Showing posts with label Ranpur. Show all posts
Showing posts with label Ranpur. Show all posts

Wednesday, January 18, 2012

FV 432

FV 432

Jika AS memiliki M113, maka Inggris memiliki FV 432. FV adalah APC buatan pabrik GKN Defence yang diproduksi sebanyak 3000 unit dalam berbagai varian pada tahun 1963-1971. APC ini menggantikan Saracen dalam dinas operasional Angkatan Darat Inggris.

Dalam beberapa hal, FV 432 bisa dikatakan mirip dengan M113. Diawaki dua orang dan bisa membawa sepuluh orang bersenjata lengkap. Sama seperti M113, FV 432 juga memiliki banyak varian. Hanya saja FV 432 tidak memiliki kemampuan amfibi seperti M113.

FV 432 digunakan oleh pasukan Inggris dalam Perang Teluk tahun 1991, operasi pasukan perdamaian PBB di Yugoslavia, dan masih mempergunakan sejumlah FV 432 dalam operasi militer di Irak dan Afghanistan.

Specification (FV 432 Mk.1):
Crew : 2 + 10
Armament :
Main : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 15,280 kg
Length : 5.25 m
Width : 2.80 m
Height : 2.28 m
Powerpack : 240 hp Rolls Royce K60 multi fuel engine
Maximum road speed : 52 km/h
Range : 480 km

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4784489&page=5

FV 603 Saracen

FV 603 Saracen

FV 603 Saracen adalah APC buatan perusahaan Alvis, Inggris. Kendaraan pengangkut pasukan ini diproduksi pada tahun 1953 sampai dengan tahun 1972.

Saracen diawaki oleh dua orang dan bisa mengangkut sepuluh orang tentara bersenjata lengkap. Dipersenjatai dengan dua pucuk senapan mesin kaliber 7,62mm dan banyak digunakan oleh pasukan Inggris untuk tugas-tugas patroli keamanan di wilayah Malaysia dan Irlandia Utara.

Inggris menggunakan Saracen sampai dengan tahun 1963 dan kemudian menggantinya dengan FV432. Selain Inggris, Saracen juga digunakan oleh Australia, Brunei, Indonesia, Yordania, Kuwait, Nigeria, Afrika Selatan, Sri Langka, Sudan, Thailand, dan Lebanon.

Specification (Saracen Mk.2):
Crew : 2 + 10
Armament :
Main : 2 x 7.62mm machine guns
Combat weight : 10,170 kg
Length : 5.23 m
Width : 2.54 m
Height : 2.46 m
Powerpack : 160 hp Rolls Royce B80 petrol engine
Maximum road speed : 72 km/h
Range : 400 km

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4784489

M59

M59

M59 adalah APC yang dibuat oleh perusahaan FMC dan menggantikan A PC M75 di Angkatan Darat AS pada tahun 1954. Dibandingkan dengan M75, maka M59 berukuran lebih kecil, biaya pembuatannya lebih murah, dan mempunyai kemampuan amfibi. M59 hanya digunakan oleh pasukan AS sampai tahun 1960 dan kemudian digantikan oleh M113.

M59 bekas pakai AS kemudian diberikan kepada negara-negara seperti Lebanon, Turki, Yunani, Brazil, dan Vietnam Selatan sebagai bagian dari bantuan militer AS. Sejumlah kecil M59 sempat digunakan oleh pasukan Vietnam Selatan dalam Perang Vietnam.

Specification :
Crew : 2 + 10
Armament :
Main : 1 x 12.7mm machine gun
Combat weight : 19,300 kg
Length : 5.61 m
Width : 3.26 m
Height : 2.77 m
Powerpack : 2 x 146 hp GMC Model 302 petrol engines
Maximum road speed : 51 km/h
Range : 190 km

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4784489

M75

M75

Pada saat Perang Dunia II AS menggunakan M3 half-track sebagai kendaraan pengangkut personel. Menjelang akhir Perang Dunia II, muncul APC M44 yang diawaki tiga orang dan bisa membawa 24 orang personel. Namun APC ini dirasakan terlalu besar dan lamban, apalagi doktrin Angkatan Darat AS menyebutkan bahwa satu regu infantri terdiri dari sepuluh orang. Sebagai akibatnya maka hanya sedikit M44 yang dibuat .

Angkatan Darat AS lalu membuat spesifikasi APC baru pada bulan September 1945. APC baru ini dibuat dengan berdasarkan kendaran T43 Cargo Carrier dan akhirnya menjadi APC baru pada tahun 1974, yaitu M-75.

M-75 diawaki tiga orang dan dapat membawa sepuluh orang tentara bersenjata lengkap. Kendaraan pengangkut personel ini diproduksi sebanyak 1.700 unit pada tahun 1952-1954 dan sempat digunakan oleh pasukan AS dalam Perang Korea. APC ini dirasakan terlalu mahal untuk diproduksi dan terlalu berat untuk digunakan dalam operasi amfibi dan digantikan oleh M59 pada tahun 1954.

Specification :
Crew : 3 + 10
Armament :
Main : 1 x 12.7mm machine gun
Combat weight : 18,800 kg
Length : 5.20 m
Width : 2.50 m
Height : 2.80 m
Powerpack : 127 hp Continental AO 895-20-4 petrol engine
Maximum road speed : 70 km/h
Range : 185 km

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4784489

Saturday, June 18, 2011

Truk Duro

DURO, Truk Taktis dari Negeri Swiss

DURO merupakan keluarga truk taktis multifungsi, yang pada awalnya di desain dan dikembangkan oleh perusahaan Bucher-Guyer AG yang berasal dari Niederweningen, Switzerland. Pada perkembangan selanjutnya proses produksi dari truk ini dilanjutkan oleh perusahaan MOWAG atau Mowag Motorwagenfabrik AG juga berasal dari negara yang sama,

Sehingga nama dari truk ini pun ikut berubah menjadi Mowag DURO. DURO sendiri merupakan singkatan dari DUrable (tahan lama) dan RObust (kuat), DURO mulai di desain dan di produksi sejak tahun 1994, sebagai konsumen pertama dari DURO adalah Angkatan Bersenjata Swiss yang memesan sebanyak 3.000 unit. Saat ini sudah lebih dari 4.000 unit DURO dari berbagai varian telah di gunakan di berbagai negara, antara lain : Jermany, Venezuela, Inggris, dan Malaysia.

Ada beberapa varian dari DURO yang sampai saat ini masih banyak di pakai di kalangan militer di banyak negara, varian tersebut adalah : DURO II, DURO III dan DURO IIIP. Jika DURO II dan DURO III lebih digunakan sebagai alat pengangkut logistik dan pasukan serta ambulan, yang hanya pada bagian tertentu (terutama kabin) yang menggunakan pelindung baja, maka pada DURO IIIP pelindung baja tidak hanya terbatas pada kabin pengemudi saja tapi hampir seluruh badan dari truk ini terbungkus oleh baja solid yang mampu menahan serbuan senapan mesin ringan dan ranjau anti tank.

Spesifikasi kendaraan yang mempunyai suspensi 4X4 dan 6X6 (tergantung varian) ini adalah; berat 4.800 Kg, panjang 5.5 m, lebar 3.53 m, dan tinggi 2.65 m. Kecepatan maksimal adalah 100 km/jam dengan jarak tempuh 650 Km, sedangkan kapasitas tangki mampu di isi hingga 180 liter.

Tuesday, May 17, 2011

M6 37mm Gun Motor Carriage

M6 37mm Gun Motor Carriage

Pada masa awal keterlibatan AS dalam Perang Dunia II, doktrin militer mereka menyebutkan bahwa untuk melawan pasukan tank musuh adalah tugas tank destroyer. Untuk itu, maka mereka membuat beberapa kendaraan tempur yang dikhususkan sebagai tank destroyer. Salah satunya adalah M6 yang merupakan tank destroyer ringan.

M6 pada dasarnya merupakan truk Dodge WC-55 yang dimodifikasi menjadi tank destroyer dengan pemasangan meriam anti tank M3 kaliber 37mm yang pada saat itu merupakan meriam anti tank standar pasukan AS. Kendaraan tempur dengan empat orang awak ini digunakan oleh pasukan AS dalam operasi militer di Tunisia pada akhir tahun 1942 sampai awal tahun 1943. Tank destroyer ringan ini juga digunakan di front Pasifik sampai awal tahun 1944.

M6 tidak disukai pasukan AS dan dianggap sudah tidak sesuai lagi dalam pertempuran modern. Tidak memiliki lapisan baja yang memadai dan meriam 37mm yang tidak mampu menghadapi tank-tank Jerman menjadi kelemahan utama kendaraan tempur ini. M6 pun kemudian ditarik dari garis depan dan dimodifikasi kembali menjadi truk angkut. Sementara itu meriam kaliber 37mm dari M6 kemudian banyak yang dipasang pada half track, dan beberapa unit M6 juga kemudian diberikan kepada pasukan FFI Perancis di tahun 1944.

Wednesday, May 4, 2011

Land Rover

Land Rover, Kendaraan Tempur Yang Panjang Umur

Jika biasanya blog ini selalu menampilkan peralatan perang yang hanya mampu kita bayangkan saja keberadaanya di negeri kita tercinta, maka kali ini saya akan bercerita tentang kendaraan tempur yang sudah begitu akrab bagi kita semua, bahkan mungkin diantara rekan-rekan sekalian sudah memiliki "si bandel" ini di garasinya :). Kali ini menjadikan Land Rover Defender sebagai bintang tamunya, kendaraan tempur yang sudah berumur lebih kurang 60 tahun ini tetap saja laris di gunakan oleh berbagai angkatan bersenjata di seluruh dunia. Mulai masuk dinas di Angkatan Darat Kerajaan Inggris di sekitar akhir tahun 40an atau tepatnya tahun Mei 1949 ketika Kementrian Perang Kerajaan Inggris memesan 1.878 unit, pada tahun 1950 seolah tidak ketinggalan Angkatan Laut Kerajaan Inggris pun mulai menggunakan kendaraan ini, total pemesanan yang di lakukan hingga tahun 1958 mencapai 13.000 kendaraan.

Konon beberapa unit dari tentara Amerika Serikat yang sedang bertugas di Irak saat ini, juga lebih menyukai kendaraan jenis ini dari pada kendaraan wajib mereka sendiri. Pabrik kendaraan Land Rover yang berlokasi di Solihull, Inggris yang sejak thaun 2000 lalu sudah di kuasai oleh perusahaan otomotif asal Amerika yaitu Ford Motor Company, mampu menghasilkan 200.000 unit kendaraan 4X4 tiap tahunnya.

Sunday, April 24, 2011

Carro Valoce CV33 Tankette

Carro Valoce CV33 Tankette

CV33 adalah tankette (tank ringan yang biasanya berukuran kecil, bersenjata ringan, dan dengan lapisan baja yang tipis. Digunakan untuk tugas-tugas dukungan infantri dan pengintaian) milik pasukan Italia. Diproduksi pada tahun 1933-1935 dengan jumlah produksi mencapai lebih dari 2.000 unit.

CV33 diawaki dua orang. Ranpur seberat 3,4 ton ini menggunakan mesin SPA CV3 berkekuatan 43 tenaga dengan kecepatan maksimum 42km/jam dan jarak tempuh 125km. Pada varian awal ranpur ini hanya dipersenjatai dengan sepucuk senapan mesin kaliber 6,5mm. Namun pada varian selanjutnya dipersenjatai dengan senapan mesin laras ganda kaliber 8mm. Selain varian standar dengan persenjaatan senapan mesin, CV 33 juga dibuat dalam versi flame thrower.

Ranpur ini pertama kali digunakan dalam perang saudara Spanyol, kemudian digunakan dalam Perang Dunia II. Banyak digunakan dalam operasi militer Italia di Afrika Utara dan daerah Balkan. Namun ranpur ini tidak berdaya menghadapi pasukan lapis baja Inggris. Lapisan baja yang tipis dan hanya dipersenjatai dengan senapan mesin menjadi kelemahan utama ranpur ini.

Saturday, April 9, 2011

BTR-152

BTR-152

BTR-152 adalah Armoured Personnel Carrier standar pasukan Uni Soviet dan negara-negara Pakta Warsawa pada tahun 1950-an. Digunakan pula oleh banyak negara sekutu Uni Soviet di Asia dan Afrika.

Pada dasarnya BTR-152 adalah truk ZiS-151 atau ZiL-157 yang diberi lapisan baja. APC ini diawaki 2 orang dan bisa mengangkut 18 tentara bersenjata lengkap. Varian standar BTR-152 biasanya dipersenjatai dengan senapan mesin 7,62 atau 12,7mm.

BTR-152 digunakan oleh tentara Mesir serta Suriah mulai dari konflik Suez tahun 1956 hingga Perang Yom Kippur tahun 1973. Beberapa unit juga masih digunakan dalam konflik di Lebanon tahun 1982.

Type Armored personnel carrier
Place of origin Soviet Union
In service 24 March 1950 - present
Used by See Operators
Wars See Service History
Weight 9.91 tonnes
Length 6.55 m
6.83 m for BTR-152V
Width 2.32 m Height
2.04 m (without the mg)
2.36 m (with the mg)
2.41 m (BTR-152V with the mg)
Crew 2 (+18 passengers)
Power/weight 11.1 hp/tonne (8.3 kW/tonne)
10.8 hp/tonne (8.1 kW/tonne) for BTR-152V
Secondary armament 2x7.62mm SGMB light machine guns (1,250-1,750 rounds) on side pintel mounts (optional)
Primary armament 7.62mm SGMB light machine gun (1,250 rounds) (12.7 mm DShK 1938/46 heavy machine gun (500 rounds) can be used instead)
Ground clearance 300 mm
Fuel capacity 300 l (79 gal)
Operational range 650 km (404 miles)
Speed 75 km/h
65 km/h for BTR-152V

Friday, March 25, 2011

Kogata Type 73

Kogata Type 73

Kendaraan ringan serbaguna Kogata Type 73 dikembangkan oleh Mitsubishi Motor berdasarkan kendaraan komersial Mitsubishi Pajero. Kogata Type 73 secara resmi dikenal sebagai truk 1/2 ton di Pasukan Beladiri Jepang. Kendaraan diproduksi secara komersial pada tahun 1996.

Kapasitas muat Kagota 440 kg, berpenumpang lima orang pasukan berikut satu orang pengemudi. Kogata mempunyai berat dalam keadaan kosong 1,94 ton, panjang 4,14 meter, lebar 1,76 meter dan tinggi 1,97 meter.

Kogata bermesin diesel berkekuatan 123 Hp buatan Mitsubishi dengan sistim transmisi automatis atau manual. Kendaraan mampu dipacu hingga 135 km/jam. Atap kendaraan dari jenis soft top dan kaca depan yang dapat dilipat sebagai standar.

Kendaraan dapat dipersenjatai dengan berbagai variasi senjata, termasuk senapan mesin dan peluncur rudal anti tank.

Sunday, March 6, 2011

Bandvagn 206

Bandvagn 206 si kotak untuk segala medan

Bandvagn 206 atau biasa disebut dengan BV 206, merupakan kendaraan beroda rantai yang mampu di gunakan di segala medan. Di kembangkan oleh Hägglunds (kini menjadi bagian dari BAE Land Systems) untuk Angkatan Bersenjata Swedia, kendaraan ini terdiri 2 unit yang terpisah, keduanya menggunakan roda rantai yang mampu membawa hingga 17 orang, Walaupun demikian bagian trailer yang ada di belakang bisa di fungsikan untuk keperluan lain, tergantung dari jenis atau varian BV 206 ini.

BV 206 di desain untuk mampu membawa pasukan dan perlengkapan yang sanggup melewati segala kondisi daratan, baik itu kawasan yang bersalju hingga rawa-rawa. BV 206 juga mempunyai kualifikasi sebagai kendaraan ampibi, yang mampu berenang hingga kecepatan 4.7 km/jam di dalam air. Saat ini telah lebih dari 11.000 unit telah di produksi dan di gunakan di lebih dari 37 negara di seluruh dunia. Dan negara tetangga kita Malaysia juga telah mengoperasikan sekitar 80 unit BV 206.

Wednesday, February 2, 2011

APR 1 ( Angkut Personil Ringan )

APR 1 ( Angkut Personil Ringan )

APR 1 Pindad, lahir tahun 2005 karena kepepet waktu operasi Militer di Aceh ketika tank Scorpion ditarik dari medan laga akibat keberatan dari pihak Inggris jika alat perang buatannya di gunakan untuk perang melawan rakyat sipil.APR-1 merupakan ranpur produk dalam negeri pertama yang dilibatkan dalam operasi militer terpadu di Aceh selama berlangsungnya Darurat Militer guna menggantikan tank Scorpion.

SPESIFIKASI UMUM

kapasitas 12 orang plus persenjataan senapan mesin 12,5 mm atau AGL 40 mm bertengger di atasnya, di tenagai mesin Isuzu light truck 120 ps kendaraan ini bisa dipacu hingga 120 Km per jam.

Thursday, January 27, 2011

Wolf Armoured Vehicle

Wolf, Serigala Besi Yang Serba Bisa

Nama lengkapnya Wolf Armoured Vehicle tapi biasa dipanggil dengan Wolf saja. Kendaraan taktis multifungsi yang berasal dari Israel ini merupakan generasi kendaraan taktis lapis baja terbaru yang di miliki oleh Angkatan Bersenjata Israel, mulai di produksi dan di perkenalkan ke publik tahun 2007 lalu. Kendaraan taktis yang di desain oleh perusahaan Hatehof ini merupakan kombinasi antara truk komersil yang mempunyai kecepatan dan kelincahan dengan kendaraan angkut personel lapis baja yang mampu di gunakan untuk medan konflik intensitas rendah, yang di sesuaikan dengan kondisi konflik di Israel. 

Pada perkembangan selanjutnya Wolf, di produksi bersama antara Hatehof dan RAFAEL keduanya merupakan produsen peralatan militer asal Israel.

Sebagai platform Wolf menggunakan chasis truk Ford F-550 yang di lengkapi dengan mesin V8 dengan kapasitas 6 liter, transimisi otomatis 5 kecepatan, serta menggunakan penggerak 4 roda. Sebagai kendaraan taktis multifungsi, Wolf yang mempunyai berat 8 ton, panjang 5.75 m, dan lebar 2.38 serta tinggi 2.35 meter ini dapat di gunakan untuk berbagai keperluan sesuai kebutuhan, mulai dari kendaraan angkut personel, kendaraan tempur ringan lengkap dengan turet dan senapan mesinnya hingga ambulan, saat ini Wolf telah di produksi hingga 150 unit.

Thursday, January 20, 2011

LVTP-7 Korps Marinir TNI-AL

LVTP-7 : Pendarat Amfibi Korps Marinir TNI-AL

“Mendarat dan menang..,” itulah misi utama Marinir di seluruh dunia dalam menjalankan tugas sebagai pasukan pendarat, pembuka gerbang untuk operasi militer lanjutan. Bagi Korps Marinir TNI AL adalah hal lumrah untuk berjibaku dan mempertaruhkan nyawa dalam tiap operasi pendaratan militer di seluruh wilayan Nusantara.

Tapi “beban berat” Korps Marinir yang malang melintang dalam berbagai konflik, mulai dari Dwikora, Timor Timur sampai Aceh kebanyakan masih mengandalkan kendaraan tempur (ranpur) amfibi berusia paruh baya. Ambil contoh ranpur BTR-50 dan PT-76 yang sudah eksis menjadi alutsista Korps Marinir sejak awal tahun 60-an. Salah satu sukses misi tempur pendaratan adalah ketersediaan ranpur pengangkut personel (armoured personel carrier/APC) yang handal.

Untuk urusan ranpur pendarat amfibi, sudah empat dekade Marinir TNI AL selalu mengandalkan BTR-50. Walau sudah diretrofit, tetap pada hekekatnya BTR-50 adalah ranpur tua. Penggunaan ranpur tua pun membawa risiko yang tak kecil, sudah beberapa kali terjadi insiden yang menewaskan prajurit Korps Marinir. Memang ada ranpur pendarat lain yang bisa jadi alternatif, sebut saja AMX-10 dan BVP-2, keduanya memang lebih modern tapi sayang tak bisa membawa personel lebih banyak dari BTR-50, dimana BTR-50 bisa membawa 20 personel bersenjata lengkap.

Barulah pada tahun 2010, muncul “solusi” mujarab untuk Korps Marinir dengan hadirnya ranpur LVTP (Landing Vehicle Tracked)-7. LVTP-7 dirancang dengan desain roda rantai, bisa dibilang masuk kelas tank amfibi. Ranpur ini tergolong unik, sebab LVTP-7 terlihat bongsor dengan bobot mencapai 30 ton. Jadilah LVTP-7 sebagai ranpur amfibi dengan bobot terberat yang dimiliki Korps Marinir. Bobot ranpur ini tentu bukan tanpa alasan, LVTP-7 sanggup membawa 25 personel bersenjata lengkap plus 3 awak.

Selayaknya ranpur pembawa personel, asupan persenjataan pada LVTP-7 tergolong terbatas, pastinta tak dirancang untuk menghancurkan MBT (main battle tank). Tapi tetap ada sisi unik yang melengkapi persenjataan pada ranpur ini, maklum Amerika Serikat selalu mengandalkan varian LVTP-7 dalm tiap gelar operasi amfibi, bahkan tak cuma operasi amfibi, ranpur yang juga dijuluki AAV (Assault Amphibian Vehicle)-7 ini juga hadir di medan konflik berpasir, seperti di Somalia dan wilayah Irak.

Sebagai senjata andalan, LVTP-7 mempercayakan kehandalan SMB (senapan mesin berat) browning M2HB kaliber 12,7 mm. Secara teori ranpur ini biasa memuat hingga 1200 peluru kaliber 12,7 mm. Tapi bisa juga SMB ditukar dengan pelontar granat kaliber 40 mm dengan tipe peluru M430 berkategori HEDP (high explosive dual purpose). Sedangkan untuk perlindungan, ranpur ini dilengkapi smoke discharger kalibr 40 mm. LVTP-7 memilikki lapian baja standar 5 cm.

Sebagai penggerak, LVTP-7 menggunakan mesin General Motors 8V53T yang ditempatkan pada kompartemen depan, serupa dengan ranpur AMX-10 dan BVP-2. Dengan daya maksmal yang disemburkan sebesar 400 hp dan dukungan sistem transmisi FMC-400-3 dengan empat percepatan, ranpur ini dapat dipacu hingga kecepatan 64 Km per jam di darat dengan jarak tempuh 480 Km. Sementara saat berenang, berkat sepasang waterjet di kiri dan kanan mampu menghasilkn daya dorong hingga kecepatan 14 Km per jam.

LVTP-7 milik Korps Marinir TNI-AL berasal dari Korea Selatan, pabrik pembuatnya pun bukan FMS, melainkan dibuat berdasarkan lisensi oleh Samsung Techwin. Indonesia memperoleh ranpur ini lewat program hibah, dari yang awalnya direncanakan bakal 35 unit, hingga saat ini baru hadir 10 unit LVTP-7 di Jakarta.

Walau dari segi jumlah sangat minim, LVTP-7 buatan Korea Selatan ini semuanya sudah di upgrade ke versi AAV-7A1. LVTP-7 sangat pas dioperasikan dari kapal jenis LPD (Landing Platform Dock), seperi KRI Surabaya dan KRI Makassar. Presiden SBY pun sempat menjajal melakukan pendaratan amfibi di pantai lampung menggunakan ranpur amfibi ini. Beberapa operasi tempur yang sudah dilewati LVTP-7 yakni pada perang Malvinas (digunakan Marinir Argentina), perang Teluk dan perang Irak.

Spesifikasi LVTP-7
Pabrik : FMC Corporation
Produksi Perdana : 1972
Berat : 30 ton
Panjang : 7,94 meter
Lebar : 3,27 meter
Tinggi : 3,26 meter

Friday, December 17, 2010

DMV-30T

Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T)

Kendaraan sejenis “Humvee” dan bertampang “sangar” ini adalah produk pertama dan asli rakitan PTDI. Kendaraan ini mendapat nomor register di lingkungan TNI-AU yakni 4020-10. DMV menggunakan mesin disel 3000 cc Ford Ranger dan teknologi Mazda Tampilannya semakin perkasa dengan senjata utama senapan mesin GRMG yang disimpan di bagian atap kendaraan, serta senjata FN Minimi kaliber 5,56 mm yang menyembul keluar dari kabin depan yang tidak dipasangi kaca. Gerakan mobil anyar itu dipastikan tetap lincah, baik di jalan raya maupun di medan yang terjal sekalipun. Empat buah ban ukuran besar melekat di dua as dengan ketinggian jarak lantai kabin ke tanah sekitar 90 centimeter. 

Apabila tertembak, bagian ban masih akan tetap berdiri dan berfungsi maksimal karena dilengkapi dengan lapisan besi yang dipasang melingkar pada bagian ban. Kendaraan tempur ini didesain untuk kapasitas empat orang prajurit dengan jok yang terbuat dari fibre glass yang dicat khas warna loreng TNI. DMV mempunyai ketahanan perjalanan hingga 600 kilometer. Berbeda dengan kendaraan biasanya, sasis DMV dibangun dengan besi-besi pipa berkualitas sesuai dengan standard dan spesifikasi kendaraan versi militer

Sunday, December 5, 2010

Rantis (Kendaraan Taktis) MAESA-PT44

Rantis (Kendaraan Taktis) MAESA-PT44, Made in Indonesia

Rantis (Kendaraan Taktis) MAESA PT44 buatan asli putra Indonesia ini, dirancang sebagai kendaraan angkut personel dan artileri carier yang mampu bermanuver di segala medan. Salah satu perancangnya, Mr. Sharsono, perancang ISS (Independent Suspension System) dan rangka/ casis memberikan keterangan seputar rantis hasil rancangannya.

Full Independent Suspension System

MAESA Series “O” adalah Truk Segala Lapangan yang khusus di rancang dan dibuat untuk mengangkut barang dan pasukan.
Maesa memiliki daya angkut sebesar 4000 Kg. Sistim suspensi bebas yang dipasang pada ke empat roda Maesa membuat kendaraan taktis ini dapat melaju 1.5 kali lebih cepat dalam melintasi ladang dan jalanan rusak dibanding dengan kendaraan yang serupa dalam bobot, tenaga dan besar ban yang sama namun menggunakan sistim suspensi konvensional (Pegas daun dan Rigid Axel).

Rongga dibawah truk sangat leluasa dan tinggi berkat penggunaan sistim suspensi bebas, berbeda dengan truk yang menggunakan sistim suspensi konvensional dimana gandarnya menonjol keluar dibawah kendaraan, mengurangi keleluasaan bergerak di luar jalan atau dijalan yang rusak karena rawan terhadap benturan dengan batu-batu atau benda-benda besar yang merintangi jalan.

Bak pengangkut barang dilengkapi dengan bangku duduk yang terbuat dari pilihan besi atau kayu keras sebagai tempat duduk pasukan beserta perlengkapannya. Bagian atas bak barang dilengkapi dengan kerangka besi kokoh dan tertutup terpal untuk melindungi penumpang dari hujan dan teriik matahari.

Sistim Suspensi Bebas buatan Pacific Technology IAD.

Sistim suspensi bebas buatan Pacific Technology IAD ini sudah lama dikenal di dunia dan dianggap unggul. Konfigurasi yang terencana dan sangat maju telah banyak meredam getaran dan goncangan yang ditimbulkan oleh jalanan, menciptakan tidak hanya stabilitas kendaraan, tetapi juga kenyamanan pengendaranya.

Sasis sengaja dibuat sekaku mungkin guna menghilangkan puntiran pada sasis, dan dikombinasikan dengan tingginya kelenturan suspensi yang bergerak masing-masing secara terpisah maka Maesa berhasil menciptakan performa kendaraan yang sangat baik dalam menjelajahi medan jalan yang sangat buruk.

Standard kelenturan suspensi, adalah kemampuan suspensi untuk bergerak keatas dan kebawah. Sistim suspensi bebas buatan Pacific Technology memiliki standard kelenturan sebesar 250mm.

Namun Maesa telah dilengkapi dengan sistim suspensi berstandard 300mm, dan sebagai akibatnya, kendaraan jadi lebih mampu meredam semua kejutan-kejutan yang dilemparkan jalanan sambil kendaraan tetap dapat mempertahankan kontak dengan jalanan secara optimal dan tetap stabil, walaupun disaat kendaraan harus melakukan manuver yang berat.

Kendaraan bersuspensi bebas ini memiliki keunggulan dalam traksi dan kecepatan dibanding dengan kendaraan bersuspensi konvensional.

Kesimpulannya sistim suspensi bebas pada Maesa 4X4 membuat penapakan roda kejalan menjadi lebih rekat, meningkatkan traksi terutama disaat-saat kondisi rawan dan licin. Stabilitas kendaraan sangat baik dan pengemudi dapat dengan mudah membaca situasi jalanan karena sifat kendaraan yang mudah diprediksi.

Banyak kecelakaan terjadi dengan truk yang menggunakan sistim suspensi konvensional, karena plintiran sasis membuat pengemudi kurang cepat menyadari bahwa bagian belakang truk berada pada posisi kritikal, dan telat melakukan tindakan koreksi ketika menyadarinya. Dengan sistim suspensi bebas dan chassis kaku, plintiran sasis yang berbahaya
bagi keamanan kendaraan berhasil dihilangkan.

Stabilitas Maesa sangat tinggi dalam kelasnya karena pusat gravitasi yang rendah dan jarak kaki yang cukup lebar. Penggunaan Independent suspension axel membuat rongga bawah kendaraan menjadi lebih datar, mengurangi coefficient drag sebesar 10% dibanding truk dengan suspensi dan axel konvensional. Datarnya dasar kendaraan juga membantu mengurangi turbulent angin yang dapat mengganggu stabilitas kendaraan pada kecepatan tinggi.

Kekakuan sasis dan body yang sangat tinggi telah pula membantu mengurangi getaran mesin di dalam kabin. Tingkat kekakuan sasis yang terbuat dari bahan baja berdaya tahan tinggi - dipadu desain dari frame yang kokoh pada suspensi dan axel, memberikan kekuatan sekaligus performa lincah.

Stabil, responsif dan ringkas adalah tujuan arsitektur suspensi Maesa PT44.

Suspensi depan Double wishbone double coil over shock di andalkan karena responsif, stabil dan terbukti berhasil mengurangi getaran mesin serta jalanan secara efektif. Suspensi belakang terbuat dari bahan dan sistim yang sama, memungkinkan terciptanya ruang kargo belakang dengan lantai yang rata dan lapang serta tumpakan yang nyaman, sangat ideal untuk mengangkut pasukan, dan barangs-barang yang tidak tahan banting, seperti mesiu, peralatan laboratorium dan electronics.

Saturday, December 4, 2010

CASSPIR Kopassus.

CASSPIR KENDARAAN ANTI BOM MILIK GULTOR

Tongkrongan dan desainnya rada seram, desain body pun cenderung bersudut tegak dengan lambung berbentuk huruf V. Inilah Caspir, kendaraan angkut pasukan penanggulangan teror (Gultor) satuan anti teror Kopassus.

Inilah salah satu kendaraan angkut pasukan milik Kopassus yang khusus didatangkan untuk memberikan perlindungan maksimum hantaman ranjau. Kendaraan lapis baja ini dapat menahan ranjau. Bagian samping Casspir dirancang mampu menahan ledakan bom setara dengan 14 kilogram TNT. Dan bagian bawah mampu menahan bom seberat 21 kilogram. Casspir juga dapat meredam hantaman peluru kaliber 5,56 milimeter dan 7,62 milimeter. Kabinnya berdaya muat 12 personel bersenjata lengkap. Untuk mempermudah mobilitas, pintu dioperasikan dengan tenaga angin.

Untuk mendukung mobilitasnya, kendaraan ini menggunakan axle yang sama seperti Unimog. Konstruksinya berupa single reduction hypoid drive axle dengan diff lock AL 3/2,5 yang sudah teruji kehandalannya merambah medan berat off-road.

Untuk engine powernya, kendaraan ini menggunakan Diesel 6 silinder 4 valve type OM352A buatan Mercedes-Benz yang juga sama persis seperti yang digunakan Unimog. Guna menambah performa engine juga dilengkapi dengan turbo charger.

Caspir pertama kali dikembangkan oleh Afrika Selatan saat pecah perang saudara, kendaraan ini dibuat guna mencegah personelnya terkena hantaman ranjau yang banyak tersebar di wilayah konflik bersenjata.

Hingga saat ini sudah ada 2000 unit Casspire yang operasional dibeberapa negara, termasuk Indonesia.

Ruang kabin dirancang untuk mampu mengangkut 12 personel bersenjata lengkap. Selain mampu menahan ledakan ranjau, kendaraan ini juga mampu menahan hantaman peluru kaliber 5,56mm dan 7,62.

Untuk mempermudah mobilitas personil keluar masuk kendaraan, pintu dioperasikan secara pneumatic (bantuan tenaga angin). Selain itu persenjataan yang mampu diangkutnya juga sangat fleksibel, jenisnya mampu disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Saat ini hanya TNI AD dari satuan khusus anti teror Kopassus yang menggunakan kendaraan anti ranjau buatan Afrika Selatan ini, diharapkan kedepannya bakal ada tambahan untuk satuan-satuan TNI lainnya

Ranpur RG 35

KENDARAAN TEMPUR ANGKUT PERSONIL ANTI RANJAU INGGRIS TERBARU RG 35

Siapa yang tidak kenal perusahaan industri pertahanan dan dirgantara Inggris yang terkenal dengan nama BAE System, sudah barang tentu kemunculannya sering disangkut pautkan pada teknologi pertahanan dan keamanan dengan teknologi yang anyar , pada produk kali ini BAE System memperkenalkan suatu produk baru yaitu Kendaraan tempur MRAP RG 35 yang di release 08 September 2009

RG35 adalah suatu kendaraan tempur yang serbaguna diproduksi oleh BAE Systems. Kendaraan ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan peperangan modern serta menawarkan perlindungan ,mobilitas yang tinggi baik taktis maupun off road. RG35 juga dapat konfigurasikan ke dalam tipe 4 × 4 dan juga 6 × 6 . Kendaraan tempur ini bisa diandalkan pada sebuah unit tempur, termasuk ambulans, pembawa senjata dan pos-pos komando.

RG35 diluncurkan pada tanggal 8 September 2009 pada pameran yang bertempat di Defence Systems & Equipment International (DSEi) di London.

BAE Systems ini juga telah mengembangkan berbagai kendaraan lapis baja MRAP lainnya. Di samping RG35, serta varian terdahulunya RG12, RG31, RG32, RG33 dan RG34.

Kendaraan Anti Rajau RG35 telah dibuat dengan menggunakan pengalaman yang diperoleh dari pengembangan dari varian terdahulu RG31 kendaraan. Kendaraan survivability menggabungkan standar RG31 dengan kemampuan menggerakkan kendaraan tempur kontemporer.

Dengan panjang 7.4m dan lebar 2,4 m, tinggi 2.7m dan berat 33.000 kg. Termasuk pengemudi, kendaraan dapat menampung hingga 15 awak, yang dapat di tampung di kabin belakang, serta kabin atas yang dapat di buka guna memberikan bantuan tembakan apabila intensitas serang semakin tinggi . RG35 memiliki ground clearance dari 458mm dan dapat membuat lingkaran balik minimum radius 15m. dengan Payload adalah 14.870 kg dan, volume dalam sebesar 15m ².

Mengenai Mesin RG 35 Dilengkapi dengan mesin diesel Cummins intercooled, yang menyediakan daya 410kW di 550hp. Mesin terhubung ke ZF6HP transmisi manual dengan enam kecepatan otomatis. bersekala maksimum 115km / jam dengan memiliki jangkauan operasional 600km.

Tidak seperti kendaraan MRAP lainnya, mesin RG35 terletak pada side-mount Hal ini menciptakan lebih banyak ruang internal dan meningkatkan efek fleksibilitas. Kendaraan ini juga dirancang untuk hibrid listrik drive - mesin dan gearbox dapat dihilangkan dalam waktu setengah jam.

Mengenai persenjataan RG35 dilengkapi dengan persenjataan ringan dan menengah yang terdapat pada menara yang bisa disesuaikan dengan medan pertempuran. Versi dasar kendaraan dirancang untuk diperlengkapi dengan senjata caliber 105mm dan Mortar 120 mm, walaupun dari segi persenjataan dianggap kurang memadai tapi RG35 menyediakan perlindungan Level 4 standar Nato bagi penghuni di dalamnya

Thursday, November 25, 2010

WATER CANON

MENGETAHUI FUNGSI DARI MOBIL RANTIS POLRI (WATER CANON)

Siapa yang tidak kenal dengan mobil Polsi yang satu ini ..? Ya...Benar ini adalah mobil rantis Polri yang bernama "water canon" yang di desain khusus seperti mobil model pemadam kebakaran tetapi fungsinya berbeda;

Salah satu fungsi mobil ini adalah untuk "Meredakan/ Antisipasi Unjuk Rasa kalau sudah tahap anarki. dan biasanya Mobil ini akan menyemprotkan Air dan Gas Air Mata bagi Pengunjuk rasa yang sudah teramat anarkis. Mobil ini juga dilengkapi dengan Camera CCTV yang terpasang pada Muka dan Belakang Mobil fungsinya melihat posisi Mobil, pengambilan gambar dan Merekam Seberapa Bringas Unjuk rasa pada saat kejadian.

Adapun Rancangan dari Mobil Ratis Polri tersebut adalah :

* Rancangan dasar : Kendaraan Niaga Heavy Duty
* Kapasitas Muatan : 10 Orang
* Kapasitas : 4000 liter
* Tekanan : 16 bar
* Perlengkapan : - Kamera & V
* Joy stick pengatur arah penyemprot
* Penyemprot gas air mata
* Air Conditioning &
* Computer

Di Dalam Mobil Taktis Water Canon terdapat fasilitas sebagai berikut :

Workshop Special Function Vehicles dilengkapi dengan sarana:

1. Computer design system dengan software-software mutakhir untuk penunjang pembuatan design, engineering maupun ergonomic dan styling serta analisis.
2. Fasilitas manufactur antara lain flame cutting, roll, bending,TIG-WIG Welding serta CNC machines tools.
3. Fasilitas assembling terdiri dari Crane, jig and fixture, tools serta rotary lift

Mobil Water Canon ini sangat membantu sekali dalam tugas Polisi dalam hal Pengamanan Unjuk rasa

Tuesday, November 23, 2010

JASGU TNI

JASGU, JEEP TEMPUR AMFIBI SERBA GUNA BIKINAN INDONESIA

Jasgu adalah hasil karya seorang prajurit Marinir, Kapten Marinir Citro Subono, 31 tahun. Jasgu yang dipamerkan merupakan prototipe ketiga. Selain pengunjung, Laksamana TNI Slamet Subijanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), juga antusias. Dia menyempatkan diri berdialog dengan Kapten Citro. KSAL terlihat bangga dengan hasil karya prajuritnya itu. Jasgu didesain Kapten Citro untuk bergerak di darat dan laut.

Jasgu (Jeep Amfibi Serba Guna) mendampingi peralatan tempur milik Marinir, seperti roket multilaras RM 70 Grade, BTR 80 A, dan Sea Rider. Peranti tempur itu umumnya impor. Namun Jasgu bikinan dalam negeri.

"Saya berharap, Jasgu bisa menjadi kendaraan serba guna. Enak untuk tempur dan dikendarai," kata Citro. Dia mengaku mendapat ide mencipta Jasgu ketika bertugas di Batalyon Angkutan Bermotor I Marinir, Karang Pilang, Surabaya, sejak 1997. Ia terusik ketika melihat perahu bot ditarik jip menuju pantai. "Kenapa tidak digabungkan saja," tuturnya.

Dengan biaya sendiri, Citro mulai "mencangkok" perahu boat ke jip. Untuk menciptakan kendaraan yang bisa bermanuver di air dan darat, ia membangun mobil amfibi yang menggunakan mesin sedan Mitsubishi Evo 4. Lahirlah Jasgu seri 1. Pada ulang tahun TNI ke-59 pada 2004, Citro mengikutkan Jasgu dalam Lomba Karya Cipta Teknologi TNI. Jasgu 1 menjadi juara inovasi terbaik, menyisihkan 147 peserta lainnya.


Citro kian bersemangat menyempurnakan mobil amfibinya. Kelemahan Jasgu 1, suspensinya terlalu ringan. Di medan berat, "perut"-nya kerap menggesek tanah. Suspensi per spiral terlalu ringkih menahan beban. Jasgu 1 terlihat kurang kokoh. "Kayak belalang," katanya. Citro pun memermak Jasgu 1. Dia menggunakan badan jip di bagian depan, sedangkan bagian bawah ia buat seperti perahu.

Lahirlah Jasgu 2 dengan penggerak mesin Mitsubishi Evo 1.800 cc, ditambah mesin Mitsubisdi L-300 2.500 cc. Jika di darat, Jasgu 2 menggunakan mesin Mitsubishi Evo. Bila terjun ke air, Mitsubishi L-300 yang bekerja. "Kecepatan di air masih belum maksimal," kata Citro. Kecepatannya hanya menyamai kecepatan tank amfibi, yang rata-rata 10 kilometer per jam atau sekitar 7 knot.

Daya apungnya juga masih payah. Ruang mesin yang penuh membuat tabung apung menjadi minimal, sehingga hanya mampu mengangkut empat serdadu tanpa ransel. Meski belum sempurna, Jasgu 2 kerap mengikuti parade TNI Angkatan Laut. Tampilan yang mirip mobil membuat Jasgu 2 tidak beda dengan kendaraan umumnya. Setelah Jasgu 2 malang melintang, mulai ada perhatian dari kesatuan tempat Citro berdinas.

Citro pun dipercaya membuat Jasgu seri 3, dengan ukuran lebih gede. Dia mendapat bantuan Rp 200 juta. Dikerjakan enam orang sipil dan dua Marinir anak buah Citro, dalam tiga bulan Jasgu 3 kelar. Peranti tempur ini jadi jauh lebih andal dan kokoh. Berat total 3.700 ton. Panjang 648 cm, lebar 200 cm, tinggi 243 cm, dengan jarak dari tanah 46 cm. Jarak antarsumbu roda mencapai 365 cm.

Jasgu 3 juga menggunakan mesin diesel Mitsubishi. Bedanya, mesin yang dicangkokkan adalah mesin truk 4.300 cc. Kini, di darat, Jasgu 3 sanggup berlari 105 kilometer per jam. Bentuk dasarnya yang mirip kapal kerap membuat orang heran. "Ini ada kapal di jalan," kata Citro menirukan. Di air, Jasgu 3 bisa melaju 25 kilometer per jam atau setara 15 knot. Jasgu 3 juga dilengkapi dua pompa air, yang berfungsi mengeluarkan air yang masuk secara otomatis.

Di air, Jasgu 3 butuh 10 liter solar untuk sejam perjalanan dengan kecepatan standar, 20 kilometer per jam. Di darat, seliter solar dapat menempuh jarak 8 kilometer, dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam.

Kini, Citro pingin menjajal kendaraannya melayari Laut Jawa. Niat Citro itu mendapat apresiasi I Ketut Aria Pria Utama, Kepala Laboratorium Hidrodinamika Teknik Perkapalan ITS. Pelayaran itu akan menguji kekuatan Jasgu 3 ketika mencebur ke laut yang berombak. Percobaan di danau tidak cukup untuk menguji. "Tidak ada yang istimewa (pada Jasgu 3), tapi idenya yang luar biasa," kata Ketut, memuji.