Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Saturday, February 4, 2012

Panser Anoa dan Pesawat N219 Dipamerkan di ITB

Pesawat N219. (Foto: BBPT)

4 Februari 2012, Jakarta: Sebuah panser Anoa buatan PT Pindad menutup Jalan Ganesha, Bandung, Sabtu, 4 Februari 2012. Mobil komando itu dipamerkan pada ITB Fair yang berlangsung 3-5 Februari 2012.

Puluhan pengunjung terlihat mengerumuni kendaraan berbahan baja tersebut yang ditempatkan tepat di seberang gerbang kampus ITB. Sebagian memanfaatkan untuk memotret dan menaiki kabin belakang panser yang dibuka.

Tak jauh dari situ, PT Dirgantara Indonesia memamerkan purwarupa pesawat N219. Pesawat berpenumpang 19 orang itu dirancang untuk digunakan di daerah terpencil sekaligus sebagai pengangkut barang.

ITB Fair merupakan acara rutin dua tahunan. Acara ini menampilkan berbagai karya mahasiswa ITB yang tergabung dalam puluhan himpunan kampus, dosen, juga sejumlah produk BUMN dan swasta.

Menurut salah seorang panitia acara, Adelia, beberapa wahana yang bisa dinikmati pengunjung tanpa tiket itu adalah planetarium kecil, gua ITB, dan alunan musik angklung yang dimainkan oleh robot alias Klungbot. "Ada juga festival kuliner mulai jam makan siang nanti," ujarnya, Sabtu, 4 Februari 2012.

Acara yang dimulai pukul 10 pagi hingga 10 malam itu tersebar dari depan gerbang hingga tengah kampus. Malam nanti, juga akan digelar Pasar Malam dengan iringan musik.

Sumber: TEMPO

Tuesday, January 31, 2012

TNI Rebut Gelar Juara Bertahan Tiga Kalinya di BISAM 2012


1 Februari 2012, Brunei: Kemampuan dan keahlian tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI) ternyata tidak kalah dengan tentara negara asing. Bahkan,TNI mampu membuktikan sebagai prajurit yang tangguh dalam ajang lomba tembak Brunei Internasional Skill Arms Meet (BISAM) 2012 di Brunei Darussalam.

Hampir semua cabang perlombaan dimenangi prajurit-prajurit TNI dengan torehan 82 medali emas,30 perak,dan 8 perunggu,serta 9 trofi. Gelar terbaik ini disabet TNI untuk yang ketiga kalinya dalam ajang empat tahunan tersebut. TNI yang mengirimkan kontingen 45 personel terdiri atas 28 atlet dan 17 personel pendukung itu berlomba pada 12–29 Januari 2012.Para personel TNI ini berada di bawah komando Kolonel Inf Raharyono. Menurut Raharyono, kontingen TNI berhasil memperoleh 82 medali emas,30 perak,dan 8 perunggu,serta 9 trofi dari nomor perorangan maupun beregu.

Raihan itu berasal dari nomor perorangan sebanyak 9 emas,7 perak,4 perunggu,dan 2 trofi, serta nomor beregu yang menyumbang 73 emas,23 perak,4 perunggu,dan 7 trofi. Atlet yang menyumbangkan medali terbanyak adalah Praka TNI Sugiono dengan delapan medali emas.Sugiono merupakan prajurit yang bergabung dengan TNI Angkatan Darat sejak 2003 dan kini berdinas di Yonif Linud 328 Kostrad,Cilodong. Raharyono yang sehari-hari menjabat sebagai Paban III/Latga Sops TNI ini mengungkapkan, materi lomba terdiri atas senapan,pistol, dan SO/GPMG.

”Dari 9 match yang dilombakan,kontingen TNI meraih 6 match pada posisi juara I dan 3 match pada posisi juara II,”ungkapnya. Selain lomba resmi,penembak pistol putri TNI juga menjadi yang terbaik dalam ekshibisi pistol putri baik untuk nomor perorangan maupun beregu.Lomba tembak internasional ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali oleh Angkatan Bersenjata Diraja Brunei.”Tahun ini diikuti kontingen dari 10 negara, yaitu Inggris, Australia, Singapura, Kamboja, Oman, Pakistan, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam,dan Indonesia,” paparnya.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono berpesan agar TNI tidak sombong dan lupa diri dengan prestasi yang sudah dicapai tiga kali berturut- turut tersebut. Sebaliknya, prestasi yang diraih harus menjadi pemicu untuk semakin giat berlatih,sehingga pada ajang mendatang tetap bisa tampil terbaik. Kepada para unsur pimpinan angkatan, Agus mengharapkan agar lebih mengoptimalkan pembinaan penembak di angkatannya masing-masing. ”Diharapkan dapat membentuk kader atlet penembak di lingkungan TNI serta dapat menumbuhkan keterampilan dan profesionalitas menembak pada setiap prajurit TNI,” ujarnya.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio turut menyampaikan rasa bangga karena ada sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut yang turut menyumbang medali pada lomba itu.Mereka adalah Kapten Mar Frans Paul (3 emas dan 1 perak cabang menembak pistol) dan Serka Mar Farhaenudin (2 emas dan 3 perak cabang menembak senapan).

Selain itu,Praka Mar Budi Prasetyo (3 emas,2 perak,1 perunggu cabang menembak senapan),Praka Mar Andri Setiawan (3 emas,1 perunggu cabang menembak SO),serta Praka Mar Badrus Sudiro (3 emas,1 perunggu cabang menembak SO).

Sumber: SINDO

Thursday, October 27, 2011

Tentara Indonesia Juara Tembak se-Asean


27 Oktober 2011, Depok (bisnis-jabar.com): Indonesia yang diwakili oleh TNI Angkatan Darat menjadi juara umum Kejuaraan Tembak Angkatan Darat se-ASEAN (ASEAN Armies Rifle Meet/AARM) ke-21 2011 di Lapangan Tembak Markas Divisi-1/Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, 14-27 Oktober 2011.

Dalam acara penutupan Kejuaraan Tembak Angkatan Darat se-ASEAN itu, di Cilodong, Depok, Kamis, menyebutkan, Indonesia memperoleh 9 trofi piala dari 15 trofi piala bergilir dengan jumlah perolehan medali sebanyak 39 medali, yakni 18 medali emas, 13 medali perak dan 8 medali perunggu.

Sementara di posisi kedua dipegang oleh Thailand yang mendapatkan dua trofi dengan 24 medali, yakni empat medali emas, 10 medali perak dan 10 medali perunggu. Di urutan ketiga dipegang oleh Filipina yang mendapatan dua trofi dengan 13 medali, yakni empat medali emas, lima medali perak dan empat medali perunggu.

Kontingen Singapura berada di posisi keempat dengan peroleh dua trofi dan mendapatkan 14 medali, yakni empat medali emas, empat medali perak dan enam medali perunggu.

Sedangkan, kontingen lainnya dari Myanmar dan Vietnam hanya mendapatan satu medali, yakni medali perunggu. Brunei Darussalam, Kamboja dan Laos tidak mendapatkan satu pun medali.

Enam cabang pertandingkan dalam kejuaraan tembak itu, yakni pistol putra putri, senapan, senjata otomatis, karaben, dan novelty shoot yang khusus dilombakan antar pimpinan angkatan darat negara-negara ASEAN.

Usai penutupan lomba itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo mengaku bersyukur kontingen TNI AD bisa memenangkan pertandingan AARM 2011.

“Perolehan ini sangat membanggakan. Saya harap, ke depan prajurit TNI AD menunjukan prestasi yang lebih baik lagi,” katanya.

Terlebih lagi, TNI AD dalam AARM kali ini maupun AARM sebelum-sebelumnya selalu mengandalkan senapan/pistol buatan negeri sendiri (PT Pindad).

“Ini membuktikan bahwa produk dalam negeri pun sudah sangat patut untuk kita banggakan. Di tangan prajurit-prajurit kita yang terlatih, senapan/pistol buatan negeri sendiri kini telah menjelma menjadi senjata yang sangat presisi dan mengundang kagum bagi negara lain. Saya dengar ada negara lain yang mulai memesan senjata ke PT Pindad,” paparnya.

Menurut dia, kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya itu bisa meningkatkan kerja sama antara negara-negara ASEAN.

“Komunikasi dan interaksi yang intensif antarangkatan darat se-ASEAN dapat meningkatkan kerja sama dan ikatan persaudaraan,” ujarnya seraya mengataan omba tersebut juga merupakan ajang untuk mengukur kemampuan dan profesionalisme masing-masing petembak.

Ia pun berharap kontingen TNI AD bisa memenangkan kejuaraan tembak pada AARM ke-22 di Brunei Darussalam pada 2012 mendatang. Kita berharap bisa merebut kemenangan kembali, meski masing-masing negara juga akan mempersiapkannya dengan baik,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Komandan Kontingen TNI Angkatan Darat Letkol Inf Djon Afriandi, mengaku senang dengan perolehan medali yang didapat oleh peserta kontingen TNI AD.

“Perolehan 9 trofi sesuai yang ditargetkan, dimana tahun sebelumnya hanya mendapatkan 8 trofi,” katanya.

Untuk kejuaraan tembak AARM selanjutnya di Brunei, tambah dia, pihaknya berharap kontingen TNI AD bisa kembali memenangkan kejuaraan itu.

“Sebelumnya, kami akan melakukan evaluasi dari hasil pertandingan ini. Karena dari 5 trofi perorangan, kami hanya mendapatkan satu trofi,” ujarnya.

Sumber: Bisnis Jabar

Sunday, October 16, 2011

Pameran Maritim Pengunjung Kagumi Kapal Perang TNI-AL

(Foto: KOMPAS/Heru Sri Kumoro)

15 Oktober 2011, Jakarta (ANTARA News): Kehadiran sejumlah peralatan dan persenjataan TNI Angkatan Laut dalam Pameran Maritim 2011 di Balai Sidang Jakarta pada 13-15 Oktober 2011, tidak saja menimbulkan decak kagum, kebanggaan tetapi juga keprihatinan dari para pengunjung.

Sebagian pengunjung kagum dan bangga karena TNI Angkatan Laut memiliki sejumlah peralatan, kapal perang dan persenjataan mumpumi yang diwakili 14 replika kapal perang, pesawat udara dan helikopter di stand berukuran 3 x 5 meter persegi tersebut.

Bahkan sebagian pengunjung bertanya,"diantara sekian banyak kapal perang yang ditampilkan, yang mana saja yang buatan Indonesia,". "Tentu sangat membanggakan jika Indonesia telah mampu membuat kapal perang sendiri," kata Ahmad salah seorang pengunjung.

Dari sejumlah replika kapal perang yang ditampilkan, terdapat kapal Catamaran yang merupakan kapal produksi dalam negeri, kapal patroli cepat, dan kapal perang jenis Landing Platform Dock yang merupakan produksi bersama Indonesia-Korea Selatan.

Kepala Sub Dinas Kesejarahan Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Letkol TNI Julius Widjojono mengatakan dalam pameran tersebut, TNI Angkatan Laut menampilkan gelar kekuatan yang menampilkan beragam jenis kapal perang untuk melaksanakan tugas pokoknya seperti kapal perang jenis van speijk, froch, korvet, kapal patroli cepat 57 mm dan kapal patroli 22 mm catamaran.kapal perang.

Kapal selam KRI Cakra-401 juga tampak menambah deretan arsenal yang dimiliki TNI Angkatan laut untuk menjalankan tugas pokoknya.

Tak hanya itu terdapat pula helikopter jenis Bolco NBO-105 dan pesawat udara untuk keperluan transportasi dan patroli. Ditampilkan persenjataan individu yang digunakan personel TNI Angkatan Laut seperti pistol Sig Sauer dan senapan runduk M93 Black Arrow yang merupakan senapan runduk anti material militer modern buatan Republik Federal Yugoslavia.

Namun, selain decak kagum dan bangga sebagian pengunjung juga mempertanyakan efektivitas seluruh arsenal TNI Angkatan Laut tersebut untuk mengamankan wilayah perairan nasional.

"Apakah seluruh kapal-kapal ini laik operasi dan cukup mengamankan perairan Indonesia yang begitu luas," kata salah seorang pengunjung Ridwan.

Pengunjung lainnya menambahkan, "apakah dua kapal selam cukup untuk mengamankan wilayah Indonesia,".

Sebagai negara kepulauan Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 81.000 kilometer dengan jumlah pulau mencapai lebih dari 17.500 pulau serta luas perairan mencapai 3,1 juta kilometer persegi. Dengan kondisi itu, diperlukan gelar kekuatan Angkatan Laut yang mumpuni.

"Namun, pada pembangunan jangka panjang tahap pertama hingga 2024 TNI belum mengembangkan kekuatan tempur samudranya," kata pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjayanto.

Ia menambahkan,"meski banyak kapal-kapal perang baru yang layak operasional ,tidak layak untuk melakukan pertempuran karena belum didukung persenjataan yang memadai".

Andi menuturkan dibandingkan era 1960-an gelar kekuatan maritim Indonesia saat ini sangat jauh dari memadai.

"Saat itu, Angkatan Laut Indonesia dengan gelar kekuatan yang besar dan persenjataan yang handal, sangat disegani dan ditakuti di Asia Tenggara bahkan Asia Timur," ungkapnya.

Sumber: ANTARA News

Friday, October 14, 2011

Lomba Tembak AARM Ke-21 Resmi Dibuka

Kaskostrad Mayjen TNI Hendra Rizal (kiri) menyerahkan trophi kepada juara pertama Lomba Tembak Angkatan Darat ASEAN (AARM) ke-21 di Divif 1/Kostrad Cilodong, Depok, Jabar, Jumat (14/10). Lomba yang diikuti 470 atlet petembak Angkatan Darat (AD) dari 10 Negara ASEAN itu selain mengukur kemampuan petembak angkatan darat, juga untuk mempererat hubungan dan interaksi antar AD negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN. (Foto: ANTARA/Jafkhairi/ss/Spt/11)

14 Oktober 2011, Cilodong (Jurnas.com): Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-21 resmi dibuka. Event ini dibuka langsung oleh Wakil KASAD Letnan Jenderal Budiman. "Semoga kegiatan AARM ini bisa mempererat silatuhrahmi TNI AD antarnegara ASEAN. Saya berharap, event lomba tembak ini bisa terjalin saling pengertian, kerja sama antar Angkatan Darat negara-negara ASEAN," kata KSAD Jenderal Pramono Edhi Wibowo, dalam sambutan yang dibacakan Wakil KSAD Letjen TNI Budiman, di Madivif-I/Kostrad Cilodong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/10).

Pantauan Jurnal Nasional, kontingen dari semua negara anggota ASEAN berkumpul dan berbaris di lapangan untuk mengikuti upacara pembukaan sekitar pukul 08.30 WIB. Budiman sendiri bertindak sebagai Inspektur upacara.

Event AARM ke-21 ini dilaksanakan setiap tahun dan diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara anggota ASEAN dengan tempat bergiliran. Tahun ini TNI AD bertindak sebagai tuan rumah.

Adapun event AARM ke-21 ini dilaksanakan di Lapangan Tembak Kartika, Cilodong dari 14 Oktober hingga 27 Oktober. Jenis lomba antara lain tembak senapan, karaben, pistol putra/putri dan senjata automatis.

Indonesia Saingan Terberat Malaysia

Sejumlah tentara dari angkatan darat negara -negara ASEAN membidik sasaran. (Foto: ANTARA/Jafkhairi/ss/Spt/11)

Dalam lomba tembak yang diikuti oleh Angkatan Darat negara-negara Anggota ASEAN kali ini, kontingen Malaysia mengakui, kontingen Indonesia merupakan saingan terberat. Hal itu dikatakan oleh Ketua Kontingen Malaysia, Letnan Kolonel Roshasni kepada wartawan usai Lomba Tembak hari pertama.

"Saingan terberat kami adalah Indonesia. Sebab kami baru balik bulan Mei lalu itu dari ASEAN Shoothing Army Meeting (ASAM) di Australia, Indonesia menjuarai ASAM 2011. Malaysia di tempat kedua. Kami mengalahkan tim Indonesia sikit saja. Berdasarkan pada prestasi ASAM, kami di sini harapkan kejuarannya dikekalkan.

Kendati demikian, Roshasni mengharapkan, tim petembak Malaysia dapat menjuarai Lomba Tembak AARM 2011 kali ini. Roshasni juga menjelaskan, kontingen Malaysia sudah melakukan persiapan sejak bulan Mei. "Dari 80 orang yang ikut seleksi, kemudian dipilih 50. Kemudian dipilih betul-betul 31 petembak untuk ikut lomba," kata Komandan Batalion Lintas Udara Malaysia ini.

Roshasni juga berkeyakinan, setidaknya kontingen Malaysia dapat meraih posisi runner up dalam lomba tembak kali ini. "Ya, kalau itu dibandingkan prestasi tahun lalu di Malaysia, dengan prestasi tahun ini meningkat. Kalau masih kekal pada tahap yang sama, kemungkinan tempat keduanya cerah. Tempat nomor satunya, kalau tuahnya membenarkan, Insya Allah," ujarnya.

Kontingen Malaysia juga berharap, hubungan Angkatan Darat negara-negara ASEAN semakin erat dengan adanya Lomba Tembak AARM ini. "Ya, dalam ini kita satu komuniti, kita hubungan dirapatkan. Karena tiap tahun kan orangnya berbeza tim petembak yang diturunkan. Jadi kalau ada perjumpaan kaya ini, persaudaraan itu dieratkan semua, yang mana telah ada diperkukuhkan," ucapnya.

Event AARM ini dilaksanakan setiap tahun dan diikuti oleh Angkatan Darat dari negara-negara anggota ASEAN dengn tempat bergiliran. Tahun ini TNI AD bertindak sebagai tuan rumah.

Lomba tembak AARM ke-21 ini dilaksanakan di lapangan tembak Kartika Cilodong selama 14 hari, dari 14 Oktober hingga 27 Oktober dan diikuti sebanyak 470 atlet petembak Angkatan Darat dari 10 negara ASEAN.

Ada enam cabang yang dipertandingkan, yakni cabang Pistol Putra dan Putri, Senapan, Senjata Otomatis, Karaben, dan Novelty Shoot. Cabang Novelty Shoot ini khusus dilombakan antara Pimpinan Angkatan Darat negara-negara ASEAN.

Lomba tembak AARM ke-21 ini memperebutkan 117 tropi, terdiri atas 15 tropi bergilir, 47 tropi lomba, dan 55 tropi Novelty Shoot, dan memperebutkan 389 medali emas, perak, dan perunggu. Pada 2010, AARM dilaksanakan di Malaysia dan TNI AD berhasil meraih juara umum.

Sumber: Jurnas

Monday, October 3, 2011

Formasi Delta Sukhoi Meriahkan HUT TNI 2011

Lima pesawat Sukhoi TNI AU Flying Pass berkecepatan 750 km perjam dengan ketinggian 150 m pada gladi bersih memperingati HUT TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap di Jakarta, Senin (3/10). Peringatan HUT ke-66 tersebut mengangkat tema Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/Spt/11)

3 Oktober 2011, Jakarta (Investor): Formasi Delta lima unit pesawat Sukhoi akan memeriahkan peringatan HUT ke-66 Tentara Nasional Indonesia pada 5 Oktober 2011.

Aksi berupa terbang lintas tersebut ditampilkan lima unit Sukhoi SU-27SK dan SU-30MK dalam gladi bersih peringatan HUT ke-66 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (3/10).

Gladi bersih yang disaksikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan ketiga kepala staf angkatan itu juga dimeriahkan terbang lintas satu flight pesawat Hawk 100/200.

Selain terbang lintas dua jenis pesawat tempur TNI tersebut, serangkaian hari jadi TNI pada tahun ini dimeriahkan pula atraksi terjun bebas beberapa prajurit dari TNI dan Polri.

Para penerjun itu dikeluarkan dari "perut" pesawat C-130 Hercules yang melintas di atas Markas Besar TNI Cilangkap.

HUT ke-66 TNI juga dimeriahkan beragam atraksi keterampilan bela diri prajurit TNI dan aneka kesenian.

Peringatan HUT ke-66 TNI bertemakan "Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI".

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan memimpin langsung peringatan hari jadi TNI yang telah memasuki usia setengah abad lebih.

Pesawat Su-27 SK merupakan pesawat tempur multifungsi, terutama fungsi air superiority atau keunggulan di udara dengan jarak jangkauan jelajahnya yang jauh, serta kemampuan manuver yang tinggi.

Pesawat itu memiliki kemampuan combat radius sejauh 1.500 kilometer serta jarak jelajah maksimal 4.000 kilometer sehingga jika ada pesawat asing masuk wilayah RI dari Timor Leste atau Papua, maka pesawat itu mampu mencegat walaupun lepas landas dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara pesawat Su-30, memiliki maximum operating range sampai 5.200 kilometer dan kecepatan tertinggi mencapai 2,3 kali kecepatan suara.

Sumber: Investor