Showing posts with label Panser. Show all posts
Showing posts with label Panser. Show all posts

Wednesday, January 18, 2012

BTR-60

BTR-60

BTR-60 dikembangkan pada akhir tahun 1950-an sebagai pengganti APC BTR-152. Kendaraan pengangkut personel ini dibuat sebanyak 25.000 unit dalam berbagai varian dari tahun 1960 sampai dengan tahun 1976. Sebanyak lebih dari 60 negara tercatat sebagai pengguna APC ini dan ribuan unit BTR-60 masih dalam status operasional sampai saat ini.

Varian awal BTR-60 masih menggunakan kompartemen personel yang terbuka, sama seperti dengan BTR-152. Namun pada varian selanjutnya kompartemen personel BTR-60 dibuat tertutup. Persenjataan BTR-60 juga mengalami peningkatan. Jika varian awal APC ini cukup dipersenjatai dengan senapan mesin ringan kaliber 7,62mm; maka pada varian selanjutnya BTR-60 dilengkapi dengan turret tipe BPU-1 dan dipersenjatai dengan senapan mesin berat kaliber 14,5mm. Turret dan senjata yang sama juga digunakan pada panser BRDM-2.

BTR-60 pertama kali digunakan dalam konflik bersenjata ketika digunakan oleh Uni Soviet dalam invasi ke Cekoslovakia tahun 1968 dan konflik perbatasan dengan RRC pada tahun 1969. APC ini juga digunakan oleh Uni Soviet selama perang di Afghanistan tahun 1980-1988. Sebagai negara penerus Uni Soviet, Rusia juga menggunakan BTR-60 dalam konflik di Checnya tahun 1999-2009.

Mengingat banyak negara yang mengoperasikan BTR-60, maka APC ini juga banyak digunakan dalam sejumlah konflik bersenjata di seluruh dunia. Selain konflik bersenjata di atas, BTR 60 juga digunakan dalam Perang Enam Hari tahun 1967, Perang India-Pakistan tahun 1971, Perang Yom Kippur tahun 1973, perang saudara Lebanon, perang Irak-Iran, Perang Teluk tahun 1991, dan masih banyak lagi. Sejumlah BTR-60 juga masih digunakan dalam pertempuran ketika AS menyerang Afghanistan tahun 2001 dan Irak pada tahun 2003.

Specification (BTR-60PB)
Crew : 2 + 14
Armament :
Main : 1 x 14.5mm machine gun
Co-axial : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 10,300 kg
Length : 7.56 m
Width : 2.82 m
Height : 2.31 m
Powerpack : 2 x 90 hp GAZ-49B petrol engines
Maximum road speed : 80 km/h
Maximum water speed : 10 km/h
Range : 500 km

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4784489&page=5

M113

M113

Mulai diproduksi pada tahun 1960, M113 adalah salah satu kendaraan lapis baja yang paling banyak digunakan dalam sejarah dengan jumlah produksi mencapai sekitar 80.000 unit dalam berbagai varian dan digunakan oleh lebih dari 50 negara. Angkatan Darat AS sendiri sudah menggunakan M113 sejak tahun 1960 dan baru akan mempensiunkan kendaraan ini pada tahun 2018.

M113 mulai digunakan pada tahun 1960 dan menggantikan APC M59. Kendaraan pengangkut personel ini menggunakan armor aluminium setebal 12-38mm. Diawaki dua orang dan bisa membawa sebelas personel bersenjata lengkap. M113 adalah simbol kehadiran pasukan lapis baja AS dalam Perang Vietnam. Pada saat pertama kali diterjunkan dalam Perang Vietnam, fungsi M113 hanyalah sebagai kendaraan pengangkut personel saja. Namun kemudian pasukan Vietnam Selatan menggunakan M113 sebagai kendaraan tempur, yang kemudian dikenal sebagai M113 ACAV (Armored Cavalry Assault Vehicle).

Selain Perang Vietnam, M113 juga digunakan dalam Perang Enam Hari tahun 1967, Perang Yom Kippur tahun 1973, Perang Irak-Iran, Invasi AS ke Panama tahun 1989, Perang Teluk tahun 1991, dan masih banyak lagi. Bahkan pasukan AS di Irak juga masih menggunakan M113.

Specification (M113A3):
Crew : 2 + 11
Armament :
Main : 1 x 12.7mm machine gun
Combat weight : 12,150 kg
Length : 5.30 m
Width : 2.69 m
Height : 2.54 m
Powerpack : 275 hp Detroit Diesel 6V-53T diesel engine
Maximum road speed : 65 km/h
Maximum water speed : 6 km/h
Range : 480 km

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4784489

BTR-40

BTR-40

BTR-40 adalah APC pertama yang dibuat oleh Uni Soviet setelah Perang Dunia II selesai. Mulai dirancang pada tahun 1947, kendaraan pengangkut personel ini diproduksi pada tahun 1950 sampai dengan tahun 1960 dengan jumlah produksi mencapat sekitar 8.500 unit. BTR-40 tercatat pernah digunakan oleh setidaknya 40 negara dan saat ini sekitar 20 negara, termasuk Indonesia, masih menggunakan kendaraan lapis baja sebagai bagian dari kekuatan militer mereka.

Kendaraan pengangkut personel ini pada dasarnya adalah truk GAZ-63 yang dimodifikasi dengan diberi lapisan baja setebal 6-8mm. BTR-40 diawaki oleh dua orang dan bisa mengangkut antara enam sampai dengan delapan orang personel. Selain sebagai APC, BTR-40 sering pula difungsikan sebagai kendaraan intai. Panser ini dipersenjatai antara satu sampai dengan tiga pucuk senapan mesin SGMB kaliber 7,62mm.

Beberapa konflik bersenjata yang melibatkan BTR-40 antara lain Perang Vietnam, Perang Enam Hari tahun 1967, Perang Yom Kippur tahun 1973, dan operasi militer TNI/Polri di Aceh.

Specification
Crew : 2 + 8
Armament :
Main : 1 or 3 x 7.62mm machine guns
Combat weight : 5,300 kg
Length : 5.00 m
Width : 1.90 m
Height : 2.20 m
Powerpack : 80 hp GAZ-40 petrol engine
Maximum road speed : 80 km/h
Range : 430 km

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4784489

Sunday, September 4, 2011

M8 Greyhound Armored Car

M8 Greyhound Armored Car

Tahun 1941 militer AS menyatakan bahwa mereka membutuhkan panser baru yang lebih modern dan memiliki kemampuan sebagai tank destroyer ringan untuk menggantikan M6 37mm Gun Motor Carriage. Beberapa perusahaan pun membuat panser untuk memenuhi kebutuhan militer AS tersebut, termasuk Ford yang membuat M8 Greyhound dan Chevrolet yang membuat Staghound. Pada akhirnya milter AS memilih M8 Greyhound, sementara Staghound digunakan oleh militer Inggris.

Panser dengan empat orang awak ini memiliki berat 7,9 ton (lebih ringan daripada Staghound yang 13,9 ton). M8 menggunakan mesin bensin Hercules JDX berkekuatan 110 tenaga kuda. Memiliki kecepatan maksimum 89 km/jam dengan jarak tempuh 563 km. Panser ini dipersenjatai dengan sepucuk meriam M6 kaliber 37mm dan senapan mesin Browning M1919 A4 kaliber 0.30. Selain itu masih ada pula sepucuk senapan mesin berat Browning M2HB kaliber 0.50. Khusus untuk M20 yang merupakan varian intai dari M8, maka hanya dipersenjatai dengan sepucuk senapan mesin Browning M2HB.

Pada saat M8 memasuki tahap produksi, dirasakan bahwa meriam 37mm sudah tidak seuai lagi sebagai persenjataan kendaran yang dirancang sebagai tank destoyer. Akhirnya diputuskan bahwa M8 bukan lagi sebagai tank destroyer , tetapi sebagai kendaraan intai dan untuk tugas fire suport secara terbatas. M8 pertama kali diigunakan dalam operasi militer di Italia. Selanjutnya panser ini juga digunakan oleh pasukan AS di Eropa dan front Pasifik. Selama Perang Dunia II panser ini juga digunakan oleh pasukan Inggris, Perancis, dan Brasil.

Pengalaman tempur dalam Perang Dunia II memperlihatkan bahwa M8 masih dapat digunakan sebagai tank destroyer secara terbatas. Hal ini terutama terlihat di front Pasifik, di mana M8 masih mampu mengimbangi tank-tank Jepang . Sementara di front Eropa Barat bisa dikatakan M8 hanya efektif untuk menghadapi kendaraan lapis baja ringan Jerman, walaupun dalam Battle of the Bulge sebuah tank Panther Jerman dilaporkan rusak berat setelah bagian belakang tank dihantam beberapa peluru kaliber 37mm yang ditembakkan dari M8 Greyhound.

M8 Greyhound masih terus digunakan selama puluhan tahun setelah Perang Dunia II usai. Pasukan AS masih menggunakannya dalam Perang Korea, sementara Perancis menggunakannya dalam operasi militer di Aljazair dan Indo China. Korps Brimbob Polri juga pernah mempergunakan M8 Greyhoud hingga tahun 1960-an.

Beberapa unit M8 dicopot turretnya dan digunakan oleh SWAT di beberapa kota di AS sampai akhir tahun 1980-an (varian M8 milik SWAT ini pernah muncul di film “Die Hard” yang dibintangi Bruce Willis). M8 Greyhound masih digunakan oleh beberapa negara sampai saat ini, termasuk varian milik Kolombia yang dipersenjatai dengan rudal anti tank TOW.

Saturday, June 18, 2011

Marmon-Herrington Mk.IV F Armored Car

Marmon-Herrington Mk.IV F Armored Car

Panser buatan Afrika Selatan ini banyak digunakan Inggris dalam Perang Dunia II. Panser ini juga digunakan oleh Yordania dalam perang tahun 1948.

Spesifikasi :
Crew : 3
Armamanet :
Main : 1 x 2 pdr gun
Co-axial : 1 x 0.30 cal. machine gun
Anti-aircraft : 1 x 0.30 cal. machine gun
Length : 5.51m
Width : 1.83m
Height : 2.29m
Weight : 6,400kg
Engine : 1 x 95hp Ford V-8 petrol
Maximum speed : 80km/h
Range : 322km

Monday, May 2, 2011

BRDM-1 TNI

BRDM-1 : Panser Amfibi 4×4 dari Era Bung Karno

Peninggalan mesin perang era tahun 60-an di Republik ini lumayan banyak, terutama yang berasal dari Uni Soviet. Meski sebagian besar arsenal tempur era Bung Karno ini sudah masuk museum, tapi toh masih ada beberapa yang terus digunakan hingga saat ini, contoh nya tank amfibi legendaris PT-76 dan panser amfibi BTR-50 milik Korps Marinir TNI-AL.

Ibarat tak kenal maka tak sayang, pada era tahun 60-an, utamanya saat momen pembebasan Irian Barat, Indonesia ternyata pernah kedatangan panser amfibi 4×4 yang cukup legendaris, yakni BRDM (Bronirovannaya Razvedyvatelnaya Dozornaya Mashina)-1. Panser untuk misi intai ini terbilang unik, sebab BRDM-1 dilengkapi 4 roda tambahan yang bisa dinaikan dan diturunkan. Guna 4 roda tambahan tersebut untuk meningkatkan performa panser saat melahap medan off road.

BRDM-1 dirancang dengan beberapa versi, dari mulai versi standar hingga versi lanjutan yang mampu menggotong 3 sampai 6 rudal anti tank ‘Sagger’. BRDM-1 versi Indonesia adalah versi standar, dirancang untuk dipersenjatai senapan mesin kaliber sedang 7,62 mm atau senapan mesin berat Dshk kaliber 12,7 mm. Secara keseluruhan, versi BRDM-1 mencakup varian Command Vehicle, Radiological Chemical Reconnaissance Vehicle, dan BRDM-1 with Sagger.

BRDM-1 diawaki oleh empat orang, (driver, co-driver, gunner, dan komandan). Untuk melaju di lautan, panser ini dilengkapi penangkal gelombang yang bisa digerakan secara otomatis. Untuk melaju di air, panser ini dibekali baling-baling tunggal pada bagian belakang. Panser ini menggunakan mesin tipe GAZ-40PB dengan 6 silinder berbahan bakar bensin. Letak mesin berada di bagian depan.

Menurut sumber dari Wikipedia, Indonesia setidaknya pernah memiliki 10 unit BRDM-1 yang dipesan pada tahun 1962 dan tiba di Tanah Air pada tahun 1963. Populasi BRDM-1 di seluruh dunia diperkirakan lebih dari 10.000 unit, sebagian besar berada di negeri eks sekutu Uni Soviet. Saat ini diketahui salah satu unit BRDM-1 masih dirawat oleh Korps Marinir TNI-AL sebagai kendaraan non operasional. Sisanya, dua unit BRDM-1 bisa Anda lihat di depan gerbang Ksatrian Marinir di Cilandak. Ada lagi 1 unit BRDM-1 menjadi penghuni museum Satria Mandala di Jakarta.

Spesifikasi BRDM-1
Negara Pembuat : Uni Soviet
Produksi : 1957 – 1966
Berat : 5630 Kg
Panjang : 5,7 meter
Lebar : 2,25 meter
Tinggi : 2,9 meter
Kapasitas BBM : 150 liter
Jangkauan operasi : 750 Km (di darat)
120 Km (di Air)
Kecepatan maksimum : 90 Km/jam di darat
9 Km/jam di air

Wednesday, March 9, 2011

ADGZ Armored Car

ADGZ Armored Car

ADGZ adalah panser beroda delapan yang digunakan oleh pasukan Austria pada pertengahan tahun 1930-an. Panser ini semula diproduksi hanya dalam jumlah terbatas, yaitu sebanyak 26 unit di mana 12 unit digunakan oleh tentara Austria dan 14 unit lainnya digunakan oleh polisi serta para milter.

Panser ini diawaki enam sampai tujuh orang. Menggunakan mesin bensin Austro-Daimler M612 berkekuatan 150 tenaga kuda dan memiliki kecepatan maksimum 70 km/jam dengan jarak tempuh sekitar 450 km. Dipersenjatai dengan sepucuk kanon kaliber 20mm dan tiga pucuk senapan mesin kaliber 7,92mm.

Pada tahun 1938 Jerman menguasai Austria dan panser-panser ADGZ pun direbut oleh pasukan Jerman yang mengagumi kemampuan off road panser ini. Panser ini kemudian banyak digunakan oleh unit-unit pasukan SS untuk tugas patroli anti partisan di Rusia dan daerah Balkan.

Saturday, January 1, 2011

B1 Centauro

B1 Centauro

B1 Centauro merupakan panser perusak dengan suspensi 8X8, yang mampu mengemban tugas sebagai kendaraan pertahanan teretorial ringan hingga sedang serta kendaraan intai tempur taktis. Dikembangkan oleh dua konsorsium perusahaan asal Italia; The Consorzio Iveco Fiat - Oto Melara (CIO). Senjata utama yang di gotong varian B1 Centauro adalah Oto Melara 105 mm / 52 caliber gyrostabilised gun sedangkan untuk tambahan masih ada senapan mesin koaksial MG kaliber 7.62 mm dan senapan mesin anti pesawat MG kaliber 7.62 mm yang mampu melontarkan sekitar 4.000 butir amunisi, jika masih dirasa kurang, dua peluncur roket masih sanggup di gotongnya. 

Jumlah kru yang mengoperasikan panser ini adalah 4 orang yang terdiri dari 1 komandan, 1 juru tembak, 1 pengisi amunisi dan terakhir 1 orang pengemudi. Dengan dibekali mesin supercharged V6 diesel 512 hp (382.2 kW) Centauro dapat lari hingga kecepatan 110 km/jam, dengan jarak tempuh maksimum 800 km

B1 Centauro masih mempunyai dua saudara kandung yaitu Freccia yang berfungsi sebagai kendaraan tempur ringan dengan persenjataan Dardo turret dan mampu mengangkut 8 personel plus satu pengemudi dan satu juru tembak. Dan satunya lagi adalah Centauro 120mm, sesuai dengan namanya untuk panser yang satu ini menggotong kanon 120/45 , yang di proyeksikan sebagai pengganti Leopard 1A5 Angkatan Darat Italia. Sampai saat ini operator dari keluarga Centauro ada dua negara yaitu Italia dan Spanyol dengan total jumlah produksi mencapai sekitar 733 unit.

Saturday, December 4, 2010

KRPAN (ARMORED PERSONNEL CARRIER)

KRPAN (ARMORED PERSONNEL CARRIER) REPUBLIK SLOVENIA

Krpan adalah Kendaraan pengangkut personel lapis baja, yang mewakili generasi baru kendaraan lapis baja modern. Krpan adalah lisensi-produksi versi Steyr-Daimler-Puch Pandur II, dibangun di Slovenia, namun memiliki sejumlah perbaikan. Pembuatan Krpan menggunakan 55% komponen lokal dan subsistem. APC ini diusulkan untuk Angkatan Darat Slovenia sebagai pengganti kendaraan pengangkut personel lapis baja terdahulu.

Krpan dilengkapi dengan senjata yang dapat di kendalikan dari jarak jauh, Selain itu Krpan mengusung senapan mesin caliber 12,7-mm dan tak ketingggalan Rudal Rafael Spike anti tank yang dimana rudal anti-tank adalah salah satu senjata wajib bagi tank angkut personel. Desain modular kendaraan Krpan memungkinkan pemasangan sistem senjata yang berbeda, termasuk meriam 105-mm dan meriam 120-mm.

Selain persenjataan yang tidak kalah garang dari sekelasnya, Krpan juga memberikan perlindungan yang tidak kalah garang yaitu dengan memberikan perlindungan terhadap proyektil peluru ataupun tembakan meriam arteleri termasuk tembakan atau serpihan dari proyektil kal 14,5 mm. Selain itu yang paling unik dari Krpan adalah memiliki lambung ganda yang di mana akan lebih memberikan perlindungan yang mampuni bagi personel di dalam bukan itu saja Semua komponen drive train dilindungi sepenuhnya di dalam lambung. Bayangkan saja Kendaraan ini dapat menahan ledakan 8 kg ranjau anti-tank di bawah setiap roda. Pemadam kebakaran otomatis dan sistem perlindungan NBC dipasang sebagai standar keamanan.

Krpan lebih ringan daripada varian jenis Pandur II (jerman) dengan sokongan mesin diesel Cummins berdaya 450 hp, Krpan mampu melesat dengan kecepatan maksimal 105 km/jam, Perlu di ketahui kendaraan ini memiliki hingga 40% dari komponen yang sama dengan Valuk APC hanya Pengembangan penekanannya adalah pada pemeliharaan sederhana. Drive komponen pengangkut personel lapis baja ini tersedia secara komersial. Power Pack dapat dipindahkan sesuai dengan kondisi lapangan dalam 20 menit. Dibutuhkan waktu yang sama untuk kembali dalam bentuk semula. Kendaraan yang dilengkapi dengan run-flat ban ban dan pusat sistem inflasi. Penangguhan dan ban dari Krpan secara otomatis menyesuaikan diri dengan jenis dataran. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan self-recovery winch.

P2 APC TNI

 P2 APC

Jika dilihat dari luar, tidak ada yang menyangka pabrik berukuran sekitar 10 x 25 meter itu telah menghasilkan mobil perang yang telag diekspor hingga ke Srilangka.

Dari luar, hanya terlihat gerbang besi setinggi dua meter menutupi aktifitas karyawan di dalamnya. Namun saat masuk ke dalam, terlihat jejeran panser dan kendaraan tempur lainnya siap dijalankan.

Produk terbaru yang telah diekspor ke luar negeri oleh perusahaan ini adalah P2 Armored Personnel Carrier (APC), sebuah kendaraan lapis baja ringan.

“Beberapa waktu lalu kami mengirimkan lima unit P2 APC ke Srilangka untuk digunakan oleh Special Task Force Police Srilangka,” ujar Gatot Kalbuadi, Direktur PT Sentra Surya Ekajaya.

P2 APC adalah sebuah kendaraan lapis baja ringan yang didesain untuk membawa pasukan yang akan melakukan misi penyerangan. Menurut Gatot, pasnser ini memiliki mobilitas yang tinggi, serta memiliki teknologi tingkat atas dan sistem persenjataan yang lengkap.

Ada sensasi tersendiri saat duduk di belakang kemudi kendaraan tersebut. Dengan mesin diesel enam silinder segaris kapasitas 4.200 cc dilengkapi turbo buatan Toyota, kendaraan perang ini sangat asyik dibawa ngebut.

Monde dibuat terkejut dengan akselerasi kendaraan ini . Kecepatan puncak kendaraan ini cukup lumayan. Sekali geber, bisa melaju hingga 150 km/jam dan bisa mencapai kecepatan 100 km per jam (dari keadaan diam) dalam waktu 15 detik.

Pengoperasiannya pun terbilang mudah, karena menggunakan transmisi otomatis. Hanya saja kemudi kendaraan agak keras sehingga perlu keahlian khusus untuk bermanuver di medan perang.

Layaknya sebuah kendaraan perang, P3 APC memiliki kaca anti peluru dengan ketebalan 36 mm atau 14 cm. Sementara untuk rangka, kendaraan ini menggunakan baja ringan setebal 7 mm yang diimpor langsung dari Swedia.

“Sebenarnya kami ingin menggunakan lebih banyak komponen lokal, termasuk baja yang dipakai untuk rangka. Sayangnya PT Krakatau Steel belum mampu menyediakan baja yang kami minta,” kata Gatot.

Untuk kelas sejenis, menurut Gatot, P3 APC belum memiliki saingan. “Baru pabrik mobil Renault di Perancis yang bikin seperti gini. Tapi kelasnya juga lebih kecil,” ujar pria yang mengaku pernah berbisnis jalan tol itu.

P3 APC memang dirancang sebagai kendaraan yang tahan gempuran peluru. Namun kalau dilihat penggunaan baja ringannya, Monde sangat khawatir jika harus menumpanginya di pertempuran.

Sumber kami di kalangan Kopassus bahkan langsung tertawa melihat spesifikasi kendaraan tempur ini. “Paling penyok kalau ditembak dengan kaliber 5,56 mm. Dengan catatan nembaknya dari jarak dua kilometer!”

Sang sumber yang makan asam garam di beragam palagan itu menuturkan. Dengan ketebalan hanya 7 mm sudah pasti APC ini bakal jadi saringan tahu ketika berhadapan dengan pelor ukuran 5,56 mm jenis full metal jacket.

Tapi pendapat sang mantan anggota Kopassus itu ditampik Gatot menurutnya kendaraan ini telah mendapatkan uji balistik oleh Dephan. Ketika itu P2 APC tahan digempur peluru 5,56 hingga 7,62 mm dari jarak 20-30 meter.

Jadi dengan konfigurasi ini panser sangat aman jika hanya digunakan untuk melaju menembus hujan batu para demonstran. Kelebihan yang lain ada pada penggunaan ban jenis run flat

Ban dengan teknologi Run Flat Tyre Protection System bisa melaju kencang karena di dalam bannya dilapisi dengan pelindung alumuniun, sehingga ban meski bocor masih bisa melaju.

Keistimewaan lain dari panser ini adalah cat yang anti infra red. “Jadi jika berjalan di malam hari, kendaraan ini tidak akan terdeteksi musuh yang menggunakan teropong infra red,” jelas Gatot.

Sensasi lain dari P3 APC adalah penggunaan mesin 4200 cc yang memiliki peredam mumpuni sehingga tidak berisik. Suara mesinnya termasuk halus untuk ukuran mesin perang.

Jika untuk patroli, P3 Ransus dengan kondisi full tank bisa menempuh jarak hingga 500 kilometer.

Beberapa komponen kendaraan ini murni produk dalam negeri yang menggunakan komponen lokal, seperti gardan, pelek, serta portal.

Dengan harga sekitar Rp 3 miliar – Rp 4 miliar, P3 APC sangat nyaman dikendarai. Walaupun dibungkus baja tebal, saat 10 personil plus supir dan asistennya masuk ke dalamnya udara taka akan gerah karena adanya pendingin udara.

Selain itu di kokpitnya, pengendara disuguhi layar LCD yang bisa menampilkan posisi panser di jalanan lewat pantauan penjejak posisi (GPS). Untuk penumpang, joknya bisa disetel menghadap atau membelakangi jendela.

Saat ini PT Sentra Surya Ekajaya yang memproduksi P2 APC yang berada di depan sebuah restoran soto itu memiliki karyawan sekitar 50 orang, dan memiliki kapasitas produksi sekitar 30 unit per tahun.

“Beberapa waktu lalu angkatan bersenjata India juga sudah menghubungi kami untuk menggunakan kendaraan ini di perbatasan Nepal,” tandasnya.

Spesifikasi Teknis P2 APC :
- Kapasitas : 10 orang
- Konfigurasi : 4 x 4
- Panjang : 4.750 mm
- Lebar : 2.064 mm
- Tinggi : 2.010 mm
- Turning radius : 9.000 mm
- Berat : 5590 kg
- Berat (Dengan Senjata) : 6.600 mm
- Mesin : Turbo diesel 6 silinder
- Daya Mesin : 165 tenaga kuda
- Suspensi : Coil Spring
- Transmisi : Manual / Otomatis
- Sistem Rem : rem cakram (depan dan belakang)
- Max Road Speed : 100 km/jam
- Kaca : anti peluru 36 mm
- AC : Double Blower
- Kapasitas Tanki : 120 liter (diesel)

Tuesday, November 23, 2010

VAB 4 X 4 TNI

VAB 4 X 4

VAB, singkatan dari Véhicule de l'Avant Blindé (bahasa Perancis "Kendaraan Lapis Baja Pemimpin"), adalah kendaraan pengangkut lapis baja yang diproduksi oleh Divisi Euro Mobilité dari GIAT Industries Perancis. VAB adalah kendaraan amfibi, memiliki kemampuan off-road yang luar biasa, dan bisa dimodifikasi menjadi berbagai versi. Versi modern dari VAB sudah memiliki lebih dari 1000 perubahan baru dibandingkan dengan versi awal.

pada tahun 1997 Indonesia pernah mengadakan ranpur VAB 4x4
sebanyak 18 unit yang dibeli dari Giat Industries bekerjasama dengan
Renault-Trucks Perancis. Perusahasaan Renault ini punya kemampuan
untuk melaksanakan rekondisi ranpur VAB 4x4.

KARATERISTIK

Awak : 2 + 10 orang
Panjang : 5,98 m
Lebar : 2,49 m
Tinggi : 2,06 m
Berat : 13 ton
Mesin : Renault MIDR 062045
(300 hp (224 kw )
Kecepatan : 92 km/jam
Tenaga/Berat : 23 hp/ton
Daya jelajah : 1000 km