Sejumlah anggota Satgas POM TNI Kontingen Garuda XXV-D/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) mengikuti Lomba Tembak UNIFIL/Unifil Inter Contingent Combat Shooting Championship 2012, di Lapangan Tembak Sector East, Ebel El Saqi, Lebanon Selatan, Kamis (24/5/). Kegiatan lomba tembak UNIFIL Championship 2012 yang diselenggarakan Kontingen Indbatt (India Battalion) diikuti oleh kontingen yang berada di UNIFIL antara lain : Kontingen Spanyol, Chinbatt (China Battalion), French (Perancis), Irishbatt (Irlandia Battalion), Malbatt (Malaysia Battalion), Kontingen Indonesia (Indo FPC, Indo FHQSU, Indobatt dan POM TNI), dan Belubatt (Belgia Battalion). (Foto: ANTARA/Bapen Satgas POM TNI Konga XXV-D/UNIFIL, Sersan Mayor Parjo/HO/Koz/hp/12)
26 Mei 2012, Lebanon: Komandan Satgas POM TNI Kontingen Garuda XXV-D/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra, S.H., mengirimkan petembak terbaiknya untuk mengikuti Lomba Tembak UNIFIL /UNIFIL INTER Contingent Combat Shooting Championship 2012, di lapangan Tembak Sector East, Ebel El Saqi, Lebanon Selatan, Kamis (24/5).
Prajurit POM TNI yang mengikuti kompetisi menembak antar kontingen ini adalah Lettu Cpm Aris Suciadi, Serka Supriyadi, dan Serka Agus Sri Waluyo (senjata laras panjang) serta Kapten Cpm Hanif Iswanto, Lettu Pom Eko Setiawan dan Serma Seprianus Samuel Sosang (senjata pistol). Kegiatan lomba tembak UNIFIL Championship 2012 yang diselenggarakan Kontingen Indbatt (India Battalion) diikuti oleh Kontingen yang berada di UNIFIL antara lain: Kontingen Spanyol, Chinbatt (China Battalion), French (Perancis), Irishbatt (Irlandia Battalion), Malbatt (Malaysia Battalion), Kontingen Indonesia (Indo FPC, Indo FHQSU, Indobattdan POM TNI), Belubatt (Belgia Battalion), Malcoy (Malaysia Company), Nepbatt (Nepal Battalion), Rokbatt (Republic of Korea Battalion), dan Indbatt (India Battalion).
Kepada peserta menembak, Komandan Satgas POM TNI Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra, S.H., menyampaikan pesan agar kegiatan ini dilaksanakan dengan baik dan tetap memperhatikan faktor keamanan personel maupun materiil.
Dalam perlombaan ada yang kalah dan ada yang menang itu sudah biasa, untuk itu laksanakan dan junjung sportifitas yang tinggi. Terlebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana untuk silaturrahmi dan menjalin hubungan yang baik sesama prajurit yang berasal dari seluruh dunia yang tergabung dalam UNIFIL sebagai peacekeepers di Lebanon Selatan ini , tegasnya.
Sumber: TNI
Showing posts with label KONGA. Show all posts
Showing posts with label KONGA. Show all posts
Friday, May 25, 2012
Sunday, May 6, 2012
TNI Siap Jadi 10 Besar Pengirim Pasukan Perdamaian
Prajurit UNIFIL dari kontingen Indonesia melakukan patroli menggunakan kendaraan tempur di dekat Taybe, Sektor Timur Area Operasi. (Foto: Pasqual Gorriz/Unifil)
4 Mei 2012, Jakarta: TNI berupaya membentuk satu batalyon mekanis yang memiliki kekuatan 800-1.000 personel untuk misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa. Hal ini merupakan bagian dari target Indonesia untuk masuk dalam peringkat 10 besar negara yang mengirimkan pasukan perdamaian.
"Kami harap tahun 2012 satu batalyon mekanis yang disiapkan dan satu kompi zeni bisa dikirim ke negara-negara yang tengah berkonflik. Kita punya kemampuan untuk melakukan tugas-tugas tersebut," kata Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Brigadir Jenderal TNI Imam Edy Mulyono di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/5).
Dengan membentuk batalyon mekanis ini, dia berharap TNI memiliki batalyon gerak cepat (standby forces) dan masuk dalam puncak United Nation Standby Aransement System (UNSAS). Penyiapan pasukan ini, menurut Imam, merupakan bagian dari target TNI untuk masuk ke dalam 10 besar negara yang mengirimkan pasukan perdamaian.
Dua tahun ke depan, TNI menargetkan dapat mengirimkan 4.000 personel di sejumlah negara yang berkonflik. "Dengan jumlah 4.000 personel, diharapkan Indonesia masuk 10 besar negara di dunia yang mengirimkan pasukan perdamaian.
Kita akan cari peluang-peluang yang ada dan melakukan kerja sama dengan lembaga lain yang berkaitan dengan peacekeeping di lingkup ASEAN,” tutur Imam.
PMPP juga tengah mencoba untuk mencari gambaran karena beberapa misi juga menyatakan akan memberikan seruan, khususnya untuk rumah sakit militer dimana PMPP akan menyiapkan tim medisnya, termasuk dokter spesialis.
Komandan PMPP TNI Tutup Kursus UNSOG dan UNLOG
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian, Brigjen TNI Imam Edi Mulyono menutup pelatihan Special Operations Group of the United Nation (UNSOG) dan United Nation Logistics Officers (UNLOG) yang diikuti oleh 80 orang perwira dari TNI dan perwakilan dari delapan negara.
"Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menjalankan tugas dalam misi penjaga perdamaian (peacekeeping)," kata Komandan PMPP Brigadir Jenderal TNI Imam Edi Mulyono di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/5).
Ke-80 orang peserta yang mengikuti program ini terdiri dari 45 orang perwira TNI dan 25 perwira dari negara lain, yakni Bangladesh, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Nepal, Filipina, Sri Lanka dan Thailand itu.
Mereka dipersiapkan untuk mengikuti misi-misi pemeliharaan perdamaian PBB. Kegiatan pelatihan ini dilakukan atas kerja sama dengan Global Peace Operations Initiative (GPIO)-US Pacific Command (USPACOM) yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan wawasan sebagai perwira staf dan perwira logistik pada misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, dalam rangka memperingati "Peacekeepers Day" yang jatuh pada 29 Mei 2012 nanti, PMPP akan mengadakan berbagai kegiatan, antara lain, lomba menulis artikel tentang peacekeepers bagi wartawan, lomba dan pameran fotografi tentang peacekeepers serta pembuatan film peacekeepers berjudul "Garuda untuk Perdamaian".
Sumber: Jurnas
4 Mei 2012, Jakarta: TNI berupaya membentuk satu batalyon mekanis yang memiliki kekuatan 800-1.000 personel untuk misi perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa. Hal ini merupakan bagian dari target Indonesia untuk masuk dalam peringkat 10 besar negara yang mengirimkan pasukan perdamaian.
"Kami harap tahun 2012 satu batalyon mekanis yang disiapkan dan satu kompi zeni bisa dikirim ke negara-negara yang tengah berkonflik. Kita punya kemampuan untuk melakukan tugas-tugas tersebut," kata Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Brigadir Jenderal TNI Imam Edy Mulyono di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/5).
Dengan membentuk batalyon mekanis ini, dia berharap TNI memiliki batalyon gerak cepat (standby forces) dan masuk dalam puncak United Nation Standby Aransement System (UNSAS). Penyiapan pasukan ini, menurut Imam, merupakan bagian dari target TNI untuk masuk ke dalam 10 besar negara yang mengirimkan pasukan perdamaian.
Dua tahun ke depan, TNI menargetkan dapat mengirimkan 4.000 personel di sejumlah negara yang berkonflik. "Dengan jumlah 4.000 personel, diharapkan Indonesia masuk 10 besar negara di dunia yang mengirimkan pasukan perdamaian.
Kita akan cari peluang-peluang yang ada dan melakukan kerja sama dengan lembaga lain yang berkaitan dengan peacekeeping di lingkup ASEAN,” tutur Imam.
PMPP juga tengah mencoba untuk mencari gambaran karena beberapa misi juga menyatakan akan memberikan seruan, khususnya untuk rumah sakit militer dimana PMPP akan menyiapkan tim medisnya, termasuk dokter spesialis.
Komandan PMPP TNI Tutup Kursus UNSOG dan UNLOG
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian, Brigjen TNI Imam Edi Mulyono menutup pelatihan Special Operations Group of the United Nation (UNSOG) dan United Nation Logistics Officers (UNLOG) yang diikuti oleh 80 orang perwira dari TNI dan perwakilan dari delapan negara.
"Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menjalankan tugas dalam misi penjaga perdamaian (peacekeeping)," kata Komandan PMPP Brigadir Jenderal TNI Imam Edi Mulyono di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/5).
Ke-80 orang peserta yang mengikuti program ini terdiri dari 45 orang perwira TNI dan 25 perwira dari negara lain, yakni Bangladesh, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Nepal, Filipina, Sri Lanka dan Thailand itu.
Mereka dipersiapkan untuk mengikuti misi-misi pemeliharaan perdamaian PBB. Kegiatan pelatihan ini dilakukan atas kerja sama dengan Global Peace Operations Initiative (GPIO)-US Pacific Command (USPACOM) yang bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan wawasan sebagai perwira staf dan perwira logistik pada misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, dalam rangka memperingati "Peacekeepers Day" yang jatuh pada 29 Mei 2012 nanti, PMPP akan mengadakan berbagai kegiatan, antara lain, lomba menulis artikel tentang peacekeepers bagi wartawan, lomba dan pameran fotografi tentang peacekeepers serta pembuatan film peacekeepers berjudul "Garuda untuk Perdamaian".
Sumber: Jurnas
Wednesday, February 22, 2012
KRI Sultan Iskandar Muda–367 dan BNS Madhumati (P-911) Gelar Boarding Exercise

23 Februari 2012, Lebanon: KRI Sultan Iskandar Muda–367 melaksanakan latihan Boarding Exercise (Boardex) dengan kapal perang Bangladesh BNS Madhumati (P-911). Serial latihan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi KRI Sultan Iskandar Muda–367.
Boardex adalah latihan pemeriksaan dan penggeledahan di laut yang dilakukan oleh unsur MTF terhadap kapal-kapal yang termasuk dalam daftar mencurigakan (suspect),dimana pemeriksaan dan penggeledahan ini dilaksanakan secara kooperatif.
Pada latihan kali ini KRI Sultan Iskandar Muda–367 disimulasikan sebagai kapal yang diperiksamemberikan data-data yang sesuai dengan expected list yang dimiliki oleh unsur MTF sehingga menuntut untuk dilaksanakan pemeriksaan.
Pelaksanaan latihan diawali dengan prosedur hailing dimana BNS Madhumati(P-911) selaku unsur MTF di AMO memperoleh data yang mencurigakan terhadap kapal suspect kemudian menurunkan 1 tim boarding party dan 1 RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) lengkap dengan senjata ringan dan alat deteksi untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap ABK, muatan maupun dokumen kapal suspect. Latihan dinyatakan selesai setelah Tim Boardex BNS Madhumati (P-911) menemukan simulasi barang terlarang berupa serbuk yang diduga sebagai barang narkotika.
Selesai latihan Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL Letkol Laut (P) Agus Hariadi mengucapkan selamat kepada Dan Tim Boardex BNS Madhumati (P-911)karena latihan ini berjalan baik, aman dan lancar sesuai dengan Standard Operation Procedure (SOP).
KRI Sultan Iskandar Muda–367 Lakukan Advanced Manuevring Exercise

MISCEX 831 Advanced Manuevring Exercise adalah serial yang bertujuan untuk melatih Perwira Jaga Anjungan dalam mengolah gerakkan kapal (Manuvra Taktis) dalam membentuk formasi-formasi taktis yang diisyaratkan oleh OCS secara cepat dan benar. Latihan yang diikuti oleh 3 unsur MTF yakni KRI Sultan Iskandar Muda 367,BNS Madhumati (P-911) kapal dari Bangladesh dan FGS Ensdorf (M-1094) dari Jerman ini membentuk beberapa formasi antara lain formasi bersaf, formasi berbanjar.
Selain melatih oleh gerak kapal, latihan yang dipimpin oleh kapal perang Jerman FGS Ensdorf (M-1094) sebagai OCS ini juga melatih personil dalam code and decodeberita serta prosedur komunikasi dalam kirim terima berita.
Secara keseluruhan latihan yang dilaksanakan selama 2 jam ini dapat berjalan dengan aman dan lancar sesuai yang diharapkan.
Sumber: Dispenkoarmatim
Friday, February 17, 2012
Kontingen Garuda TNI Gunakan Panser VAB pada Latma Neptune Thunder I-12
(Foto: Pasqual GORRIZ/UNIFIL)17 Februari 2012, Lebanon: Kontingen Garuda TNI bersama beberapa negara yang bertugas di negara konflik Lebanon sebagai Pasukan Perdamaian PBB (Peacekeers) yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), melakukan latihan menembak bersama dengan Lebanese Armed Forces (LAF) pada 14-15 Februari 2012. Dalam latihan bersama tersebut, Kontingen Garuda TNI diwakili oleh Satgas Indonesia Force Protection Company (Indo FPC) XXVI-D2.
Latihan menembak bersama antara UNIFIL dengan Militer Lebanon/LAF dengan sandi "Neptune Thunder I-12" dilaksanakan tidak jauh dari perbatasan Lebanon-Israel, tepatnya di UNP 3-1 Coral Beach Naqoura. Persenjataan yang digunakan dalam latihan tersebut mengutamakan penggunaan Ranpur (Kendaraan Tempur) yang dimiliki oleh negara-negara yang tergabung dalam misi UNIFIL, seperti yang digunakan oleh Pasukan Irlandia dengan Mortar Automatic 120 mm dan Granade Launcher 40 mm.
Satgas Indo FPC menggunakan Ranpur VAB (Vehicule de l'Avant Blinde) yang merupakan kendaraan lapis baja dengan kemampuan senjata SMB Browning kaliber 12,7 mm. Target tembakan dalam latihan tersebut diletakkan terapung di lepas pantai yang disimulasikan sebagai kapal laut.
Keikutsertaan Satgas Indo FPC XXVI-D2 dalam latihan "Neptune Thunder I-12" ini diwakili oleh 15 prajurit di bawah pimpinan Kapten Kav I Nyoman Artawan. Dalam kesempatan ini hadir Komandan Kontingen Garuda TNI Kolonel Adm Darmawan Bakti, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas FHQSU XXVI-D1, dan Komandan Satgas Indo FPC Kapten Inf Wimoko, didampingi Pasiops Satgas Indo FPC Kapten Psk Firasat Amansyah.
Sebuah kehormatan bahwa Project Officer dalam latihan Neptune Thunder berasal dari Prajurit TNI yaitu Kapten Inf Fanny Pantouw, yang sehari-hari menjabat sebagai Staff Officer J-7 UNIFIL. Prajurit TNI yang mengikuti latihan ini dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik.
"Latihan Neptune Thunder I-12 kali ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan keahlian di bidang pertahanan dan pengetahuan bersama antara pasukan yang tergabung dalam misi UNIFIL. Untuk masa yang akan datang pasukan Garuda TNI merencanakan menggunakan Kendaraan Tempur buatan dalam negeri ANOA, agar dapat memperkenalkan produk persenjataan militer yang dibuat oleh Indonesia ke dunia Internasional," demikian yang dikatakan Kolonel Adm Darmawan Bakti.
Sumber: KOMPAS
Thursday, February 16, 2012
ABK KRI Sultan Iskandar Muda-367 Menerima United Nations Medal

16 Februari 2012, Lebanon: Setelah melaksanakan penugasan selama 4 (empat) bulan lebih sebagai Pasukan pemelihara perdamaian (Peacekeeping) dibawah komando MTF UNIFIL seluruh prajurit Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL mendapatkan penganugerahan penghargaan United Nations (UN) Medal yang disematkan langsung oleh MTF Commander RADM Luiz Henrique Caroli kepada Komandan KRI SIM-367 Letkol Laut (P) Agus Hariadi selaku Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL sebagai perwakilan dan pada kesempatan yang sama juga diberikan kepada Chief of Staff MTF Kolonel Laut (P) Bambang Irwanto.
United Nations Medal Parade merupakan upacara penganugerahan medali dari Dewan keamanan PBB kepada para Peacekeeper yang memenuhi syarat penugasan peacekeeping dan berkontribusi dalam tugas penegakan dan pemeliharaan perdamaian sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701.
Dalam amanatnya RADM Luiz Henrique Caroli menyampaikan apresiasi dan perhargaan yang tinggi atas partisipasi ABK KRI SIM-367 dalam upaya memelihara perdamaian di Lebanon.Sejak bergabung dengan UNIFIL MTF tanggal 1 Oktober 2011. KRI SIM-367 secara aktif memberikan kontribusi positif mulai dari pelaksanaan MIO, patroli rutin,latihan bersama dengan LAF Navy maupundengan unsur-unsur MTF lainnya diAMO.Pada akhir sambutannya MTF Commander mengharapkan kepada Pemerintah Indonesia secara kontinyu melalui Angkatan Laut Indonesia untuk selalu berpatisipasi pada misi perdamaian guna menjaga stabilitas keamanan di Lebanon.
Berikut kutipan amanat MTF Commander “...I wish to thank the Goverment of Indonesia for assigning KRI SULTAN ISKANDAR MUDA to UNIFIL. MTF is looking forward to continuing working with Indonesian Navy to help keeping the peace and stability in Lebanon.”
Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI H.E Dimas Samodra Roem, Komandan Satgas FHQSU, Wadan Sector East, Komandan SEMPU, Staff Officer dari UNIFIL MTF dan segenap undangan dari kalangan pejabat UNIFIL maupun masyarakat setempat.
Sumber: Dispenarmatim
Tuesday, December 20, 2011
UNIFIL Uji Kelayakan Pengemudi Mobil Jammer Indobatt
(Foto: Unifil)21 Desember 2011, Jakarta (ANTARA News): Tim penguji pengemudi mobil Jammer dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melaksanakan uji kelayakan bagi 10 calon pengemudi mobil Jammer personel Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL.
Keterangan pers dari Mabes TNI, di Jakarta, Rabu, menyebutkan, uji kelayakan para pengemudi itu dalam rangka kesiapan operasional mobil pengacak sinyal yang akan digunakan Indobatt dalam melaksanakan suatu operasi. Pelaksanaan ujian itu dilaksanakan di sekitar lapangan Soekarno, Markas Indobatt, Adshit Al Qusair, Lebanon Selatan, Selasa (20/12).
Tim penguji dari UNIFIL berjumlah dua orang, yaitu Johan Clinton berasal dari Karibia dan George Kaymasiah dari Lebanon.
Pelaksanaan pengujian diawali dari penjelasan singkat tentang teori operasional mobil, dilanjutkan dengan tes pengetahuan mesin, tes tata cara perawatan mobil, tes tata cara pelaporan apabila saat digunakan terjadi gangguan dan yang terakhir tes mengemudi.
Kesepuluh personel Kontingen Garuda yang mengikuti tes ini dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan surat ijin mengemudi khusus mobil Jammer dari UNIFIL.
Mobil Jammer yang digunakan Indobatt merupakan produksi Spanyol, mempunyai kemampuan untuk mengacak sinyal ataupun frekuensi radio yang tergolong canggih, sehingga dapat membantu tugas-tugas Batalyon Mekanis XXIII-F/UNIFIL dalam melaksanakan suatu pergerakan atau tugas operasi selanjutnya dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan.
Perwira kordinator uji kelayakan supir, Mayor Kavaleri Budi Medina, mengatakan, kesepuluh supir yang lulus ini selanjutnya akan mengawaki lima mobil Jammer yang dimiliki Indobatt.
"Untuk penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan atas perintah Komandan Satgas," ujarnya.
Sumber: ANTARA News
Monday, December 19, 2011
Tugas Pemeliharaan Perdamaian Dunia Penting Bagi Indonesia
Sebuah helikopter memuntahkan bahan peledak untuk menghalau para perusuh saat demonstrasi Blue Line disela-sela peresmian Faslitas Latihan dan Pendidikan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Desa Sukahati, Citeureup, Bogor, Jabar, Senin (19/12). PMPP yang beriri di atas tanah seluas 240 hektare tersebut merupakan salah satu fasilitas pendidikan misi perdamaian dan keamanan terbesar di Asia Tenggara digunakan untuk latihan bagi prajurit TNI yang akan bertugas menjadi pasukan perdamaian PBB. (Foto: ANTARA/Jafkhairi/Koz/nz/11)19 Desember 2011, Sentul, Bogor (Presiden RI): Tugas pemeliharaan perdamaian dunia penting bagi bangsa Indonesia. "Tugas ini penting karena konstitusi kita mengamanahkan agar kita ikut melaksanakan ketertiban dunia, world order, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya saat meresmikan Fasdiklat Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) di Bukit Merah Putih, Citereup, Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (19/12) pagi.
Menurut Presiden SBY, situasi keamanan dan perdamaian dunia hingga saat ini belum pernah baik, sehingga pemeliharaan perdamaian internasional adalah tugas yang akan terus dilakukan Indonesia sampai dunia betul-betul aman dan damai sesuai dengan Piagam PBB. "Kita ingin membekali dan meningkatkan kemampuan dan pengalaman TNI, dan dalam batas tertentu Polri, untuk tugas-tugas pemeliharaan perdamaian ini," ujar SBY.
Menjawab pertanyaan mengapa Indonesia harus memiliki pusat pemeliharaan perdamaian, Presiden SBY menjelaskan karena intensitas, partisipasi, dan kontribusi Indonesia dalam berbagai tugas-tugas pemeliharaan perdamaian itu sangat tinggi. "Indonesia adalah negara yang sangat aktif untuk berkonstribusi pada misi pemeliharan perdamaian dunia," Presiden SBY menerangkan.
"Dunia juga menilai bahwa kontingen Indonesia di manapun mereka mengemban tugas memiliki prestasi yang baik. Tentu saja penilaian ini wajib kita pertahankan dan bahkan terus kita tingkatkan," jelasnya.
Presiden mencontohkan ketika kontingen Indonesia mengemban misi perdamaian di bekas negara Yugoslavia. "Indonesia mendapatkan penghargaan yang tinggi karena disiplin kita, can do spirit kita, kinerja kita, bahkan hubungan peace keepers Indonesia dengan masyarakat lokal. Kita dinilai sebagai good guys," SBY menambahkan.
Namun Indonesia kehilangan beberapa kesempatan baik untuk meningkatkan perannya dalam misi-misi ini, misalnya dalam jumlah perwira yang memimpin. "Jumlah perwira-perwira Indonesia yang menjadi leaders tidak terlalu banyak karena hambatan bahasa dan pengetahuan tentang peace keeping mission itu sendiri," kata Presiden.
Kesempatan lain yang terlewatkan adalah ketika Indonesia diberi kesempatan untuk menambah 1 batalyon mekanis untuk kekuatan misi perdamaian di Bosnia dan menempatkan seorang jenderal bintang dua untuk menjadi force commander atau komandan pasukan. "Ternyata kita tidak siap," ujar SBY.
Oleh karena itu Presiden SBY sudah memikirkan untuk membangun sebuah pusat pelatihan dan pendidikan pasukan pemelihara perdamaian bersama dengan perwira TNI lainnya sejak ia selesai bertugas di Bosnia tahun 1996. "Karena pertimbangan tertentu, sayang sekali waktu itu belum bisa dibangun, dan alhamdulillah sekaranglah bisa kita wujudkan," SBY menjelaskan.
Sumber: Presiden RI
Monday, December 5, 2011
Satgas Konga Patroli Udara di Lebanon
(Foto: Unifil)5 Desember 2011, Jakarta (ANTARA News): Personel Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-F akan melakukan patroli udara di area operasi yang menjadi tanggung jawab Batalyon Mekanis TNI XXIII-F/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
Berdasarkan keterangan pers dari Mabes TNI, di Jakarta, Senin, patroli udara itu bertujuan agar wilayah itu tetap bebas dari aktivitas bersenjata ilegal maupun pelanggaran lintas batas "Blue Line" yang dapat memicu kembali terjadinya konflik antara Lebanon dan Israel.
Komandan Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-F Letkol Inf Suharto Sudarsono, usai melaksanakan patroli udara yang pertama kali di area operasi tanggung jawabnya, di Lebanon Selatan, Minggu (4/12), mengatakan, patroli udara ini akan dilaksanakan secara rutin, yakni sebulan sekali dengan melibatkan personel gabungan dari perwira kompi-kompi.
"Hal ini dilakukan untuk mendukung dan melengkapi hasil dari kegiatan taktis yang diperoleh dari patroli jalur darat maupun dari Pos Pengamatan masing-masing kompi, guna mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dapat memicu kembali terjadinya konflik antara kedua negara," tuturnya.
Ia menyebutkan, kegiatan patroli pengintaran udara (Air Patrol Recce) itu merupakan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1701, tahun 2006.
Resolusi ini kemudian diimplementasikan oleh pasukan-pasukan di bawah bendera Unifil dalam bentuk patroli, baik dengan berjalan kaki, berkendaraan darat maupun patroli udara serta penempatan Pos Pengamatan Statis (Static Observation Post), di area operasi masing-masing, termasuk yang dilaksanakan Kontingen Indonesia saat ini.
Operasi pemantauan melalui udara yang pertama kali menggunakan helikopter jenis Bell tipe ET-279 milik Unifil yang mampu memuat sebanyak 9 personel.
Pelaksanaan Patroli Udara ini berlangsung selama 60 menit dimulai pukul 10.00 sampai 11.00 waktu setempat dengan rute wilayah sepanjang Blue Line, mulai dari UN Posn 7-2, UN Posn 9-63 yang merupakan Markas Kompi A, selanjutnya menuju Qabrika, Suwwanan, Tulin, kemudian patroli mengarah ke Markas Indobatt 7-1 dilanjutkan menuju Markas Kompi C di UN Posn 9-2 dekat sungai Al Litani River dan kembali ke Markas Sektor Timur Unifil 7-2 di Marjayon.
Sumber: ANTARA News
Wednesday, November 30, 2011
KRI Sultan Iskandar Muda Laksanakan Latihan SAR Seagull 2011

30 November 2011, Lebanon (Dispenarmatim): Latihan Search and Rescue (SAR) dengan sandi “SEAGUL 2011”. merupakan salah satu bentuk latihan bersama yang digelar oleh MTF UNIFIL. Latihan ini melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367, Heli NV-409, kapal perang dari Jerman FSG PASSAU M-1096 selaku unsur laut, 1 Heli Bell 212 milik ITALAIR sebagai unsur surveilance dari darat, Tim medis KRI SIM-367, tim medis dari Naqura HQ Hospital serta NOC selaku OCS. Latihan ini bertujuan untuk memadukan kemampuan unsur-unsur MTF di Laut dengan kemampuan Pangkalan UNIFIL HQ sekaligus untuk melatih dan uji Kodal.

Tahap perencanaan latihan dilaksanakan di MTF HQ Naqura dilanjutkan dengan tahapan manuver lapangan yang diawali dengan FSG PASSAU M-1096 menurunkan dummy korban sebagai simulasi orang jatuh di laut dan mengirimkan simulasi sinyal distress bahwa kapal mengalami kecelakaan. Unsur-unsur MTF yang beroperasi di AMO melaksanakan pencarian korban dengan pola operasi kerja sama unsur kapal permukaan dan udara, tidak kalah pentingnya, pada latihan ini tim medis dilatih untuk melaksanakan recovery korban sampai dengan Air Medical Evacuation.
Latihan yang berlangsung selama empat jam ini mendapat apresiasi positif dari MTF Commander, Rear Admiral Caroli, karena tiap-tiap bagian dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga diharapkan mampu melaksanakan reaksi yang cepat dan tepat bila dibutuhkan pada kejadian yang sesungguhnya.
Sumber: Dispenarmatim
Sunday, November 20, 2011
Prajurit TNI Juara Lomba Menembak di Lebanon

20 November 2011, Adshit Al Qusayr (Pos Kota): Menjelang berakhirnya masa penugasan sebagai peacekeepers di Lebanon, prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonmek Kontingen Garuda XXIII-E/Unifil atau Indonesia Battalion (Indobatt), berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan sebagai juara pertama dalam kejuaraan Lomba Tembak antar kontingen negara-negara yang tergabung dalam United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL), yang digelar di lapangan tembak Sektor Timur Unifil, Ebel Al Saqi, Lebanon Selatan, Sabtu (19/11/2011).
Kejuaraan yang bertajuk “Sector East Inter Contingent Combat Shooting Championship 2011” ini diikuti oleh 6 Tim, yaitu dari batalyon yang berada di jajaran Sektor Timur Unifil seperti Indobatt, Indbatt, Spainbatt, Nepbatt, Malcoy dan ditambah dari prajurit Lebanon (LAF).
Bertanding dalam suasana hujan dan berkabut dengan suhu udara 8 derajat celcius, tidak menjadi halangan bagi prajurit TNI dalam mengikuti kejuaraan ini, dan hasilya pun cukup membanggakan yaitu tampil sebagai juara pertama dengan nilai 342. Sementara itu prajurit-prajurit India yang bertindak sebagai panitia penyelenggara, harus puas sebagai juara kedua dengan nilai 329, sedangkan prajurit-prajurit dari Spanyol berada di urutan ketiga dengan torehan nilai 281.

Menurut Ketua Tim Indobatt, Mayor Marinir Profs Degratment, dalam kejuaraan menembak senapan ini mengambil jarak 100 meter dengan 3 sikap, yaitu tiarap, duduk dan berdiri. Indobatt yang menurunkan 3 atlet terbaiknya, yaitu Kopda Mar Ruslan, Kopda Anton Yuliantoni dan Praka Asep Imam, mampu melaksanakan tugasnya dengan baik meskipun dalam cuaca yang amat dingin dan hujan.
Sementara itu, Komandan Indobatt, Letkol Inf Hendy Antariksa, mengatakan turut bangga dengan perjuangan petembak-petembak Indobatt yang telah dua kali menjadi yang terbaik dalam lomba menembak antar kontingen di Unifil. “Ini merupakan prestasi yang sangat positif menjelang kepulangan kita ke tanah air, semoga dengan hasil ini mampu menunjukkan martabat kontingen Indonesia di mata Internasional”, tegasnya.
Sumber: Pos Kota
Sunday, November 13, 2011
KRI Sultan Iskandar Muda Gelar Latihan Boardex

10 Nopember 2011, Laut Teritorial Lebanon ((Dispenarmatim): Boarding exercise (boardex) merupakan latihan yang bertujuan untuk melatih tim anjungan dan boarding party dalam melaksanakan prosedur pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang mencurigakan (suspect) di area of maritime operation (AMO). Serial latihan ini dilaksanakan pada pukul 13.00 s.d 15.00 LT dimana KRI SIM-367 bertindak sebagai officer conducting serial (OCS) yang bertugas mengirimkan tim boarding ke FGS ENSDORF M-1094 selaku kapal suspect. Pada latihan ini disimulasikan kapal suspect setuju untuk dilaksanakan inspection terhadap kapalnya dimana pemeriksaan dan penggeledahan akan dilaksanakan secara kooperatif dan tidak menggunakan kekerasan yang bertujuan untuk menemukan benda illegal.
Pelaksanaan latihan diawali dengan prosedur hailing dimana KRI SIM-367 selaku unsur MTF dan MIOC di AMO memperoleh data yang mencurigakan terhadap kapal suspect. KRI SIM-367 kemudian melaksanakan koordinasi dengan MTFC yang selanjutnya diperintahkan untuk melaksanakan inspection terhadap kapal suspect. KRI SIM – 367 kemudian menurunkan 2 tim boarding party dan 2 RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) lengkap dengan senjata ringan dan alat deteksi untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap ABK, Dokumen maupun kapal suspect. Latihan dinyatakan selesai setelah Tim Boardex menemukan barang terlarang (satu pucuk pistol) yang disembunyikan pada ruangan yang telah ditentukan. Selanjutnya Katim melaporkan dan diperintahkan kembali ke kapal dengan tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan perlawanan dari ABK kapal suspect.
Latihan ini mendapat perhatian yang sangat baik dari FSG ENSDORF M-1094 dimana Komandan FGS Ensdorf M-1094 memainkan peran langsung sebagai nahkoda kapal dibantu oleh enam orang anggotanya dengan menjalankan realistic scenario sebagai kapal suspect.
Sumber: Dispenarmatim
Pangdam IV Diponegoro Lepas Ratusan Prajurit Yonzipur ke Kongo

14 November 2011, Semarang (ANTARA News): Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mulhim Asyrof melepas 130 prajurit Batalyon Zeni Tempur 4/Tanpa Kawandya dalam rangka tugas pemeliharaan perdamaian dunia di Republik Demokratik Kongo.
Upacara pemberangkatan pratugas prajurit yang tergabung dalam satuan tugas Kontingen Garuda XX-I/Monusca tersebut dipimpin Pangdam IV/Diponegoro dan berlangsung di markas Yonzipur 4/Tanpa Kawandya, di Banyubiru Ambarawa, Kabupaten Semarang, Senin.
Pangdam menjelaskan satuan tugas Kontingen Garuda XX-I/Monusca dengan jumlah total sebanyak 175 personel gabungan tersebut mempunyai tugas pokok menjaga stabilitas keamanan serta melaksanakan pembangunan atau rehabilitasi sarana dan prasarana wilayah di Kongo.
"Operasi luar negeri di bawah naungan bendera PBB ini merupakan bagian dari operasi militer selain perang sesuai Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI serta dilandasi oleh kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif," kata Pangdam.
Menurut Pangdam, prajurit Yonzipur 4/Tanpa Kawandya yang berangkat ke Kongo dituntut untuk senantiasa menjunjung tinggi kehormatan NKRI di mata internasional dalam setiap pelaksanaan tugas dan harus menjalin koordinasi serta hubungan yang baik dengan pemerintah setempat, termasuk pasukan perdamaian dari negara lain.
Lebih lanjut Pangdam menjelaskan, prajurit dari Yonzipur 4/Tanpa Kawandya yang menggantikan prajurit Yonzipur 10 dari Papua sebagai pasukan penjaga perdamaian sebelumnya, mendapat pembekalan fisik, mental, kesehatan, serta terkait pemasalahan teknis.
"Sebelum berangkat ke Kongo, para prajurit ini akan melakukan pematangan persiapan di pusat misi pemeliharan perdamaian (PMPP) di Mabes TNI bersama 45 prajurit dari kesatuan TNI yang lain," ujarnya.
Pangdam mengatakan, para prajurit Yonzipur 4/Tanpa Kawandya yang diseleksi secara khusus dari 600 prajurit itu juga telah dibekali dengan keterampilan di bidang seni seperti kesenian Reog dan Jatilan, tari Kecak, Tari Saman, serta rebana.
"Berbagai kesenian tersebut diharapkan dapat dikenalkan dan ditampilkan kepada warga negara Kongo pada saat ada perayaan nasional di negara setempat sebagai sarana untuk mengenalkan budaya Indonesia," kata Pangdam.
Sumber: ANTARA News
Thursday, October 20, 2011
Misi Kontingen Garuda TNI di Lebanon Diapresiasi
Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigadir General Guitierrez Diaz De Otazu, (dua kiri), menyematkan Medali PBB kepada Komandan Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indobatt, Letkol Inf Hendy Antariksa, saat upacara INDOBATT Medal Parade di Lapangan Parade Soekarno, Markas Indobatt UN Position 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Rabu, (19/10). Sebanyak 1.029 prajurit TNI yang terdiri dari 1.018 prajurit Indobatt dan 11 prajurit yang bertugas sebagai Milstaf di Sektor Timur UNIFIL, menerima penghargaan Medali PBB, penghargaan ini diberikan kepada personel 'peacekeepers' (penjaga perdamaian) yang bertugas dengan baik selama kurun enam bulan. (Foto: ANTARA/HO-KUWADI/ss/mes/11)20 Oktober 2011, Kairo (Investor): Kontingen Garuda TNI dalam misi Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dinilai berhasil karena mampu berinteraksi dengan masyarakat setempat dengan baik.
"Pasukan penjaga perdamaian internasional dari negara lain di Lebanon sebaiknya mencontoh Kontingen Indonesia dalam menjalankan misinya. Misi Indonesia berhasil, karena berinteraksi dengan masyarakat setempat dan disambut dengan hangat," kata Komandan Sektor Litani-Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) Kolonel Fouad Naser dalam dialog interaktif di Beirut, Selasa (18/10).
Dialog Interaktif bertajuk "Peluang dan Tantangan Misi Perdamaian Indonesia dalam Menjaga Perdamaian dan Keamanan Internasional" itu diselenggarakan di hotel Movenpick Beirut, kata siaran pers KBRI Beirut yang diterima Antara Kairo, Kamis.
Seorang prajurit TNI (Serda Kowal Graha Ayu), yang tergabung dalam Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indobatt, memperlihatkan Medali PBB sesaat setelah upacara INDOBATT Medal Parade di Lapangan Parade Soekarno, Markas Indobatt UN Position 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Rabu, (19/10). (Foto: ANTARA/HO-KUWADI/ss/mes/11)Sejumlah akademisi, pejabat militer dan sipil Lebanon menjadi narasumber pada Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh KBRI Beirut berkeja sama dengan Kontingen Garuda TNI.
Duta Besar RI untuk Lebanon Dimas Samodra Rum, dalam sambutan menyampaikan kegiatan dialog tersebut merupakan sarana konsultasi bagi para pejabat dan pihak berkepentingan baik Indonesia maupun Lebanon.
"Kami mengharapkan Dialog Interaktif yang diikuti oleh peserta dengan narasumber dari Indonesia dan Lebanon ini dapat mengidentifikasi berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi misi perdamaian Indonesia di lapangan," katanya.
Dialog tersebut dimaksudkan pula menjadi bahan masukan bagi perumusan kebijakan dan peningkatan peran dan partisipasi Indonesia di dunia internasional di masa mendatang, ujarnya.
Sumber: Investor Daily
Monday, October 17, 2011
Rasex KRI Sultan Iskandar Muda dengn HS Roussen

18 Oktober 2011, Lebanon (Koarmatim): UNREP/RASEX (Underway Replenishment/Replenishment At Sea) merupakan salah satu serial latihan dalam MTFEX (Maritime Task Force Exercise) yang dilaksanakan antar Unsur MTF dengan daerah latihan di dalam sektor AMO. RAS / Pembekalan di laut itu sendiri adalah suatu cara pengiriman/pengisian baik logistik maupun personel dari kapal pemberi (delivering ship) ke kapal penerima (receiving ship) yang dilaksanakan dengan berlayar dan dalam waktu sesingkat-singkatnya, sehingga membutuhkan tingkat kecakapan seamanship serta kerja sama tim yang baik. Kegunaan lain (sustainability) pembekalan di laut ini adalah untuk memperpanjang kehadiran di laut, menjaga kerahasiaan dan efisiensi operasi.
Latihan yang diawali dengan “peran pembekalan di laut” tersebut dilaksanakan pada pukul 14.00-15.00 LT di Zone 1 Center AMO (Area of Maritime Operation), KRI SIM 367 bertindak sebagai OCS (Officer Conducting Serial) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab mengendalikan pelaksanaan latihan. Dalam latihan ini dilaksanakan 2 (dua) kali, pertama KRI SIM sebagai kapal pemberi (delivering ship) dan kedua sebagai kapal penerima (receiving ship) bergantian dengan HS Roussen P 67 (Yunani), dengan pengiriman barang mailbag transfer/lightjackstay sebagai tanda persahabatan antar unsur yang tergabung dalam satuan tugas Maritime Task Force/UNIFIL.
Melalui latihan tersebut tercermin team work dan profesionalisme, mulai dari pengendalian kapal (ship handling) saat manuver mendekat (approach maneuver), dan kecakapan Tim RAS. Latihan ini juga meningkatkan mutual cooperation (kerja sama) dan relationship (hubungan) antar unsur yang tergabung dalam Maritime Task Force/UNIFIL lebih erat lagi.
RASEX ini merupakan yang pertama bagi KRI SIM-367 dengan unsur-unsur Maritime Task Force/UNIFIL lainnya seiring dengan penunjukan KRI SIM-367 sebagai MIO Comander.
Sumber: Koarmatim
Tuesday, October 11, 2011
Indobatt-Rokbatt Bicarakan "Hyun Bin" di Lebanon
12 Oktober 2011, Surabaya (ANTARA News Jatim): Surabaya - Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indonesian Battalion (INDOBATT) dan Republik Of Korea Battalion (ROKBATT) menyinggung Duta Pertahanan Korea untuk Indonesia, Hyun Bin, dalam pembicaraan di Lebanon.
Perwira Penerangan Mayor Pasukan Banu Kusworo kepada ANTARA melalui surat elektronik dari Lebanon, Rabu, melaporkan kehadiran Hyun Bin dalam peringatan HUT ke-66 TNI di Jakarta (5/10) disinggung dalam pertemuan Indobatt - Rokbatt di Camp Dong Myung UN Position 2-5, Tier Dabba, Lebanon Selatan (11/10).
"Kedatangan Komandan INDOBATT Letkol Inf Hendy Antariksa dalam pertemuan di Markas Rokbatt itu untuk memenuhi undangan 'Familiarization and Coordination' dari Rokbatt," ucapnya.
Menurut dia, undangan itu bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi serta koordinasi yang erat antar-Batalyon yang sama-sama mengemban misi sebagai pasukan penjaga perdamaian ("Peacekeepers") di wilayah Lebanon Selatan.
"Dalam acara tersebut, Komandan INDOBATT didampingi oleh Wadan Satgas,Letkol Mar Harnoko, Kasiops Mayor Inf Hendriawan Senjaya, Kasi Intel Mayor Inf Budi Santosa, Interpreter Mayor Sus Harianto, dan Interpreter Arab Mayor Sus Evi Mukavi," paparnya.
Selain itu, hadir pula Kasi CIMIC Mayor Arh Sukma Yudha, Pasiplan Mayor Mar Profs Dhegratment, Pasiops Kapten Mar Eko Budi P, Pasipers Kapten Laut (KH) Iwan Riswanto, Pa Food Kapten Caj Supriyatna, dan MTO Lettu POM Jarot Nyamantoro.
Pertemuan juga dihadiri Komandan Kontingen Indonesia Kolonel Pnb Yulianta dan Komandan Satgas FPC Mayor Inf Henry Mahyudi.
"Kedatangan Rombongan Komandan INDOBATT itu disambut langsung oleh Komandan ROKBATT, Kolonel Kim Taeup beserta staf, kemudian rombongan disuguhi penampilan menarik para prajurit ROKBATT yang mendemontrasikan seni beladiri Taekwondo," ujarnya.
Setelah menyaksikan penampilan Taekwondo prajurit ROKBATT, kemudian rombongan menerima presentasi tentang kekuatan personel dan wilayah area operasi serta kegiatan operasional yang dilaksanakan oleh ROKBATT.
"Di awal presentasi itulah, Komandan ROKBATT menampilkan cuplikan berita kunjungan Duta Besar Korsel Kim Young Sun dan Duta Pertahanan Korea untuk Indonesia, Hyun Bin, saat menghadiri peringatan HUT TNI ke-66 di Jakarta," katanya.
Dalam kesempatan itu, Komandan ROKBATT juga menyampaikan terima kasih atas kesediaan Komandan INDOBATT untuk memenuhi undangannya.
"Beliau berharap jalinan silaturahmi tersebut bisa makin erat untuk memudahkan koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan," katanya.
Selain itu, keduanya juga membahas rencana kegiatan latihan bersama antara Indobatt dengan Rokbatt.
Pertemuan diakhiri dengan jamuan makan siang ala Korea di Korea House ROKBATT serta saling tukar cendera mata antara kedua Komandan Satgas.
Sumber: ANTARANews Jatim
Sunday, October 9, 2011
TNI Kibarkan Merah Putih di Haiti

10 Oktober 2011, Port Au Prince (Jurnas): Staf personel dan logistik Satgas Kompi Zeni (Kizi) TNI Konga XXXII-A/MINUSTAH mengibarkan Sang Saka Merah Putih di depan kantor Force Commander Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti (Minustah), di Komplek Delta Minustah, Port Au Prince-Haiti, sabtu sore (8/10/2011) waktu Haiti.
Perwira Penerangan Konga XXXII-A/Minustah Haiti, Lettu Czi Rofki Meristika dalam pernyataan tertulis yang diterima Jurnal Nasional hari ini (10/10) mengatakan, pengibaran bendera merah putih ini dilakukan Kontingen Indonesia diwakili oleh Kapten Czi Catur Witanto (Pasi Log) dan Sertu Aji Dwi (Basi Log) serta dibantu tentara wanita dari Philipina/ staf U4 Calista.
“Merah Putih berkibar gagah di Minustah, Haiti, karena kibaran angin yang kencang. Pengibaran berlangsung lancar dan tertib walaupun cuaca terik dan menyengat,”katanya.
Satgas Kizi TNI Konga XXXII-A/MINUSTAH berada dibawah pimpinan Letkol Czi Winarno yang merupakan Alumnus Akmil 1993 selaku Komandan Satgas. Satgas ini terdiri dari 167 prajurit TNI dengan komposisi 143 personel TNI AD, 21 personel TNI AL dan 3 personel TNI AU. Komposisi personel adalah 16 Perwira, 36 Bintara dan 115 Tamtama.
Satgas ini akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Haiti selama satu tahun pada misi MINUSTAH dalam rangka rekonstruksi dan rehabilitasi daerah yang terkena dampak bencana gempa bumi di Haiti serta melaksanakan tugas-tugas Vertical Constructions dan Horizontal Constructions dalam rangka mendukung dan mensukseskan tugas MINUSTAH di Haiti.
Sumber: Jurnas
KRI Sultan Iskandar Muda-367 sebagai MIO COMMANDER
Pemeriksaan data kapal-kapal yang akan masuk ke Lebanon melalui komunikasi radio, KRI SIM 367 maupun dari Heli BO-105.7 Oktober 2011, Lebanon (Dispenarmatim): KRI Sultan Iskandar Muda (SIM) 367 telah berada 2 hari di AMO (Area of Maritime Operation) melaksanakan MIO (Maritime Interdiction Operation) dan Air Surveillance sepanjang 180 Km garis pantai Lebanon dalam mencegah masuknya senjata illegal dan bahan terkait lainya yang masuk lewat perairan Lebanon serta melatih LAF-Navy berdasarkan mandat UNSCR (United Nations Security Council Resolution) 1701.
Untuk yang pertama kali KRI SIM 367 dengan Dansatgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/ Unifil Letkol Laut (P) Agus Hariadi sebagai MIO Commander dan AAWC (Anti Air Warfare Coodinator) bersama unsur-unsur dari Jerman (FGS Ensdorf M-1094, FGS Passau M-1096, FGS Werra A-514, FGS Hyane P-6130, FGS Zobel P-6125), Bangladesh (BNS Osman F18, BNS Madhumati P 911), Yunani (HS Roussen P-67) dan Turki (TCG Bandirma F502) yang berpatroli di sekitar Perairan Lebanon.

KRI SIM 367 menjadi satu-satunya unsur pembawa helikopter dan bertugas sebagai HEC (Helicopter Element Control) dalam misi kali ini. Heli NBO-105 NV 409 dengan nama panggilan “Garuda” menjadi kepanjangan mata dan telinga. KRI SIM 367 dalam melaksanakan tugas sebagai MIO Commander melalui misi-misi seperti ISR (Identification Surveillance And Recognition), SAR (Search And Rescue), Training, CASEVAC (Casualty Evacuation) dan MEDEVAC (Medical Evacuation).
Sumber: Dispenarmatim
Monday, October 3, 2011
167 Prajurit TNI Dikirim ke Haiti
Sejumlah personel kontingen Satgas Kizi TNI, Kontingen Garuda XXXII-A/ Minustah Haiti TA. 2011 mengikuti upacara pelepasan di Markas Besar TNI, Cilangkap di Jakarta, Senin (3/10). Satgas yang dipimpin Letkol Czi Winarno, membawa 167 personel ke Haiti dalam rangka operasi perdamaian atau pemulihan keamanan di bawah bendera Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/Spt/11)3 Oktober 2011, Jakarta (ANTARA News): Sekitar 167 personel Tentara Nasional Indonesia diberangkatkan ke Haiti untuk bergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Haiti (Mission des Nations Unies por la Stabilisation en Haiti/MINUSTAH).
Ke-167 personel TNI itu tergabung dalam Satuan Tugas KIZI TNI Kontingen Garuda XXXII-A/MINUSTAH 2011 dan dilepas keberangkatannya oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Mabes TNI CIlangkap, Senin.
"Ini merupakan kontingen TNI yang pertama kali ditugaskan ke Haiti dan merupakan bukti penguatan kepercayaan PBB terhadap kemampuan pasukan TNI," katanya menegaskan.
Panglima menegaskan pula agar para prajurit dapat menjaga nama baik TNI dan bangsa serta negara Indonesia. "Para prajurit juga agar selalu menjaga prilaku dan sikapnya, menjaga diri dari penyakit dan lakukan pemeliharaan peralatan dan persenjataan yang digunakan agar maksimal mendukung tugas-tugas TNI selama di Haiti," tuturnya.
Satuan tugas ke Haiti dipimpin oleh Letnan Kolonel (Czi) Winarno dan berjumlah 167 orang terdiri atas 143 personel TNI Angkatan Darat, 21 personel TNI Angkatan Laut dan tiga personel TNI Angkatan Udara. Sebanyak 16 orang di antaranya perwira, 36 bintara, dan 115 tamtama.
Satgas KIZI TNI Konga XXXII-A/MINUSTAH akan bertugas di Haiti selama satu tahun. Satgas ini memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas "vertical constructions" dan "horizontal constructions" dalam rangka mendukung tugas PBB di Haiti.
MINUSTAH atau Mission des Nations Unies por la Stabilisation en Haiti adalah misi perdamaian yang dibentuk PBB pada 2004 dengan misi, antara lain, memberikan bantuan kemanusiaan, pemulihan keamanan dan stabilitas serta rekonstruksi ekonomi pascagempa di Haiti pada 12 Januari tahun lalu.
Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 1908 tahun 2010 dan Resolusi 1927 tahun yang sama mengirimkan komponen personel yang akan terus ditambah sampai mencapai 8.940 orang serta komponen polisi sampai 4.391 orang.
Pengiriman satuan tugas dilakukan dalam tiga gelombang. Pertama pada 11 Agustus 2011 dikirim seluruh alat perlengkapan satgas dengan menggunakan kapal bersama tiga personel. Berikutnya pada 18 September dikirim "advance party team" dengan kekuatan 16 personel untuk menyiapkan basecamp dan akomodasi.
Terakhir, personel dikirimkan pada hari ini dengan penerbangan PBB dari Bandara Halim Perdanakusuma.
Sumber: ANTARA News
Sunday, October 2, 2011
KRI Sultan Iskandar Muda-367 tiba di Lebanon
KRI Sultan Iskandar Muda-367 sesaat sebelum bersandar di dermaga Beirut, Lebanon, Sabtu (1/10). KRI Iskandar Muda membawa 100 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Maritim Konga XXII-C/UNIFIL dan satu buah helikopter. (Foto: ANTARA/HO-Puspen TNI/Kuwadi/ed/ama/11)2 Oktober 2011, Surabaya (ANTARA News): Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 yang dikomandani Letkol Laut (P) Agus Hariadi tiba di Dermaga Beirut, Lebanon, untuk melaksanakan misi perdamaian.
Perwira Penerangan (Papen) Satgas Yonmek Konga XXIII-E/UNIFIL atau INDOBATT (Indonesian Battalion), Mayor Pasukan Banu Kusworo, kepada ANTARA News melalui surat elektronik dari Lebanon, Minggu, melaporkan bahwa KRI Sultan Iskandar Muda itu tiba di Lebanon pada 1 Oktober 2011.
"Kapal yang kedatangannya diterima oleh Wakil Komandan INDOBATT Letkol Mar Harnoko itu akan melaksanakan misi seperti yang sudah dilaksanakan dua KRI yakni KRI Diponegoro-365 dan KRI Frans Kaisiepo-368," katanya.
Sementara itu, upacara penyambutan kedatangan kapal Perang Indonesia di Dermaga Beirut itu dipimpin oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Lebanon, Dhimas Samodra Roem.
Acaranya juga dihadiri oleh Atase Pertahanan RI untuk wilayah Mesir dan Lebanon, Kolonel Laut (P) R. Teguh Isgunarto, Komandan Kontingen Indonesia, Kolonel Pnb Yulianta, dan Wadan Sektor Timur UNIFIL, Kolonel Laut (E) Joko Edy Supriyanto.
Selain itu, Dansatgas SEMPU, Letkol Cpm Dwi Prasetyo Wiranto, Dansatgas MCOU, Letkol Caj G.T Sirumorang, Dansatgas Indo FPC, Mayor Inf Henri Mahyudi dan beberapa staf kedutaan serta perwira TNI.
"Wadan Satgas Indobatt sendiri saat menerima kapal itu didampingi oleh Pasiplan, Mayor Mar Profs Degratmen, Kapten Mar Eko Budi Prasetyo dan Kapten Laut (KH) Iwan Riswanto," katanya.
KRI Sultan Iskandar Muda-367 sesaat sebelum bersandar di dermaga Beirut, Lebanon, Sabtu (1/10). (Foto: ANTARA/HO-Puspen TNI/Kuwadi/ed/ama/11)Dalam pelayaran dari Indonesia ke Lebanon, KRI Sultan Iskandar Muda-367, menempuh jarak 6.555 mil laut, ditempuh dalam waktu satu bulan dengan singgah di beberapa negara di kawasan Asia.
Di Lebanon, kapal perang jenis Sigma ini tergabung dalam Satuan Tugas Maritim Konga XXII-C/UNIFIL dan akan bergabung dengan Maritime Task Force UNIFIL, bersama kapal dari negara lain.
"Untuk wilayah operasinya, KRI Sultan Iskandar Muda-367 akan melaksanakan tugasnya di salah satu zona laut dari beberapa zona yang menjadi tanggung jawab UNIFIL," katanya.
Untuk bergabung dalam satuan tugas Maritim, setiap kapal perang harus memenuhi beberapa persyaratan minimal, antara lain mampu mengoperasikan/mengendalikan Helly, melakukan operasi SAR laut, mampu melakukan pengisian BBM di laut, memiliki fasilitas kesehatan kelas satu dan memiliki "combat management system" secara "real time".
Persyaratan lain yang harus dimiliki oleh satuan kapal perang ini yaitu mampu melaksanakan "self protection", mampu mengidentifikasi kapal kawan/lawan, memiliki berbagai jenis persenjataan, memberikan bantuan kepada satuan Angkatan Laut Lebanon/Lebanese Navy dan kapal tersebut harus dilengkapi dengan helikopter.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Lebanon, Dhimas Samodra Roem, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang di Lebanon dan bergabung dengan prajurit TNI lainnya dalam melaksanakan misi perdamaian.
Dalam waktu yang sama (1/10), Satgas Indobatt juga memperingati Hati Kesaktian Pancasila di Lapangan Parade Soekarno, Markas Batalyon, UN Position 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.
"Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup), Komandan INDOBATT, Letkol Inf Hendy Antariksa, dengan Komandan Upacara Perwira Food, Kapten Caj Supriyatna. Upacara yang digelar pukul 08.00 waktu setempat tersebut ditandai dengan pembacaan cuplikan `Tragedi Nasional` yang menyertai Hari Kesaktian Pancasila," katanya.
Sumber: ANTARA News
Subscribe to:
Comments (Atom)

