Showing posts with label TNI-AU. Show all posts
Showing posts with label TNI-AU. Show all posts

Monday, March 5, 2012

Hawk 200 Latihan Penembakan Rudal Maverick

05 Maret 2012

Rudal AGM-65 maverick adalah rudal udara ke darat dengan jangkauan 13 hingga 27 km (photo : TNI AU)

Black Panther Latihan Maverick di Lanud Palembang

Satu Flight Black Panther Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru bertolak ke Lanud Palembang dalam rangka melaksanakan latihan penembakan dari udara ke darat (Air To Ground) jarak menengah dengan menggunakan rudal Maverick. Keberangkatan para penerbang tempur yang memiliki motto “Temukan dan Hancurkan” tersebut dilepas langsung oleh Komandan Lanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Bowo Budiarto, SE di Shelter Skadron Udara 12, Minggu (4/3).

Pada latihan yang direncanakan berlangsung selama satu minggu tersebut melibatkan seluruh penerbang dan beberapa teknisi pesawat yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, Letkol Pnb Prasetya Halim. Selain sebagai latihan rutin, latihan Maverick ini bertujuan untuk terus membina dan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan misi-misi penerbangan maupun melaksanakan penembakan dari udara ke sasaran yang ada di darat dengan menggunakan rudal Maverick.

(TNI AU)

Wednesday, February 29, 2012

Skuadron 21 Kirim Teknisi ke Brasil

01 Maret 2012

Pesawat Super Tucano buatan Embraer Brazil (photo : Patrick's Aviation)

MALANG- Skuadron 21 mengirim satu tenaga teknisi ke Brasil pada Maret ini sebagai persiapan datangnya pesawat Super Tucano di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang.

Super Tocano menggantikan OV-10F Bronco dijadwalkan tiba pada akhir Juli mendatang.

Kepala Skuadron 21 Mayor (penerbang) James Y Singal mengatakan, selanjutnya akan menyusul penerbang, serta ground and air crew.

Semula pesawat tersebut direncanakan tiba Maret ini sebanyak empat unit secara bertahap. Namun karena berbagai pertimbangan diperkirakan baru Juli tiba di Malang.'

'Sebagai persiapannya, kami sudah membangun sarana pendukungnya berupa hanggar, lima buah shelter pesawat, shelter GSE (ground support equipment), maupun ruangan kantor.
Sementara personel yang akan mengawaki pesawat EMB 314 Super Tucano juga sudah mulai disiapkan, termasuk personel yang akan melaksanakan pemeliharaan tingkat ringan dan sedang.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat, usai Rapat Pimpinan TNI AU dan Apel Dansat 2012 di Gedung Serba Guna Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta baru-baru ini mengatakan, hingga 2014, TNI AU akan menambah empat pesawat tempur jenis Sukhoi dari Rusia, 16 unit pesawat tempur jenis Super Tucano dari Brazil, T/A-50 dari Korea sebanyak 16 unit, F-16 sebanyak 8 unit, serta 30 unit pesawat F-16.

Penambahan pesawat tempur ini untuk memperkuat tujuh skuadron tempur TNI untuk menjaga wilayah NKRI.

Selain pesawat tempur, TNI AU juga akan menambah pesawat jenis transport C 295, Hercules dan helikopter C 725 sebanyak 80 pesawat. Dalam pengadaan itu, TNI AU telah bekerja sama dengan Korea Selatan hingga 2024.

"Banyak pesawat TNI AU sudah tua atau berumur di atas 30 tahun sehingga perlu peremajaan. Tidak hanya pada pesawat saja tapi juga mencakup sistem persenjataan, seperti bom, roket dan peluru. Hingga tahun 2024, Indonesia akan memiliki 180 pesawat tempur". (jo-77).

Thursday, February 16, 2012

Biak Disiapkan Sebagai Skadron Pesawat Tempur

16 Februari 2012

Skadron tempur Biak diharapkan tahun 2014 dapat terbentuk (photo : gijoe77)

Biak (ANTARA News) - Pangkalan Udara Manuhua STAB di Kabupaten Biak Numfor, Papua dipersiapkan untuk skadron pesawat tempur dalam rangka menunjang tugas operasional Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV di kawasan Timur Indonesia.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak Marsekal Pertama TNI Dedy Nita Komara di Biak Kamis mengatakan, untuk pengembangan pengamanan wilayah udara NKRI di kawasan Papua, keberadaan pangkalan udara Manuhua Biak masuk dalam rencana pengembangan sebagai pangkalan skadron pesawat tempur TNI AU.

"Keberadaan bandara Lanud Manuhua Biak sangat strategis dan memenuhi syarat bisa dikembangkan menjadi pangkalan skadron pesawat tempur, ya pada tahun 2014 diharapkan program ini dapat terwujud," ungkap Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Dedy.

Ia mengakui, untuk idealnya pengembangan pangkalan skadron pesawat tempur di Lanud Manuhua empat flight dengan 12 pesawat tempur.

Dengan kondisi pangkalan udara Manuhua Biak saat ini, lanjut Marsma Dedy, yang sangat luas dan memenuhi syarat paling tidak dapat menampung delapan pesawat tempur TNI AU.

"Jika rencana skadron pesawat tempur TNI AU dibuka di Biak maka akan menunjang operasi Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak menjaga pengamanan wilayah udara NKRI khususnya di wilayah Papua sekitarnya," ungkap Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Dedy Nita Komara.

Hingga Kamis siang, tiga pesawat tempur F16 skadron Iswahyudi Madiun, dua Hercules, serta satu helikopter Puma berada di bandara Lanud Manuhua Biak untuk mendukung latihan cakra dan operasi "Tangkis Petir" yang diselenggarakan Kosek Hanudnas IV Biak mulai 16-21 Februari 2012.(M039)

Thursday, January 26, 2012

KSAU Sampaikan Program Kerja TNI AU 2012

27 Januari 2012

Tahun 2012 beberapa Lanud akan naik peringkat (photo : Harian Equator)

TNI AU Prioritaskan Kesiapan Operasional

Kesiapan operasional TNI Angkatan Udara difokuskan pada tercapainya kemampuan operasional secara terpadu dari satuan-satuan TNI Angkatan Udara, dengan demikian kesiapan operasional dan tuntutan kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM) TNI Angkatan Udara dapat tercapai dan diandalkan.

Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., pada pembukaan Rapim TNI AU dan Apel Komandan Satuan Tahun 2012 di AAU, Yogyakarta, Kamis. (26/1).

Rapim TNI AU merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang baru saja dilaksanakan dan sebagai upaya untuk memantapkan konsolidasi dalam jajaran Angkatan Udara, sehingga lebih memantapkan peran pengabdian sesuai bidangnya serta kepadulian Angkatan Udara terhadap agenda nasional beserta dinamikanya.

Adapun sasaran kebijakan TNI AU tahun 2012 adalah tercapainya right sizing organisasi, terbentuknya Satrad 246 Timika, Skadron UAV di Lanud Supadio dan peningkatan dari Lanud tipe B ke tipe A (Supadio dan Pekanbaru), peningkatan Lanud tipe C ke tipe B (El Tari Kupang, Patimura Ambon, Manuhua Biak, Ngurah Rai Bali), tipe D ke tipe C (Lanud Morotai), pembentukan Sathar 14, Depohar 10 dan perubahan nama lanud.

Selain itu terwujudnya implementasi kerjasama dengan Negara sahabat di bidang pendidikan dan latihan operasi, sinkronisasi kerjasama industri dalam negeri, percepatan pengadaan alutsista dan peningkatan kesiapan pesawat, inovasi teknologi litbang, tertib perencanaan dan pengelolaan anggaran serta mewujudkan clean and good governance.

Sedangkan untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista TNI Angkatan Udara, sudah dicanangkan dalam renstra pembangunan TNI AU tahun 2010-2014. Dari rencana tersebut tahun anggaran 2012 kebutuhan jam terbang sebanyak 60.061 jam digunakan untuk mendukung kesiagaan penanggulangan bencana, latihan awak pesawat, operasi, pendidikan dan kegiatan lainnya. Sedangkan radar membutuhkan jam operasional sebanyak 18 jam perhari.

Pada kesempatan tersebut Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., memberikan penghargaan kepada Depohar 20 yang diterma oleh Komandan Depohar 20 Kolonel Lek. Hadi Suwito atas inovasinya dalam test bench, perbaikan spare part, perakitan komponen berupa : perbaikan Battery Taxan Scopern, Inu Battery, Fich Battery, test Set Control VHF Comm, Multi HIS Test Set, Fiul Flan Amplifier, Mock Up Tecen Attitud Indicator Test set dan Multi Control Navigator Test set.


(TNI AU)

Saturday, January 14, 2012

Presiden Tinjau Fasilitas Latihan ACMI di Lanud Iswayudi Madiun

14 Januari 2012

Perangkat ACMI yang berfungsi untuk memonitor pergerakan pesawat secara real time dan merekamnya.(photo : Kompas)

Jurnas.com PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono didampingi beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Sabtu (14/1), meninjau fasilitas latihan Air Combat Manuevering instrumentation(ACMI) di Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Iswahyudi, Mayor Sus Sutrisno, menjelaskan, ACMI adalah seperangkat peralatan elektronik yang terintegrasi dengan pesawat udara yang berfungsi untuk memonitor pergerakan pesawat secara real time dan merekamnya untuk keperluan debriefing.

Sarana latihan ACMI, menurut Sutrisno, diperuntukkan khusus bagi penerbang tempur. Presiden SBY sempat menyaksikan simulasi hasil rekaman pesawat tempur F-16 Fighting Falcon saat melaksanakan latihan air to air.

Menurut Sutrisno, ACMI ini juga dapat digunakan untuk memonitor pesawat F-5/Tiger dan Hawk 109/209 yang sedang melaksanakan operasi udara.

Perangkat ACMI pada pesawat F-5 E Tiger milik TNI AU (photo : Putra Mandira)

Ia menjelaskan sarana latihan ACMI juga dimaksudkan untuk mempersiapkan kedatangan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang baru baik T-50 Golden Eagle sebagai pengganti pesawat Hawk MK-53 maupun 24 pesawat F-16 Fighting Falcon dari Amerika Serikat. "Dengan adanya sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan pprofesionalisme para penerbang sehingga dapat terwujud zero accident," katanya.

Selain itu, para penerbang tempur Lanud Iswahyudi Madiun akan semakin terarah dalam meningkatkan kemampuan tempur udara. Melalui ACMI, seorang penerbang tempur akan dapat memonitor pelaksanaan latihan terbangnya dalam berbagai formasi, baik secara real time maupun dalam bentuk rekaman untuk debriefing.

Ikut serta mendampingi Presiden, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufaat, Pangkoopsau II, Marsekal Muda TNI Ismono Wijayanto serta para pejabat Lanud Iswahyudi Madiun.

Wednesday, January 4, 2012

Batlayon 436 Paskhas Menerima Radar Smart Hunter

04 Januari 2012

Radar Smart Hunter untuk memandu rudal QW-3 VSHORAD (photo : Kaskus Militer)

“Prajurit Baret Jingga”, Harus Selalu Siap

Sebagai personel yang bertugas mempertahankan dan menjaga keamanan pangkalan, anggota Paskhas harus selalu siap dan tidak boleh lupa akan bekal pengalaman maupun pengetahuan yang telah didapat selama penugasan, sehingga guna memantapkan kemampuan yang dimiliki setiap anggota, berbagai latihan harus terus dilaksanakan.

Oleh karenanya, anggota Paskhas yang dikenal dengan sebutan “Prajurit Baret Jingga” tersebu, secara rutin melaksanakan latihan menembak menggunakan senapan laras panjang (Presisi) dengan SS-1 VI dan SS1 V2 yang dilaksanakan oleh prajurit Bintara dan Tamtama. Sedangan untuk senapan laras pendek dilaksanakan oleh Perwira dengan tiga sikap tiarap jongkok dan berdiri di lapangan tembak Batalyon 463 Paskhas, Rabu, (4/1).

Pada waktu yang bersamaan Aslog Makorpaskhas, yang diwakili Mayor Psk Tunggul memberikan pelatihan tentang pengoperasian alutsista Radar Smart Hunter kepada anggota Paskhas, sehubungan dengan akan diserahkannya alutsista tersebut ke Batalyon 463 Paskhas yang saat ini dikomandani oleh Letkol Psk Rossen L. Sinaga.

Radar Smart Hunter merupakan senjata Pertahanan Udara yang berfungsi untuk memandu Gunner Rudal Manpat QW-3 dalam menemukan sasaran lawan yang tidak bisa dilakukan oleh penembak secara visual.

Sunday, January 1, 2012

TNI AU Bersiap untuk Pengembangan Organisasi

02 Januari 2012

TNI AU berencana melakukan pembentukan 5 Skadron Udara, 1 satuan radar, 10 satuan rudal, 2 batalyon Paskhas, 2 Skadron Teknik dan beberapa Satuan Pemeliharaan (photo : Pikiran Rakyat)

Zero Accident 2011 Tercapai

Zero Accident yang dicanangkan untuk menuju The First Class Air Force tahun 2011 telah berhasil diwujudkan, demikian dikatakan Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI M. Syaugi, S.Sos., pada apel khusus di awal tahun 2012 yang diikuti oleh seluruh personel Lanud Iswahjudi dan Insub, dilapangan Dirgantara, Senin (2/1).

Kasau, Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Danlanud Iwj, pada apel khusus tersebut Kasau mengatakan bahwa, selain dapat tercapainya Zero Accident ditahun 2011 TNI AU juga sukses mengemban tugas OMSP, operasi kemanusian lewat udara didalam maupun diluar negeri.

Hal tersebut dapat terwujud atas dedikasi, komitmen dan kerja keras yang ditunjukkan oleh seluruh personel TNI AU dalam tahun 2011, untuk menyikapi tahun 2012 Kasau berpesan untuk lebih jeli dalam membaca setiap situasi yang ada sehingga selalu berpikir, memutuskan dan bertindak secara bijak dan tidak kehilangan arah.

Pada tahun ini pula lanjut Kasau, alutsista yang sudah habis masa pakainya akan diganti dengan alutsista baru. Modernisasi tersebut merupakan awal kebangkitan yang harus disikapi dengan bijak dan benar serta dapat cepat beradaptasi dengan alutsista yang diberikan oleh negara.

”Terkait dengan Minimum Essensial Force (MEF) TNI AU telah merencanakan untuk meningkatkan kekuatan dan pengembangan organisasi berupa pembentukan 5 Skadron Udara, 1 satuan radar, 10 satuan rudal, 2 batalyon Paskhas, 2 Skadron Teknik dan beberapa Sathar”, demikian harap Kasau.

Kondisi tersebut tentu saja membutuhkan jumlah personel yang cukup besar dengan berbagai keahlian untuk mengawaki organisasi yang dibentuk, sehingga berlakukanlah The Right Man The Right Place dan Merit Sistem secara terarah, terpadu, konsisten dengan kaidah-kaidah yang jelas, sehingga tercipta rasa keadilan yang mampu meningkatkan profesionalisme disetiap lini organisasi.

Friday, November 11, 2011

TNI AU Bentuk Skadron Helikopter Baru

11 November 2011

Sebelum menjadi skadron tersendiri, helikopter angkut VIP/VVIP bergabung dengan Skadron Udara 17 yang juga berpangkalan di halim (photo : Jetphotos)

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Udara membentuk skadron helikopter baru yakni Skadron 45. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat meresmikan Skadron Udara 45 yang merupakan satuan angkut VIP dan VVIP di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jumat (11/11/2011).

KSAU juga melantik Letkol (Pnb) Muzawar sebagai Komandan Skadron Udara 45. "Untuk membangun Angkatan Udara yang kuat adalah tidak mudah dan membutuhkan dana yang tidak sedikit," kata KSAU.

Menurut KSAU, sebagai pangkalan operasional, Lanud Halim Perdanakusuma menjadi salah satu pengkalan dengan tingkat operasional yang sangat tinggi, oleh karena itu seluruh personel Satuan Lanud Halim Perdanakusuma harus benar-benar memperhatikan masalah Keselamatan Terbang dan Kerja yang menjadi dasar sebagai pegangan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Saat ini di Lanud Halim berpangkalan Skadron Udara 17 yang juga bertugas mengangkut para penumpang VIP dan VVIP. Skadron Udara 17 menggunakan pesawat fixed wing seperti Boeing dan sejumlah pesawat terbang lain.

Saturday, October 22, 2011

Sukhoi Dilengkapi Bom Pindad

23 Oktober 2011

Bom tajam BTN 250 buatan Pindad (photo : Pindad)

MAKASSAR – Sistem senjata jet tempur Sukhoi kini semakin komplet setelah dilengkapi bom tajam nasional BTN- 250 dan bom latih asap BLA-50 produksi PT Pindad.

Bom yang dalam katalog PT Pindad disebut dengan BT-250 ini, di dalamnya terdapat tritonal 90 kilogram dengan daya ledak dan hancur yang besar. Bom juga dilengkapi fuze pada ekor dan hidung bom,serta arming distance yang dapat diatur sesuai ketinggian pengeboman. Hal ini memungkinkan bom untuk dapat berfungsi pada segala jenis medan operasi. Bom untuk melengkapi sistem senjata jet buatan Rusia ini telah diperkenalkan Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) Mabes TNI AU di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar. Presentasi dilakukan tim Dislitbangau Mabes TNI AU dipimpin Kasubdis Rudalsen Dislitbangau Kolonel Tek Noviardi Suryanto.

Bom Latih Asap BLA-50 buatan Pindad (photo : Pindad)

Dia didampingi Mayor Tek Ari Santoso, Mayor Tek Amin Bagiono, Kapten Tek Yogaswara, dosen Politeknik Bandung Singgih, serta staf dari PT Pindad. Pertemuan yang dihadiri Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama (Marsma) TNI Barhim itu,mendiskusikan penelitian dan penggunaan kedua jenis bom,termasuk mengenai prosedur dan parameter pengeboman Sukhoi. Misalnya kapasitas maksimal pesawat untuk single releasedan fight data recording.

Bom P-50, OFAB-100, OFAB-250 dan OFAB-500 produksi Rusia (photo : Vitaly V. Kuzmin)

Tak ketinggalan mengenai karakteristik aerodinamika kedua bom. Tim juga menerangkan mengenai tinjauan operasional dan teori dari kedua jenis bom tersebut. Menurut tim, BTN- 250 telah diteliti menyangkut kualitas dan jumlah pecahannya. “Juga bagaimana perkenaan dan daya tembusnya,” tutur Kolonel Tek Noviardi kemarin. Marsma TNI Barhim mengingatkan agar dalam kegiatan kajian bom dilakukan secara teliti dan saksama. Mereka juga harus memperhatikan faktor safety karena bom ini cukup berbahaya.

Thursday, September 29, 2011

KSAU Resmikan Penggunaan Simulator Helikopter NAS-332

30 September 2011


Pengembangan simulator ini dilakukan atas kerja sama empat pihak yaitu PT Dirgantara Indonesia (perakitan, desain, instrumen avionik), DSL Inggris (pengerjaan sistem komputer avionik, visual sistem), Belanda ("motion system") dan Amerika Serikat (radar). (photo : Antara)

Jurnas.com KEPALA Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat meresmikan penggunaan Simulator Helikopter NAS-332 Super Puma yang dikelola Fasilitas Latihan (Faslat) Wing 4, Lanud Atang Senjaya, Bogor, Kamis (29/9).

Dalam siaran pers Kadispenau, Marsekal Pertama TNI Azman Yunus, yang diterima Jurnal Nasional, Kamis (29/9), KSAU mengatakan simulator NAS-332 Super Puma adalah full flight simulator jenis rotary wing pertama dimiliki TNI AU dan ditempatkan di Lanud Atang Sendjaja.

Menurutnya, pembuatan Simulator NAS-332 mengacu pada pesawat NAS-332 Super Puma type L1 konfigurasi VIP dari SkadronUdara 17.

Pesawat helicopter ini merupakan buatan PT Dirgantara Indonesia, Bandung yang menggunakan engine Makila 1A1. Selain konfigurasi VIP ada penambahan fasilitas latihan dalam simulator yaitu berupa latihan hoist, sling, fast rope dan para troop yang merupakan kemampuan dari pesawat NAS-332 Super Puma type L1/C1 dengan konfigurasi tactical transport.

“Dengan adanya Simulator kita dapat mengurangi resiko kecelakaan dan efisiensi penggunaan jam terbang serta ekonomis,” kata KSAU.

Simulator NAS-332 mempunyai beberapa fungsi antara lain familirisasi konfigurasi cockpit pesawat NAS-332 Super Puma type L1/C1, familirisasi checklist normal dan emergency procedur mulai dari engine start sampai dengan engine shutdown, memberikan penerbangan dengan misi dan situasi tertentu, memberikan latihan navigasi serta memberikan latihan terbang instrument.

“Kemampuan lain dari simulator NAS-332 Super Puma adalah mampu mensimulasikan adanya kerusakan pada sistem atau komponen utama pada saat latihan penerbangan dilaksanakan,” katanya.

Full Flight simulator NAS-332 Super Puma merupakan peralatan elektronika yang terdiri dari hardware dan software yang bekerja secara integrasi untuk mengelola berbagai program data sehingga mensimulasikan performa pesawat NAS-332 Super Puma secara real time seperti instrument system, avionic system, visual system, motion system, aural cue system menyerupai performa pesawat yang sesungguhnya.