Sunday, November 21, 2010

MBT C1 Ariete

C1 Ariete Main Battle Tank

Sejak tahun 1970-an kekuatan MBT militer Italia bertumpu pada tank-tank M60 Patton dan Leopard 1 yang sebagian besar dibuat secara lisensi oleh perusahaan OTO Melara. Belajar dari pengalaman membuat tank secara lisensi tersebut maka kemudian OTO Melara bekerja sama dengan Fiat membuat tank OF-40. Tank OF-40 sendiri tidak digunakan oleh militer Italia, tetapi diekspor ke Uni Emirat Arab.

Di tahun 1982 militer Italia mengadakan program MBT baru Italia. Dengan pengalaman membuat tank OF-40, maka OTO Melara kembali bekerja sama dengan Fiat untuk membuat MBT baru yang lebih cangih. Desain MBT baru tersebut dimulai pada tahun 1984 dan tahun 1986 prototype pertama tank itu selesai dibuat. Tank baru ini akhirnya memasuki tahap produksi pada tahun 1990-an dan digunakan militer Italia sejak tahun 1996. MBT baru itu adalah C1 Ariete dan sebanyak 200 unit tank ini sekarnag digunakan oleh Italia.

C1 Ariete dipersenjatai dengan sepucuk meriam tipe smoothbore kaliber 120mm buatan OTO Melara dan dilengkapi dengan fire control TRUMS buatan Galileo Avionica. Tank ini mengggunakan lapisan baja komposit dan dilengkapi sistem perlindungan perang nubika.

Spesification :
Crew : 4
Armament :
Main : 1 x 120mm gun
Co-axial : 1 x 7.62mm machine gun
Anti-aircraft : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 54,000 kg
Length : 9.67 m
Width : 3.60 m
Height : 2.50 m
Powerpack : 1,300 hp IVECO V-12 MTCA diesel engine
Maximum road speed : 65 km/h
Range : 550 km

Kapal Selam kelas Akula

Akula class submarine rusia

Kapal selam Shchuka-B Proyek 971 dalam perjalanan di Laut Baltik
K-152 Nerpa (bahasa Rusia: К-152 «Нерпа») adalah sebuah kapal selam penyerang tenaga nuklir dari Shchuka-B Proyek 971 (NATO: Akula II). Pembuatannya telah dimulai sejak tahun 1991, tetapi ditunda disebabkan oleh kekurangan dana. K-152 Nerpa telah diluncurkan pada bulan Oktober 2008 dan akan disewakan kepada Angkatan Laut India pada tahun 2009 dan dinamakan sebagai INS Chakra. Nerpa adalah kata Rusia untuk anjing laut Baikal, sedangkan chakra pula adalah kata Sansekerta yang berarti piring, roda atau tenaga kisaran.

Ketika K-152 Nerpa menjalani ujian di Laut Jepang pada tanggal 8 November 2008, sebuah musibah terjadi dan menyebabkan kematian 20 orang anak kapal dan mencederai 21 orang yang lain.Sistem pemadam kebakaran telah membebaskan gas freon di bagian haluan kapal selam, dan melemaskan para spesialis dari kalangan sipil dan ABK AL.

Kecepatan mencapai 12 knot dengan spesifikasi senjata tempur 4 x 650 mm and 4 x 533-mm torpedo tubes for up to 40 torpedoes or missiles OR Up to 42 mines in place of torpedoes.

Pembuatan
Pembuatan telah dimulai di galangan kapal Komsomolsk-on-Amur pada tahun 1991, akan tetapi pembuatannya tertunda disebabkan oleh kekurangan dana setelah krisis ekonomi pada awal tahun 1990-an.[3][4] Setelas sebuah jangka waktu yang lama, kapal yang separuh siap ini disimpan, K-152 Nerpa telah dilengkapi di galangan kapal Vostok di kota tertutup di Bolshoy Kamen, Krai Primorsky.[3] Kapal ini diluncurkan pada bulan Oktober 2008 Laporan media India mencurigai pembuatan kapal selam ini diteruskan setelah mendapat suntikan dana dari India. Hingga tahun 2008, kapal selam ini dimiliki oleh Angkatan Pasifik.
Alexander Golts, penyunting surat kabar pertahanan Yezhednevny Zhurnal, telah menyatakan pada awal 1980-an, galangan kapal Amur tidak putus-putusnya membangun kapal selam, akan tetapi sejak tahun 1993 hingga tahun 2008 hanya membuat sebuah kapal selam. "Para spesialis yang tua telah pergi, sedangkan spesialis yang baru kekurangan profesionalisme."

KRI Pasopati

KRI Pasopati – Kapal Selam Pemburu Tanpa MCK

Rasanya sudah banyak yang tahu bahwa kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi tak terlepas dari jasa show of force armada militer RI dikala itu. Dari sekian banyak arsenal tempur yang dijagokan untuk merontokan nyali Belanda, bisa disebut unsur armada kapal selam adalah yang paling ditakuti Belanda. Alasannya jelas, RI dikala itu menjadi satu-satunya negara di belahan dunia selatan yang memiliki 12 kapal selam kelas Whisky. Saat itu Whisky class merupakan kapal selama diesel yang amat ditakuti oleh blok NATO. Belanda pun saat itu tak memiliki kapal selam dengan spesifikasi yang sama untuk menandingi Whisky class.

Dari 12 kapal selam Whisky class yang dimiliki TNI-AL, KRI Pasopati 410 bisa disebut yang paling kondang disebut-sebut. Pasalnya, Pasopati adalah kapal selam terakhir yang beroperasi. Pasca gestapu, Rusia melakukan embargo suku cadang militer ke Indonesia, akibatnya armada kapal selam TNI –AL perlahan mulai mati akibat kurangnya suku cadang. Langkah kanibalisasi suku cadang terus dilakukan, dan yang terakhir beroperasi adalah KRI Pasopati. Pasopati tercatat baru dinonaktifkan dari jajaran TNI-AL pada 25 Januari 1990.

Whisky class mulai diproduksi tahun 1952 di Vladi Rusia. Dan mulai masuk jajaran TNI AL (Satselarmatim) tanggal 29 Januari 1962 dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), mengadakan pengintaian dan melakukan “silent raids”. Saat ini KRI Pasopati ditempatkan sebagai monumen kapal selam di kota Surabaya sejak tahun 1998.

Kemampuan Whisky class terbukti dapat menggetarkan armada kapal Belanda, tapi seperti kebiasaan produk keluaran Rusia pada umumnya. Unsur kenyamanan pada awak kurang diperhatikan. Walau dipersenjatai rudal anti serangan udara dan peluncur torpedo di buritan dan haluan. Whisky class tidak dibekali fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus). Hal inilah yang membuat derita awak kapal selam. Selama pelayaran para awak sangat jarang mandi, mandi lebih mengandalkan air hujan saat kapal naik ke permukaan laut.

Lebih parah, banyak awak kapal selam TNI-AL dikala itu yang terserang penyakit ginjal. Pasalnya tak ada MCK, jadi para awak harus menghemat konsumsi air agar tidak sering kencing. Atau bila ingin kencing harus ditahan, tak jarang air kencing harus disimpan dulu dalam wadah plastik. Coba itu baru untuk urusan buang air kecil. Lebih parah lagi untuk BAB (buang air besar), murni hanya bisa dilakukan saat kapal naik ke permukaan. Pada geladak kapal tersedia kloset untuk awak kapal melakukan BAB. Di dalam kapal tidak tersedia fasilitas sanitasi dan sistem penyaringan dari air laut ke air tawar.

Dengan kondisi diatas, bisa dibayangkan penderitaan awak kapal selam. Belum sempat berperang bisa-bisa sudah kalah duluan gara-gara kebelet pipis atau mules. Dalam ruang kapal selam juga tak dibekali fasilitas pendingin udara, baru pada masa-masa akhir pengabdian, Pasopati dilengkapi AC. Hal ini berbeda 180 derajat dengan generasi kapal selama TNI-AL type 209 buatan Jerman (KRI Cakra dan Nanggala).

Spesifikasi KRI Pasopati

Panjang : 76,6 meter
Lebar : 6, 3 meter
Kecepatan : 18,3 knots di atas air
13,5 knots di bawah air
Berat penuh : 1.300 ton
Berat kosong : 1.050 ton
Jarak jelajah : 8.500 mil laut
Bahan bakar : Solar
Batere : 224 buah
Persenjataan : Torpedo steam 12 buah
Panjang torpedo : 7 meter
Peluncur torpedo : 6 buah
Awak kapal : 63 orang beserta perwira

Mikoyan/Gurevich MiG-27

Mikoyan/Gurevich MiG-27; 1970

Role: Attack aircraft
Manufacturer: Mikoyan OKB; Hindustan Aeronautics Limited
First flight: 20 August 1970
Introduced: 1975
Retired: 1990s (Russia)
Status: In service with foreign users
Primary users: Soviet Air Force; Indian Air Force;
Produced: 1970 to 1986
Number built: 1075 including licensed production
Developed from: Mikoyan-Gurevich MiG-23

Mikoyan MiG-27 (Rusia: Микоян и Гуревич МиГ-27) (NATO "Flogger-D/J") adalah pesawat “ground-attack”, yang awalnya dikembangkan oleh biro desain Mikoyan di Uni Soviet dan kemudian diproduksi di bawah lisensi di India oleh Hindustan aeronautika sebagai Bahadur ( "Berani"). Pesawat ini dikembangkan berdasarkan pada Mikoyan-Gurevich Pesawat Tempur MiG-23, tapi dioptimalkan untuk peran “ground-attack.

Design and development

MiG-27 memakai sebagian airframe dasar dari MiG-23, namun dengan modifikasi hidung,dengan julukan "Utkonos" ("platypus") dalam bahasa Rusia. Memakai sistem seperti pada MiG-23B tanpa radar dengan hidung yang mengarah ke bawah untuk meningkatkan visibilitas pilot, serta memakai pencari jarak dan pencari target laser. Pilot uji menyebut sistem itu dengan nama "Balkon" karena tingkat visibiltas frontal dari kokpit. Tambahan lapis baja pada kokpit dipasang, bersama dengan sistem navigasi/serang baru. Karena MiG-27 dimaksudkan untuk misi di ketinggian rendah, maka intake variabel dan exhaust nozzles telah ditiadakan agar lebih sederhana, mengurangi berat, serta untuk kebutuhan pemeliharaan. Pesawat terbang juga lebih besar, dan mempunyai roda yang kokoh agar dapat dioperasikan dari landasan yang tidak memadai.

Operational history

Sri Lanka

MiG-27 pesawat mulai beroperasi untuk AU Sri Lanka pada tahun 2000. Sejak itu, mereka terlibat dalam operasi regular, pengeboman sasaran strategis dan memberikan dukungan serangan udara dekat. Pada bulan Agustus 2000, sebuah MiG-27 mengalami kecelakaan di dekat bandara internasional Kolombo, menewaskan pilot Ukraina-nya. Pada bulan Juli 2001, sebuah MiG-27 hancur di pangkalan udara akibat serangan oleh LTTE. MiG-27 lain mengalami kecelakaan di tengah laut di dekat bandara Colombo Juni 2004. Pada tanggal 30 April 2007, LTTE menyatakan satu MiG-27 Sri Lanka tertembak dan jatuh, namun para pejabat Sri Lanka menyangkalnya.

India

Pada tanggal 27 Mei 1999, selama Perang Kargil, satu MiG-27 India mengalami kebakaran mesin ketika mengebom Pakistan. Pilot, Letnan Penerbangan Nachi Keta memakai kursi lontar dan kemudian menjadi tawanan Pakistan. Sebuah MiG-21 ditembak jatuh oleh roket permukaan-ke-udara Pakistan ketika melakukan pencarian terhadap Letnan Penerbangan Nachi Keta, pilot pun terbunuh. Pejabat Pakistan mengklaim kedua kejadian tersebut

Specifications (MiG-27K)

General characteristics
Crew: One
Length: 17.1 m (56 ft)
Wingspan: * Spread: 13.8 m (45 ft 3 in)
Swept: 7.4 m (24 ft 3 in)
Height: 5 m (16 ft 5 in)
Wing area: * Spread: 37.35 m² (402.0 ft²)
Swept: 34.16 m² (367.7 ft²)
Empty weight: 11,908 kg (26,252 lb)
Loaded weight: 18,100 kg (39,900 lb)
Max takeoff weight: 20,670 kg (45,570 lb)
Powerplant: 1× Khatchaturov R-29-300 afterburning turbojet
Dry thrust: 81 kN dry (18,300 lbf)
Thrust with afterburner: 123 kN (27,600 lbf)

Performance
Maximum speed:
Sea level: Mach 1.10 (1,350 km/h, 839 mph)
at altitude: Mach 1.77 (1,885 km/h at 8,000 m, 1,170 mph at 26,000 ft
Range: 780 km (480 mi) combat, 2,500 km (1,550 mi) ferry
Service ceiling 14,000 m (45,900 ft)
Rate of climb: 200 m/s (39,400 ft/min)
Wing loading: 605 kg/m² (123 lb/ft²)
Thrust/weight: 0.62

Armament
1x GSh-6-30 30 mm cannon with 260-300 rounds
One centerline, four fuselage, and two wing glove pylons for a total of 4,000 kg (8,800 lb) of stores, including general-purpose bombs, rocket pods, SPPU-22 and SPPU-6 gun pods, and various guided air-to-surface missiles.

Aerospatiale SA 316 / SA 319 Alouette III

Aerospatiale SA 316 / SA 319 Alouette III

Designation: Aerospatiale SA 316 / SA 319 Alouette III
Classification Type: Light Utility Helicopter
Contractor: Aerospatiale - France
Country of Origin: France
Initial Year of Service: 1960
Number Built: 2,100

Aérospatiale Alouette III, adalah helikopter milik Perancis yang memiliki mesin tunggal dan digunakan sebagai helikopter utilitas ringan. Helikopter ini dikembangkan oleh Sud Aviation dan diproduksi oleh Aérospatiale Perancis. Versi pertama dari Alouette III, Purwarupa SE 3160 terbang pada 1959. Produksi dari SA 316A (SE 3160) dimulai pada 1960 dan tetap diproduksi hingga 1968. Helikopter ini digantikan oleh SA 316B. Alouette III merupakan penerus Alouette II, dengan mesin yang lebih besar dan tempat duduk yang lebih banyak.

Mesin Turboshaft Turbomeca Artouste IIIB adalah untuk varian asli yang diproduksi, Alouette III dikenal untuk misi penyelamatan di gunung tetapi dapat diadaptasikan untuk pemakaian normal dan di kapal. AL Argentina membeli 14 helikopter, 3 desain yang asli SE3160, 7 dengan mesin yang lebih kuat dan upgrade SA316B dan 4 mesin dari SA319B dengan kekuata yang lebih dari dua versi yang lain.

Alouette III mulai beroperasi untuk Angkatan Bersenjata Perancis di tahun 1960. Banyak yang digunakan oleh pasukan asing dari 1964-1967. Tiga mesin yang dikirim dari Perancis untuk perakitan lokal di Australia, dan digunakan oleh Royal Australian Air Force (RAAF).

Pakistan membeli 35 heli dan digunakan pada Indo-Pakistani War 1971. Dua heli dari PAF telah tertembak jatuh, dan pada Perang Kolonial Portugis, selama tahun 60an dan 70an menggunakan sejumlah besar heli di Angola, Mozambik dan Guinea, di mana heli ini membuktikan kualitasnya untuk digunakan dalam kondisi lingkungan berdebu dan panas. Satu SA316B yang dibeli oleh Argentina yang dinaiki oleh Jendral Belgrano tertembak dan tenggelam oleh HMS Concueror S48 selama Perang Falklands dengan Inggris Raya pada tahun 1982.

SA 316B dan SA 319B keduanya tetap dalam rangkaian produksi hingga awal tahun 1980-an, ketika lini produksi utama di Perancis ditutup. Namun, HAL India memproduksi Alouette IIIs di bawah lisensi dengan nama Chetak. Pada tahun 2004, sebagian besar Alouette III telah dipensiunkan dari Angkatan Udara Prancis setelah 32 tahun yang sukses. Heli ini akan digantikan oleh Eurocopter EC 355 Ecureuil 2. Pada tahun yang sama, Angkatan Bersenjata Swiss mengumumkan bahwa Alouette III dipensiunkan dari garis depan pada tahun 2006, dan seluruhnya pada tahun 2010. AU Venezuelan memensiunkan Alouette III pada akhir 90an. Saat ini beberapa unit masih digunakan di Afrika dengan suku cadang yang tersedia dari India.

Specifications: Aerospatiale SA 316 Alouette III

Dimensions:
Length: 42.13ft (12.84m)
Width: 0.00ft (0.00m)
Height: 9.84ft (3.00m)

Performance:
Max Speed: 130mph (210kmh; 113kts)
Max Range: 298miles (480km)
Rate-of-Climb: 885ft/min (270m/min)
Ceiling: 7,379ft (2,249m; 1.4miles)

Structure:
Accommodation: 2 + 5
Hardpoints: 2
Empty Weight: 2,474lbs (1,122kg)
MTOW: 4,850lbs (2,200kg)

Power:
Engine(s): 1 x Turbomeca Artouste IIIB turboshaft engine generating 570shp while driving the main three-blade rotor and a three-blade tail system.

Weapons Suite:
Mission specific armament can include any of the following:
1 x 7.62mm machine gun (mounted on tripod in right-side doorway).
1 x 20mm cannon fixed to left-side of fuselage
2 or 4 x AS.11 anti-tank missiles
2 x Mk.44 Torpedoes

Variants:
SE 3160 Alouette III - First Designation Model
SA 316A Alouette III - Initial Production Designation; Features Turbomeca powerplant.
SA 316B Alouette III - Improved transmission, increased takeoff weight.
SA 319 Alouette III Atazou - Features Turbomeca Astazou turboshaft engine generating 600shp.
IAR-317 Skyfox - Romanian-produced Prototype based on Alouette III.
Chetak - Indian production version of the SA 316B model.