oleh sistem sonarnya sendiri akan melacak targetnya. Jika ASROC diisi dengan peledak kedalaman, bom tersebut cukup tenggelam sampai pada kedalaman tertentu yang sudah diset sebelumnya dan kemudian meledak. Sebuah rudal ASROC dapat membawa peledak konvensional atau sebuah hulu ledak nuklir W44 berdaya ledak 10 kiloton. Hulu ledak nuklir W44 pensiun pada 1989.

ASROC pertama (RUR-5) menggunakan peluncur rudal MK-112 "Matchbox" yang dikembangkan pada 1950-an dan dipasang pada 1960-an. Sistem ini kemudian diganti oleh RUM-139 Vertical Launch ASROC atau VLA, sebuah ASROC dengan sistem luncur vertikal.
Sebuah ASROC vertikal diluncurkan

Rudal VLA adalah sebuah roket anti-kapal selam tiga tingkat yang dirancang untuk dipasang pada kapal penjelajah kelas Ticonderoga, kapal perusak kelas Arleigh Burke dan kapal penghancur kelas Spruance yang dilengkapi dengan sistem peluncur vertikal MK41 dan sistem kendali penembakkan MK-116. Rudal VLA memiliki kemampuan tanggap yang cepat dan dapat membawa torpedo MK-46 dalam segala cuaca dan mampu mencapai jarak menengah. VLA mulai dipakai pada 1993 sebagai sistem senjata standar untuk kapal penjelajah dan kapal penghancur yang memiliki sistem perang Aegis dan sebagai pengganti untuk ASROC pada kapal penghancur kelas Spruance ketika peluncur ASROC diganti dengan VLS MK41.

Rudal VLA pertama kali digunakan dengan torpedo MK-46.

Tuesday, May 17, 2011

RBU 6000 anti-sub rocket launcher

RBU 6000 anti-sub rocket launcher

RBU 6000 anti-sub rocket launcher kaliber 231mm buatan soviet mirip dg sistem Royal Navy Hedgehog pas PDII. Versi upgrade RBU 6000 adalah RPK-8. Roket yg diluncurkan dari RBU 6000 adalah RGB-60.

LAUNCHER
* Weight: 3,100 kg (empty)
* Length: 2 m
* Height: 2.25 m
* Width: 1.75 m
* Elevation: -15°to +60°
* Traverse: 180°

RGB-60
* Weight: 110 kg
* Warhead: 25 kg
* Diameter: 0.212 m
* Length: 1.83 m
* Range: 350 m to 5800 m
* Depth: 10 to 500 m
* Sink rate: 11.5 m/s

Wednesday, May 4, 2011

Cluster Bomb

Cluster Bomb

Bom cluster atau bom tandan atau bom curah adalah bom yang memiliki mekanisme unik dimana setelah diluncurkan dari pesawat tempur atau bomber, bom akan pecah menjadi ratusan bom kecil berupa kaleng

Pada awalnya bom ini diciptakan untuk menghancurkan landasan pacu pangkalan udara, konvoi kendaraan lapis baja atau untuk membubarkan konsentrasi pasukan darat.

Diproduksi dengan berbagai nama seperti CBU/Cluster Bomb Units (Amerika Serikat), Belouga (Perancis), Excalibur (Amerika Serikat). Secara efektif bom ini digunakan dalam perang Iraq, Afganistan dan perang arab-israel.

Sunday, May 1, 2011

GRANAT ANTI KERUSUHAN

GRANAT ANTI KERUSUHAN

Granat gas ini berisi gas air mata, yang biasanya berupa gas CS (Chlorobenzol malononitrile). Bentuk dan pengoperasian granat ini sama dengan gas asap, tetapi bedanya granat ini berisi 80 sampai 120 gram gas air mata, yang akan menyebabkan iritasi pada mata dan sistem pernafasan.

Apabila seseorang terkena gas ini untuk waktu yang lama (lebih dari 10 menit) granat ini mampu menyebabkan lepuh pada kulit dan luka permanen pada paru-paru. Dan bagi orang yang lemah atau sudah tua, gas CS mampu menyebabkan kematian.

Pemakaian granat gas sering keliru, granat ini seharusnya tidak digunakan untuk membubarkan segerombolan orang banyak karena akan menyebabkan panik. Pemakaian yang tepat adalah untuk menggunakan granat ini untuk membuat pagar pembatas, untuk mengarahkan pergerakan massa, atau untuk melindungi anggota kepolisian yang sedang terkepung.

Saturday, April 9, 2011

Bom Napalm

Bom Napalm

Bom jenis ini sebenarnya sudah dipake oleh pihak sekutu pada tahun 1944 ketika digunakan untuk menekan pasukan Nazi Jerman yang sudah sangat terdesak. Bom ini berbeda dengan jenis bom-bom konvensional lainnya, dimana daya hancurnya sangat mengerikan, ibarat seperti disiram oleh lautan api yang sangat dahsyat. Bom ini juga digunakan di perang Vietnam untuk menghancurkan dan membakar pemukiman gerilyawan Vietcong yang bersembunyi di balik lebatnya hutan vietnam. Yang digunakan di vietnam sebenarnya berbeda dengan digunakan pada Perang Dunia II, dimana daya bakarnya jauh lebih lama (hingga 10 menit!) sehingga daya rusaknya jauh mengerikan. Dan suhu yang tercipta dari pembakarannya hingga mencapai 1.200 derajat celcius! Sungguh mengerikan...

Tersusun dari unsur low-octane gasoline, benzene dan polystyrene, bom jenis ini jadi jauh lebih berbahaya manakala pembuatannyapun sangat mudah sehingga orang biasa saja bisa membuatnya! Karena itulah senjata ini akan sangat berbahaya bila jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Wednesday, March 9, 2011

Sub skimmer

Sub skimmer

Sub skimmer wahana air kombinasi rigid speedboat dibuat dari FRP (Fiber-glass Reinforced Polyester) dan rubber tubing dibuat dari hypalon. Sub Skimmer dikembangkan oleh Dislitbangal.

Sub Skimmer dilengkapi sistem yang membuat mampu beroperasi dibawah atau diatas permukaan air dengan stabil, aman dan nyaman.

Kecepatan Sub Skimmer saat dipermukaan air 20 knot sedangkan dibawah air 24 knot ditenagai mesin 85 tenaga kuda dan berpenumpang 4 orang

Kendaraan ini cocok digunakan untuk operasi militer pasukan khusus.

Saturday, March 5, 2011

Torpedo SUT

Torpedo SUT

Uji tembak senjata taktis berupa Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari KRI Cakra-401 saat Latgab TNI Juni 2008 lalu, sukses menghantarkan eks KRI Karang Galang ke peraduan terakhirnya di dasar laut. Kapal ini jugalah yang menjadi sasaran tembak rudal C-802 yang diluncurkan KRI Layang-805.
Torpedo berbobot 1,4 ton ini kini jadi senjata andalan kapal selam KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402 (usai retrofit nanti). Dengan berat hulu ledak 260 Kg, torpedo SUT mampu menjangkau sasaran dengan jarak tembak efektif maksimal 40 Km.

Ada ciri khusus yang membedakan Torpedo SUT dengan Torpedo lainnya, yakni adanya kabel sebagai pemandu ketarget yang dituju. Kabel berfungsi memberikan data-data akustik guna mengendalikan arah tujuan torpedo, dan juga berfungsi sebagai penangkal jamming karena datalink dipandu dua arah.
Torpedo SUT digerakkan dengan motor listrik yang mampu memberikan daya dorong hingga 35 knots dengan tingkat kebisingan rendah. Setelah torpedo dirasa aman dari reduksi jamming sonar lawan, kabel akan terlepas dan kendali diambil alih secara mandiri oleh data prosesor yang ada di dalamnya.

Torpedo SUT buatan PTDI menggunakan sistem pemandu sonar pasif, pengembangan kedepannya akan diintegrasikan juga dengan sonar aktif. Sejatinya torpedo SUT dibuat pertama kali oleh Jerman saat perang dunia II, namun kini sudah tidak diproduksi lagi. Produksinya kini dikerjakan oleh Korea Selatan dalam satu paket alih teknologi kapal Selam 209.

Saturday, February 26, 2011

M-9 standardize military knife

M-9 standardize military knife

M-9 knife memiliki satu perbedaan yang cukup kentara dengan M-7, yaitu M-9 memliki lubang di tengah sisi pisau nya. M-9 menjadi standar USMC (United States Marine Corps) sejak 1984. M-9 terutama lebih ditujukan untuk kepentingan bayonette daripada fighting knife, tetapi sekarang pada umumnya tentara reguler (bukan pasukan khusus) telah menggunakan M-9. Karena memiliki daya penetrasi yang kuat, dan anti-karat, maka bobot pisau ini lebih berat daripada M-7.

Berikut spesifikasi M-9 knife...
//M-9 Knife
Panjang pisau : 7 inch.
Panjang keseluruhan : 12 inch.
Pengasah pisau : pengasah pisau wire-laser.

GRANAT ASAP

GRANAT ASAP

Granat asap merupakan granat berbentuk kaleng yang digunakan sebagai alat isyarat darat atau darat ke udara, penanda zona sasaran atau pendaratan, atau penyembunyi pergerakan tentara. Granat asap biasanya terbentuk dari silinder logam dengan lubang di bagian atas dan bawah untuk mengeluarkan asap. Ada dua jenis utama granat ini: granat asap berwarna dan granat penyembunyi. Pada granat asap berwarna, pengisinya biasanya terdiri daripada 250 hingga 350 gram campuran asap pewarna (kebanyakannya potasium nitrat, laktose dan pewarna). Tersedia warna-warna merah, hijau, kuning, dan ungu. Granat asap penyembunyi biasanya berisi campuran HC (hexachloroethane/zinc) atau campuran TA (terephthalic acid).

enis granat asap lain, adalah jenis asap meledak. Granat ini berisi fosforus putih (WP). Granat WP meledak dan menyebarkan phosphorus putih ke segala arah, lalu phosphorus terbakar apabila ketika bertemu udara, dan terbakar dengan api kuning terang, sambil menghasilkan asap putih yang banyak (phosphorus pentoksida). Ia juga berfungsi sebagai granat pembakar.

Friday, January 21, 2011

VA-111 SHKVAL

VA-111 SHKVAL TERPEDO SI PENJAGGAL KAPAL INDUK

Pada pertengahan dasawarsa 1990-an, Rusia melansir torpedo anyar. Namun yang di tebalkan cukup mengetarkan nyali, VA-111 Shkval alias “Hujan Badai”. Shkval adalah karya institut Riset NII-24 pimpinan Mikhail Murkulov yang di tugasi merancang rudal bawah air berkecepatan tinggi, ia sanggup melibas armada kapal selam nuklir AS yang stealth. Shkval di perkenalkan pada 1977 lewat tangan Y.Rakov dan G.Logvinovich.

Wujud Shkval mengejutkan kebanyakan orang, wujud fisiknya kerucut panjang. pada buritan terdapat dua pasang sirip penstabil arah lintasan dan beberapa corong knalpot. Bisa di katakan Shakval lebih mirip rudal ketimbang torpedo konvensional.

Kesaktian Shkval yang bikin gentar NATO adalah kecepatan jelajah yang mencapai 230 knot empat kali kecepatan torpedo Mk 48 (AS). Dengan kecepatan jelajah sedemikian besar, energi kinetik yang dihasilkan pasti juga besar. Itu sebab, Shkval sanggup menjebol lambung semua kapal perang biarpun tanpa bermodal hulu ledak nuklir atau hulu ledak biasa bobotnya 210 kg. Hingga kini AS belum punya pamungkas apapun guna menangkal monster ini.

Gelembung Pamungkas
Apa rahasia kesaktian shkval ..? tak lain adalah aplikasi cabang ilmu fisika soal gerakan benda padat yang “terbungkus” rongga hampa udarra dalam sejumlah besar massa air (body motion under cavitation). Shakval dirancang bisa melejit dari tabung peluncur berdiameter 21 inci (533 mm) pada kedalaman 100 m. Saat ia melesat keluar dari tabung peluncur dengan kecepatan sekitar 50 knot, motor roket pendorong mulai di hidupkan. Meski ia belum sepenuhnya telah mencuat dari dalam badannya. Pada tiap sisi sirip yang yang tekanan udaranya rendah terjadi penyedotan udara sehingga timbul gelembung udara bertekanan tinggi. Sekujur tubuh terpedo terbungkus wadah berongga yang cukup gede.

Bahannya ialah lapisan udara tipis yang tak lain aliran gelembung udara dalam jumlah besar (supercavitating bubles). Alhasil, kulit Sykval tidak tersentuh air lau dan segala bentuk gesekan maupun hisapan (drag) dapat di minimalkan.

Berkat motor roket pendorong berkecepatan tinggi, proyektil yang terbungkus total (full cavitating) dan sedang bergerak mengalami rotasi hingga ekor proyektil berbenturan dengan pembungkus. Akibatnya arah lintasan dan kesetabilan gerak proyektil acap kali “terganggu”.

Shkval dipandu dengan sistem auto pilot dan buka dengan hulu pencari (homing head) seperti umumnya terpedo. Awalnya, shkval tidak punya sistem pemandu apapun. Namun, belakangan Rusia melansir varian yang punya hulu pencari dan hulu ledak nuklir taktis yang sanggup melejit sejauh 16 kilometer ini.

Pengembangan
Varian shkval berikut punya sistem penentu sasaran terpandu (guided targeting system) dan berhulu ledak konvensional (1997) dan diuji coba pada musim semi tahun 1998. Rusia juga melangsir Shkval-E untuk ekspor yang kemampuannya sedikit lebih rendah (1999) dan telah di miliki oleh RRC, Iran dan Prancis. RRC juga membeli enam unit KS kelas Victor III untuk wahana peluncuran Shkval-E. Generasi kedua shkval muncul tahun 1998 dengan kecepatan jelajah 391 knot hingga sejauh 96 kilometer.

Kashtan-M

KASHTAN-M, Jika Meriam Dan Rudal Bersatu

Kashtan-M merupakan senjata pertahanan udara yang bisa di masukkan ke dalam keluarga Close-in weapon system (CIWS) yang menggabungkan antara meriam dan peluru kendali kedalam satu sistem persenjataan. Umumnya Kashtan-M ditempatkan di kapal perang, seperti yang ada di kapal induk Admiral Kuznetsov atau kapal fregat dari kelas Neustrashimy. Kashtan-M yang di produksi oleh pabrik KBP Instrument Design Bureau ditujukkan sebagai senjata untuk menangkis rudal anti kapal, rudal anti-radar dan juga tidak ketinggalan tentunya pesawat terbang atau helikopter bahkan bisa juga digunakan untuk menghancurkan sasaran berupa kapal permukaan ukuran kecil seperti kapal cepat serta juga mampu di gunakan untuk menghancurkan target yang ada di pantai.

Kashtan-M dilengkapi dengan meriam dari jenis GSh-30k (AO-18K) 6 tabung dengan kaliber 30 mm yang mempunyai jarak tembak 500 hingga 4.000 meter dengan ketinggian 3.000 meter, dalam setiap sistem Kashtan-M biasanya terpasang 2 atau lebih meriam yang mempunyai rate of fire 10.000 hingga 12.000 putaran per menit ini. Sedangkan untuk peluru kendali Kashtan-M menggunakan 2 buah peluncur peluru kendali jenis SA-N-11 dengan masing-masing peluncur mempunyai 4 buah tabung siap luncur dengan jarak tembak 1.500 - 10.000 meter dengan ketinggian 6.000 meter, serta untuk cadangan ada 24 peluru kendali dalam kontainer siap pasang yang membutuhkan waktu 90 detik untuk setiap pemasangan dalam 4 buah tabung peluncur secara bersamaan. Untuk mengendus sasaran Kashtan-M menggunakan sistem radar atau optronic control, yang mampu mendeteksi lebih dari 6 target secara simultan dengan ketinggian 5 meter hingga 4.000 meter.

Thursday, January 20, 2011

General Purpose Bombs

General Purpose Bombs

General-purpose bomb (GP Bomb=bom serba guna) adalah bom yang dijatuhkan dari udara yang dimaksudkan sebagai gabungan antara perusakan dari ledakan, penetrasi dan fragmentasi akibat ledakan.

KARAKTERISTIK
Bom serba guna (GP Bomb) menggunakan menggunakan sebuah selongsong logam tebal dengan isi (biasanya TNT, Compotition B, atau Tritonal) sekitar 50% dari total berat bom (Inggris menggunakan istilah “medium case” atau “medium capacity” (MC) untuk bomb semacam ini). GP Bomb adalah senjata yang biasa digunakan untuk pesawat fighter-bomber dan pesawat tempur karena bom ini berguna untuk berbagai jenis taktis dan relatif murah.

GP Bomb biasanya diidentifikasi dari beratnya (misalkan 500 lb, 250 kg). Dalam berbagai kasus ini hanya nominal atau kaliber saja, berat sebenarnya tiap senjata dapat bervariasi tergantung pada “retardation” (penghambatan (ledakan)), penggabungan, bawaan dan sistem kendalinya. Sebagai contoh, berat aktual bom M117 AS secara nominal 750 lb (340 kg), tetapi berat tipikalnya 820 lb (374kg).

Sebagian besar moderin GP Bomb didesain untuk untuk mengurangi daya hambat aerodinamis untuk pesawat pembawanya.

Untuk serangan altitude rendah, ada bahaya bagi pesawat yang dapat terkena efek ledakan bomnya sendiri. Untuk mengatasi masalah ini, GP bomb kadang dilengkapi dengan parasut penghalang ledakan atau sirip khusus yang dapat mengurangi kecepatan turunnya bom agar pesawat mempunyai waktu lebih untuk menghindari efek ledakan.

GP bomb dapat dilengkapi dengan berbagai macam jenis sumbu (hulu ledak?) dan sirip untuk berbagai kegunaan. Sebagai contoh adalah sumbu “daisy cutter” yang digunakan di pesenjataan AS era Perang Vietnam, sebuah desain probe yang diperluas untuk memastikan bom akan terdetonasi ketika terjadi kontak (walaupun dengan daun-daunan), sehingga bom tidak tertimbun di bumi atau lumpur yang mengakibatkan berkurangnya efektivitas bom.

GP Bomb kadang digunakan sebagai hulu ledak untuk amunisi berpengendali yang lebih canggih. Pemakaian berbagai tipe pencari dan sirip yang dikontrol secara elektik hingga pemakaian pengendali laser (laser guided bomb) seperti seri bom Paveway milik AS, bom berkendali elektro-optik dan yang terbaru adalah bom berpengendali GPS (seperti JDAM milik AS).

Wednesday, January 19, 2011

Crossbow

Crossbow

Crossbow adalah senjata tradisional pada abad pertengahan, walaupun desainnya dianggap berasal dari jaman sebelumnya. Biar bagaimanapun, yang pasti senjata ini memegang peranan penting pada peperangan, khususnya di abad pertengahan. Muncul pertama kali dengan Yunani Kuno, Roma dan Cina, crossbow memanfaatkan sebuah tegangan tali busur yang dipertahankan posisinya sampai pemakai melepaskan tegangan tali busur, melepaskan anak panah ke arah sasaran. Senjata ini muncul dalam berbagai bentuk, baik senjata tangan kecil hingga persenjataan artileri berat (ballista).

Crossbow terdiri dari busur yang kuat dan anak panah di kawasan peran pribadi artileri. Kekuatan senjata ini cukup baik dan sangat akurat, menghasilkan daya tembus efektif berkat tingginya energi kinetis saat anak panah dilepas dan pasukan dapat dengan mudah dilatih menggunakan senjata ini dalam seminggu. Sebagai perbandingan, longbow (busur panah besar) Inggris yang kuat, pasukan perlu latihan 1 tahun untuk mengasah kemampuan akurasinya. Kekurangan terbesar dalam penggunaan crossbow adalah dalam lambatnya pengisian ulang anak panah. Longbow dalam satu menit dapat menembakkan 10 panah sementara crossbow akan memerlukan 1 menit penuh mengisi dan menembakkan satu anak panah (bolt).

Pengisian ulang anak panah memakan lebih banyak waktu sesuai dengan jumlah energi yang diperlukan untuk membuat senjata semakin mematikan. Kemudian senjata ini memiliki “rack-and-pinion cranequin cranking” yang memungkinkan pasukan untuk memanfaatkan prinsip-prinsip dasar fisika dengan mengoperasikan tuas tenaga tangan untuk menarik senar-busur ke tempatnya. Fitur lain menggunakan ikat pinggang, engsel, tuas dan sistem cord-and-pulley yang dikenal dengan “windlasses”.

Crossbowman pada abad pertengahan dapat digunakan dalam peran bertahan maupun menyerang. Barisan crossbowman dapat digunakan sebagai penembak garis depan, mundur kebelakang untuk mengisi anak panah, kemudian kembali lagi ke garis depan untuk menembakkan anak panahnya. Dengan mode ini yang berkelanjutan, tingkat akurasi penembakan musuh dapat tercapai.

Kombinasi mematikan lainnya Crossbowman beberapa unit telah dipasang dengan perisai besar di belakang mereka, yang memungkinkan operator untuk api itu crossbow, putar sekitar untuk menghadapi perisai di musuh dan kembali. Letal kombinasi lain, adalah peran crossbowman sebagai “mounted souldier”, memberikan kekuatan pada crossbow dasar dengan mobilitas dan kekuatan dari elemen medan peperangan “mounted”. Amunisi crossbow dapat terdiri dari anak panah berujung baja tajam dengan berbagai desain, yang berarti bahaya bagi musuh yang terkena.

Meskipun crossbow terus dimodernisasi sampai saat ini, sistem tidak lagi dipakai karena kalah jauh dari persenjataan modern, dan sebagian besar digunakan untuk berburu dan latihan akurasi.

Designation: crossbow
Classification Type: Bow Weapon
Introduction: Not Available
Dimensions: Various
Weight: Various; depends on design
Crew: 1
Users: Various. Chief operators include Saracens, China, Ancient Rome, Greece, areas of modern Italy, France and Britain among others.
Variants:
• Arbalest - Heavy Crossbow; Late medieval crossbow derivative with windlass cocking mechanism.
• Oxybeles - Ancient Greek example of early crossbow technology.
• Ballista - Torsion-powered oversized crossbow derivative.
• Repeating Crossbow - Automatic Reload Mechanism.
• Bowgun - Handheld System; designed to fire spherical ammunition of various makes.
• Lian Nu - Chinese multi-shot crossbow

Wednesday, January 5, 2011

Claymore

Claymore

Kata claymore (IPA: /ˈkleɪmɔr/ atau /kleɪˈmɔr/, dari Scottish Gaelic claidheamh mòr, "great sword") merujuk pada dua jenis berbeda pedang. Kata ini mungkin merujuk pada pedang dua tangan dengan sebuah cross hilt (pelindung tangan berbentuk salib di bagian atas gagang pedang), digunakan oleh Highlanders dari Skotlandia, atau merujuk pada pedang basket-hilted (berpelindung tangan mengelilingi gagang) yang diadopsi dari abad ke-16, yang hingga kini menjadi pedang pelengkap seragam Highland regiments dari AD Inggris.

Two-handed (Highland) claymore
Claymore dua-tangan adalah pedang besar yang dipakai pada masa akhir abad pertengahan dan periode modern awal. Pedang ini telah digunakan dalam peperangan clan konstan dan pertempuran perbatasan dengan Inggris dari tahun 1500 hingga 1700. Perang terakhir yang diketahui memakai benyak senjata ini adalah Battle of Killiecrankie pada tahun 1689.

Ukuran rata-rata claymore sekitar 140 cm (55") untuk keseluruhan panjang, dengan panjang pegangan 33 cm (13"), bilah pedang 107 cm (42"), dan dengan berat sekitar 2.5 kg (5.5 lb). Cukup seragam bentuknya, pedang ini diset dengan ujung pedang roda yang kadang diujungnya berbentuk bulan sabit dan sebuah pelindung tangan. Bentuk lain claymore dua-tangan adalah claymore "clamshell hilted".

Basket-hilted claymore

Jenis selanjutnya memiliki bentuk yang lebih pendek, satu-tangan dan populer dengan pasukan Skotlandia dan Inggris di abad ke-17, dan masih terlihat dipakai secara terbatas di PD II; “claymore” modern dibawa pada PD II oleh Lt. Col. Jack Churchill. Pedang ini bermata pisau satu sisi atau dua sisi, denga berat antara 2-3 lbs (0.9 and 1.5 kg), dengan bilah pedang sepanjang 30-35 inci (0.75–0.9 m). Pelindung “keranjang” dirancang untuk melindungi tangan saat pertempuran. Pedang berpelindung “keranjang” Skotlandia biasanya dibedakan dengan pedang lain karena adanya garis di bagian dalam pelindung yang biasanya berwarna merah, and juga kadang berhiaskan rumbai dekoratif di bagian pelindung atau ujung pegangan.

Saturday, January 1, 2011

Bofors 57mm Mk110

Bofors 57mm Mk110

Bofors 57mm Mk110, adalah meriam yang masuk dalam jenis Close-in Gun System (CIGS). Dan meriam ini merupakan pengembangan dari meriam pendahulunya yaitu mk3, jika Mk110 di produksi oleh United Defense Inc., maka Mk3 diproduksi oleh Bofors Defence of Sweden yang merupakan anak perusahaan dari United Defense Inc. 

Meriam dengan kaliber 57 mm ini, saat ini banyak di pasang pada kapal-kapal yang berjenis Littoral Combat Ship (LCS) alias kapal yang bertugas menjaga pantai serta kapal-kapal yang masuk dalam kategori DD(X) next-generation destroyer yang saat ini sedang di kembangkan oleh pabrik Raytheon.

Mk110 di desain sebagai meriam yang dapat beroperasi secara otomatis dan mempunyai kemampuan memuntahkan amunisi dari jenis Bofors Mk295 Mod O 3P ammunition secara cepat (rapid fire), meriam ini juga telah di program dengan rapid-switchover ammunition untuk operasi pencegatan di laut, sehingga dalam penggunaannya nanti akan terdiri dari beberapa tahap tembakan mulai dari tembakan peringatan, kemudian di susul dengan tembakan nonexplosive dan yang terakhir (jika sasaran masih bandel) tembakan yang mematikan.

Meriam Oto Melara 76 mm TNI

Meriam Oto Melara 76 mm

Meriam Oto Melara 76 mm terhitung sebagai meriam yang banyak di gunakan sebagai meriam utama di berbagai jenis pada kapal perang, meriam yang di produksi oleh perusahaan Otobreda Italia ini walaupun mempunyai kaliber yang tidak begitu besar namun bisa diandalkan, sehingga banyak dipercaya oleh produsen kapal perang di dunia untuk di pasang di atas kapal perang produksi mereka, mulai dari jenis kapal patroli, korvet hingga fregat.

Meriam Oto Melara 76 mm ini mampu menembak dengan kecepatan tinggi (rapid fire) sehingga cocok untuk digunakan sebagai meriam penangkis serangan udara, baik berupa peluru kendali maupun pesawat terbang dan helikopter. Dengan kaliber sebesar 76 mm, juga mampu digunakan sebagai meriam anti kapal permukaan, amunisi yang di pakai meriam ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah jenis amunisi armour piercing, incendiary, directed fragmentation dan lain-lain, sedang untuk jarak tembak tergantung pada sudut tembakan dan material amunisi yang di gunakan, namun secara umum jarak tembak bisa mencapai antara 5.000 meter hingga 20.000 meter.

Otobreda sebagai pabrikan Oto Melara 76 mm, juga mengeluarkan produk Meriam 76 mm dengan kubah anti radar sejak beberapa tahun yang lalu, untuk saat ini salah satu kapal yang sudah menggunakan kubah stealth dari Otobreda adalah kapal perang dari jenis fregat kelas Fridtjof Nansen milik Angkatan Laut Norwegia.

Sedang untuk penggunaan Meriam Oto Melara 76 mm dengan kubah standar TNI AL tercatat sebagai salah satu penggunanya, meriam ini dapat kita jumpai pada empat korvet SIGMA yang baru saja datang ke Indonesia. Tapi jauh-jauh hari sebelumnya, Oto Melara juga sudah menjadi standar persenjataan pada enam fregat TNI-AL kelas Van Spijk yang dibeli bekas dari Angkatan Luat Belanda pada tahun 90-an. Jadi Oto Melara bukan sesuatu yang baru lagi, dan teknologinya sudah dikuasai penuh oleh TNI-AL.

Sekedar informasi, sejak september 2006 lalu Iran telah mengumumkan produksi masal meriam yang di beri nama Fajr 27, yang tak lain dan tak bukan merupakan hasil reverse-engineered meriam Oto Melara 76 mm ini, yang jadi pertanyaan iseng adalah… kapan giliran indonesia bikin reverse-engineered meriam ini?

Tipe : Naval gun
Negara pembuat : Italy
Weight 7500 kg (without ammunition)
12.34 kg (complete round)
Shell 76 mm × 900mm (complete round)
Caliber 62 caliber 76 mm
Elevation -15°/+85°
speed:35°/s (acceleration: 72°/s²)
Traverse 360°
speed: 60°/s (acceleration: 72°/s²)
Rate of fire Compact: 85 round/min
Super Rapid: 120 round/min
Muzzle velocity 925 m/s
Maximum range Compact: 20,000 m (HE round at 45°)
Super Rapid: 30,000 m (HE round at 45°)
Feed system Magazine: Compact: 80 ready rounds on gun mount
Super Rapid: 85 ready rounds on gun mount

Mark 82 bomb

Mark 82 bomb

Mark the 82 (Mk 82) adalah bom GP ber-“drag” rendah tanpa pemandu (dumb bom), yang merupakan bagian dari Seri Mk 80.

Pengembangan dan Penggunaan

Dengan brat nominal 500 lb (227 kg), bom ini adalah bom seri Mk80 terkecil yang sampai saat ini masih digunakan, dan merupakan salah satu bom paling umum yang dipakai di seluruh dunia. Meskipun berat nominal Mk 82 500 lb (227 kg), tetapi pada kenyataannya berat aslinya sangat bervariasi tergantung pada konfigurasinya, dari 510 lb (232 kg) hingga 570 lb (259 kg). Dia memiliki casing baja yang berisi 192 lb (87 kg) dari bahan peledak Tritonal. Mk 82 menawarkan berbagai modifikasi sirip, sekering/hulu ledak, dan retarder untuk berbagai keperluan.

Mk 82 merupakan hululedak untuk bom berpemandu-laser GBU-12 dan JDAM GBU-38.

Saat ini hanya General Dynamics di Garland, Texas yang mendapat sertifikat dari Departemen Pertahanan AS sebagai pembuat bom untuk Angkatan Bersenjata AS.

Mk 82 yang saat ini sedang menjalani desain ulang kecil untuk memenuhi kebutuhan Kongres akan amunisi insensitif.

Varian

• BLU-111/B: Mk-82 yang berisi dengan PBXN-109 (vs H-6); dengan berat 480 lbs. PBXN-109 adalah bahan peledak yang lebih kurang sensitif. BLU-111/B juga merupakan hululedak dari versi A-1 dari Joint Stand-Off Weapon JSOW.

• BLU-111A/B: Digunakan oleh AL AS, BLU-111/B mempunyai lapisan pelindung panas untuk mengurangi kebakaran yang berhubungan dengan panas bahan bakar/mesin pesawat.

• Dirancang BLU-126/B: dibuat atas pemintaan AL AS untuk mengurangi kerusakan kolateral dalam serangan udara. Batas pengiriman dari varian ini akan dimulai selambat-lambatnya Maret 2007. Juga dikenal sebagai Low Collateral Damage Bomb (LCDB). Bom ini adalah BLU-111 dengan bahan peledak yang lebih sedikit. Bahan isi non-eksplosif ditambahkan untuk mempertahankan berat dari BLU-111, sehingga memberikan lintasan turun yang sama ketika dijatuhkan.

• Mark 62 Quickstrike mine: Adalah ranjau laut, yang merupakan konversi dari bom Mk-82.

Mark 83 bomb

Mark 83 bomb

Mark 83 merupakan bagian dari GP Bom berdaya hambat aerodinamis rendah seri Mark-80 yang beroperasi untuk Amerika Serikat.

Pengembangan dan Penggunaan

Berat nominal dari bom ini adalah 1000 lb (454 kg), walaupun berat aktualnya bervariasi antara 985 lb (447 kg) hingga 1030 lb (468 kg), tergantung pada pilihan sekering, parasut penghambatan, sirip dan konfigurasi. Mark 83 adalah casing baja efisien berisi 445 lb (202 kg) bahan peledak Tritonal dengan daya ledak tinggi. Bila diisi dengan bahan peledak tidak-sensitif panas PBXN-109, bom diberi nama BLU-110.

Mk 83/BLU-110 digunakan sebagai hulu ledak untuk berbagai senjata berpemandu-presisi, termasuk bom berpemandu-laser GBU-16 Paveway, GBU-32 JDAM dan ranjau laut Quickstrike.

Bom ini adalah bom yang paling biasa digunakan oleh AL Amerika Serikat.